jurnalistik.co.id – Aktivitas pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, kembali berjalan normal setelah kebakaran pada Kamis (16/7/2026) malam. Berdasarkan pemantauan di lokasi pada Jumat (17/7/2026), proses pengangkutan dan pembuangan dilakukan seperti biasa.
Api sudah dinyatakan padam dan kondisi di sekitar area terdampak tidak lagi menunjukkan kepulan asap maupun titik api sisa. Sejumlah truk dan gerobak pengangkut terlihat mengantre untuk membuang muatan mereka di TPA Cipayung.
Di lokasi, petugas tampak tidak lagi melakukan penanganan pemadaman seperti pada fase awal kejadian. Dari pantauan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok juga sudah tidak berada di lokasi.
Meski demikian, penataan area tetap dilakukan agar arus pembuangan kembali tertib. Dari kejauhan terlihat alat berat beroperasi memindahkan tumpukan sampah ke area yang lebih tinggi guna merapikan kembali tata letak tempat pembuangan.
Warga di sekitar TPA juga terlihat beraktivitas seperti biasa. Mereka tidak lagi merasakan gangguan akibat asap maupun dampak lain yang sebelumnya muncul sehubungan dengan kebakaran.
Terkait proses penanganan, Kepala Bidang Pengendalian Operasional DPKP Kota Depok, Tessy, menyampaikan api padam pada pukul 21.00 WIB. Tessy juga menyebutkan bahwa api mulai menyala sekitar pukul 20.23 WIB pada Kamis (16/7/2026).
Menurut Tessy, DPKP Kota Depok mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dan 24 personel untuk memadamkan api. Ia menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih menjalani pendalaman.
Dalam proses pemadaman, DPKP Kota Depok memastikan tidak ada korban jiwa. “Dalam proses operasi pemadaman tidak ada (korban),” tutur Tessy.
Dengan kebakaran yang sudah ditangani dan kondisi area yang kembali terkendali, aktivitas pembuangan sampah di TPA Cipayung dilaporkan telah kembali normal. Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Berita Terkait
Setelah fase pemadaman berakhir, suasana di TPA Cipayung terlihat beralih ke tahap pengaturan operasional. Jalur masuk untuk kendaraan pengangkut dipantau agar tidak terjadi penumpukan di area pembuangan, sehingga antrean truk dan gerobak dapat berjalan sesuai alur yang biasa digunakan.
Di sekitar titik yang sebelumnya terdampak, kondisi yang terekam pada pemantauan menunjukkan tidak adanya aktivitas api lanjutan. Kepulan asap maupun gejala titik api sisa tidak lagi terlihat, dan area terdampak dipersiapkan kembali agar proses pembuangan berlangsung tanpa gangguan berarti.
Terkait penanganan kejadian, Tessy menyebutkan bahwa api mulai menyala sekitar pukul 20.23 WIB pada Kamis (16/7/2026). Setelah proses operasi berlangsung, api dinyatakan padam pada pukul 21.00 WIB, menandai berakhirnya tahap respons cepat di lokasi.
Pada saat pemadaman dilakukan, DPKP Kota Depok mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran serta 24 personel. Tessy juga memastikan tidak ada korban jiwa selama operasi berlangsung, sementara penyebab kebakaran tetap menjadi fokus pendalaman oleh pihak berwenang.
Walau penanganan pemadaman tidak lagi terlihat pada fase berikutnya, penataan lapangan tetap dilakukan untuk mengembalikan kerapian tata letak. Dari pengamatan, alat berat beroperasi memindahkan tumpukan sampah ke area yang lebih tinggi agar susunan kembali teratur dan aktivitas pembuangan dapat berjalan tertib.
Dengan kondisi sekitar yang sudah tidak menimbulkan gangguan akibat asap, warga di lingkungan TPA terlihat beraktivitas seperti biasa pada Jumat (17/7/2026). Sementara itu, proses penyelidikan terus berlangsung untuk menjawab penyebab kebakaran yang terjadi pada Kamis malam.
Setelah respons cepat selesai, pantauan di area TPA difokuskan pada pengendalian alur kerja harian. Kendaraan pengangkut diarahkan agar proses pembuangan tidak terganggu dan antrean dapat berjalan teratur.
Penataan ulang juga dilakukan dengan memindahkan tumpukan sampah agar susunan di lokasi kembali rapi. Dengan kondisi tanpa tanda titik api lanjutan, aktivitas pengolahan dan pembuangan berlangsung lebih tertib.
Di sisi lain, informasi dari Tessy menegaskan urutan waktu kejadian, mulai menyala sekitar pukul 20.23 WIB hingga dinyatakan padam pukul 21.00 WIB. Ia juga menyebut penyebab kebakaran masih terus didalami oleh pihak berwenang, sementara tidak ada korban jiwa selama operasi.












