jurnalistik.co.id – Kondisi JST, mahasiswi semester 10 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, NTT, yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Tingkat III Wira Sakti, dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif. Setelah menjalani perawatan, JST kini disebut semakin membaik, baik secara fisik maupun psikis.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menyampaikan perkembangan tersebut usai menjenguk JST di rumah sakit pada Senin, 3 Agustus 2026. Dalam kunjungannya, Johni menyatakan kondisi JST tidak lagi seperti saat pertama kali menjalani perawatan.
Menurut Johni, JST sudah tampak lebih ceria dan sehat. Ia menilai ada kemajuan yang terlihat, termasuk dari sisi kondisi mental. “Saya tadi menjenguk kondisi anak kita, JST. Kondisinya sudah semakin baik, semakin ceria, dan semakin sehat. Saya yakin dalam waktu dekat sudah pulih 100 persen. Secara fisik maupun psikis saya melihat sudah ada kemajuan,” ujarnya.
Johni juga mengajak masyarakat agar menyikapi persoalan yang dialami JST dengan bijak. Ia menekankan pentingnya memberi ruang agar berbagai pihak bisa menyampaikan penjelasan masing-masing, sehingga kasus dapat dipahami secara utuh. “Tadi saya mendengar cerita versi dari JST, dan kita tidak tahu bagaimana versi dari dosennya. Karena itu, kita perlu bijak memandang dan menyikapi kondisi ini,” katanya.
Keluhan awal dan penanganan di RS
Di Rumah Sakit Tingkat III Wira Sakti Kupang, Kepala Rumah Sakit Tingkat III, Letkol Ckm Aan Riswandi, menyampaikan bahwa kondisi medis JST terus mengalami perbaikan sejak dirawat. Aan mengatakan, ketika pertama kali datang ke rumah sakit, JST mengeluhkan vertigo atau pusing berputar yang disertai mual.
Setelah mendapatkan penanganan medis, Aan menyebut keluhan vertigo tersebut kini jauh berkurang. Ia juga menilai kondisi umum JST terus membaik. “Keluhan vertigo yang dialami pasien sudah jauh berkurang. Kondisi umum pasien juga terus membaik. Apabila perkembangannya tetap stabil, diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan pasien sudah dapat kembali ke rumah untuk melanjutkan pemulihan,” ujar Aan.
Menurut Aan, tim medis saat ini masih memfokuskan penanganan pada pemulihan kondisi fisik JST. Selama menjalani perawatan, JST ditempatkan di ruang rawat VIP agar proses penyembuhan berlangsung lebih nyaman dan optimal.
Berita Terkait
JST dikenal publik setelah sidang skripsi ditunda berulang
JST menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dirinya menangis histeris usai sidang skripsinya kembali ditunda viral di media sosial. Peristiwa itu terkait dengan proses akademik yang sebelumnya berujung pada batalnya ujian skripsi sebanyak 12 kali.
Dengan riwayat ujian skripsi yang tertunda hingga berkali-kali, kondisi JST kemudian menarik perhatian luas terhadap aspek psikologis dan perjalanan akademik yang sedang dijalaninya. Dalam perkembangan terbaru, baik dari penyampaian Johni Asadoma maupun keterangan pihak rumah sakit, proses pemulihan di ruang perawatan dinilai terus berjalan.
Pihak rumah sakit menuturkan bahwa rencana lanjutan pemulihan akan disesuaikan dengan kestabilan perkembangan kondisi JST. Apabila perkembangannya tetap stabil, Aan menyebut pasien diperkirakan bisa kembali ke rumah dalam satu hingga dua hari ke depan untuk melanjutkan pemulihan.
Sementara itu, dari kunjungan Johni Asadoma, pembaruan yang disampaikan menyoroti adanya kemajuan yang sudah tampak pada JST. Johni menilai JST telah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, dengan kondisi yang disebut semakin ceria dan sehat, serta kemajuan yang juga terlihat pada sisi psikis.
Lebih lanjut, keterangan yang disampaikan selama kunjungan dan penjelasan dari pihak rumah sakit menunjukkan bahwa pemulihan berjalan bertahap. Setelah keluhan awal yang dirasakan sebagai vertigo dan disertai mual, kondisi pasien disebut sudah mengalami perbaikan sehingga perhatian medis kini diarahkan untuk menjaga kestabilan dan mempercepat proses pemulihan.
Dalam penanganan tersebut, tim medis juga disebut masih terus memfokuskan proses penguatan kondisi fisik. Pada saat yang sama, perkembangan yang dinilai positif mencakup aspek psikis, sejalan dengan pengamatan Johni Asadoma yang menyebut JST terlihat lebih ceria. Dengan pola pemantauan seperti itu, pihak rumah sakit mengaitkan peluang pasien untuk kembali ke rumah dengan kondisi yang dinilai tetap stabil.
Kasus ini sendiri sempat menjadi sorotan publik setelah rangkaian penundaan sidang skripsi yang panjang dan video viral yang menampilkan reaksi emosional JST. Johni Asadoma menegaskan pentingnya cara pandang yang bijak, termasuk memberi ruang agar penjelasan dari berbagai pihak dapat dipahami bersama, sehingga rangkaian peristiwa tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang.












