Peristiwa

Kebakaran Palet Kayu di Kampung Pacing Bekasi Baru Dipadamkan Usai 8 Jam, 13 Bangunan Ludes

×

Kebakaran Palet Kayu di Kampung Pacing Bekasi Baru Dipadamkan Usai 8 Jam, 13 Bangunan Ludes

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Lapak Kayu di Bekasi Baru Padam Setelah 8 Jam, 13 Bangunan Hangus Terbakar

jurnalistik.co.id – Kebakaran yang melahap lapak penyimpanan kayu dan palet di Kampung Pacing, Desa Kedunggede, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, akhirnya padam setelah proses pemadaman berlangsung sekitar delapan jam.

Api mulai ditangani pada sore hari, yakni sekitar pukul 17.00 WIB pada Rabu (15/7/2026), sebelum dinyatakan selesai pada dini hari.

Komandan Regu Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Bohir, menyampaikan penanganan kebakaran baru tuntas sekitar pukul 01.30 WIB.

“Penanganan kebakaran baru selesai di jam 01.30 WIB. Kurang lebih delapan jam. Karena kemarin armada juga sempat terjebak macet,” ujar Bohir saat dikonfirmasi.

Area terdampak dan bangunan yang hangus

Berdasarkan pendataan sementara, peristiwa ini menghanguskan 13 lapak penyimpanan kayu dengan total area terdampak mencapai ribuan meter persegi.

Bohir merinci bahwa luas area yang terdampak sekitar 1.200 meter persegi, termasuk bangunan tempat tinggal yang ikut terbakar.

“Ini udah termasuk rumah (yang terbakar). Kurang lebih luas area yang terdampak 1.200 meter persegi,” kata Bohir.

Selain lapak, kobaran api juga merusak rumah warga dan sejumlah kendaraan yang berada di lokasi kejadian.

Dalam keterangannya, Bohir menyebut ada kendaraan yang ikut terbakar selama proses kejadian.

“Kemarin ada empat unit mobil yang ikut terbakar,” ujar Bohir.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat di dalam lapak tersimpan banyak kayu dan palet yang menjadi bahan usaha para pemilik.

Penyebab masih diselidiki, dugaan korsleting

Meski kebakaran sudah berhasil dipadamkan, penyebab pasti masih berada dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Namun, berdasarkan keterangan salah seorang korban, api diduga bermula dari percikan di salah satu bangunan sebelum cepat membesar dan merembet ke bangunan lainnya.

“Penyebab pasti belum diketahui. Tapi dugaan sementara korsleting listrik,” jelasnya.

Dengan kondisi bahan bangunan yang mudah terbakar, api lantas menyebar lebih cepat ke area sekitar.

Armada pemadam dikerahkan, pemadaman sempat terganggu macet

Untuk mengendalikan kobaran api, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi mengerahkan total 10 unit mobil pemadam kebakaran.

Bantuan juga datang dari sejumlah pos serta melibatkan dukungan armada dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karawang.

Bohir menjelaskan jumlah armada yang terjun ke lokasi dan adanya bantuan dari Karawang.

“Total ada 10 armada yang terjun ke lokasi. Kemarin juga sempat ada bantuan dari Damkar Karawang,” kata Bohir.

Sebelum api benar-benar terkendali, proses pemadaman sempat mengalami hambatan karena kemacetan panjang di Jalan Raya Kedungwaringin.

Kondisi itu terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja, sehingga jalur menuju lokasi kejadian ikut tersendat.

Akibat antrean kendaraan, beberapa armada pemadam mengalami keterlambatan hingga harus menunggu akses jalan terbuka.

Selain itu, arus lalu lintas dari arah Cikarang menuju Karawang maupun sebaliknya sempat mengular hingga lebih dari lima kilometer.

Dengan demikian, meskipun jumlah armada cukup besar, kecepatan respon lapangan sempat terpengaruh oleh padatnya kendaraan di sekitar jalur utama.

Setelah penanganan berjalan dan api terus dipadamkan tahap demi tahap, kebakaran akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 01.30 WIB, sekitar delapan jam sejak penanganan dimulai.

Di lokasi kejadian, proses penanganan kebakaran berlangsung bertahap sejak sore hingga dini hari. Api mulai ditangani sekitar pukul 17.00 WIB pada Rabu (15/7/2026), sebelum dinyatakan tuntas pada pukul 01.30 WIB.

Selama pemadaman, upaya pemadaman sempat tidak berjalan lancar karena kondisi lalu lintas. Hambatan muncul ketika kendaraan-kendaraan memadati Jalan Raya Kedungwaringin, hingga antrean mengular lebih dari lima kilometer dan membuat beberapa armada harus menunggu akses jalan terbuka.

Dalam peristiwa tersebut, kobaran api menghanguskan 13 lapak penyimpanan kayu serta berdampak pada rumah warga dan kendaraan di sekitar lokasi. Kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah turut dipengaruhi oleh banyaknya kayu dan palet yang tersimpan sebagai bahan usaha para pemilik. Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki dugaan awal, termasuk kemungkinan korsleting listrik yang disebut bermula dari percikan di salah satu bangunan.