jurnalistik.co.id – Anggota grup SHINee, Choi Min-ho, mendapat peringatan medis setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di sebuah klinik pengobatan di Korea. Hasil tesnya menunjukkan adanya indikasi kerusakan otot yang diduga berkaitan dengan aktivitas fisik yang ia lakukan terlalu ekstrem.
Choi Min-ho membagikan temuan tersebut lewat video di kanal YouTube pribadinya pada Rabu (29/7/2026). Video itu kemudian diberitakan kembali pada Minggu (2/8/2026) dengan mengutip laporan ChosunBiz.
Dalam video yang sama, Min-ho disebut sebagai pelantun lagu “Replay” dan “Lucifer”. Ia menceritakan bahwa dirinya datang ke bidang pengobatan Korea bukan sekadar untuk olahraga, melainkan ingin melihat kondisi tubuhnya dari sudut pandang medis.
Sebelum mengetahui hasil pemeriksaan, ia memang berencana mengecek kebugaran dasarnya. Ia menjelaskan niatnya untuk merekam konten mengenai tubuh dan kesehatan, sekaligus ingin memahami konstitusi tubuhnya.
“Hari ini aku berencana merekam konten tentang tubuhku dan kesehatan kita semua, jadi aku datang ke bidang pengobatan Korea. Aku ingin memeriksakan konstitusi tubuhku untuk melihat bagaimana kondisinya dari sudut pandang medis ini,” ungkap dia.
Min-ho juga menyampaikan bahwa ia belum pernah menjalani jenis pemeriksaan seperti itu sebelumnya, sehingga ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana tes akan dilakukan.
“Aku belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, jadi aku tidak tahu persis tes apa yang akan dilakukan atau bagaimana prosesnya. Namun, hari ini aku akan mengecek kondisiku dan mencari tahu konstitusi tubuh seperti apa yang aku miliki,” lanjut Min-ho.
Setelah menyampaikan tujuannya, ia menjalani rangkaian wawancara medis sederhana dan beberapa tes fisik dasar. Pemeriksaan itu juga mencakup pengambilan sampel darah agar gambaran kesehatan yang diperoleh lebih akurat.
Ketika hasil tes darah keluar, dokter yang menangani pemeriksaan kemudian menanyakan rutinitas latihan fisik Min-ho selama periode belakangan. Dokter juga mengaitkan informasi aktivitas yang dilakukan dengan temuan pada tubuhnya.
Berita Terkait
“Apakah kamu melakukan olahraga yang sangat intens dalam seminggu terakhir?” tanya sang dokter.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Min-ho menjelaskan bahwa ia sedang rutin berolahraga dengan intensitas tinggi setiap hari. Pengakuan itu menjadi dasar bagi dokter untuk menyampaikan penilaian medisnya.
“Salah satu nilai fungsi hatimu ternyata tinggi. Angka ini biasanya melonjak ketika otot digunakan secara berlebihan karena kerusakan otot menyebabkan nilainya naik. Angkanya sangat tinggi,” jelas dokter tersebut.
Dokter lalu melanjutkan penjelasan mengenai keterkaitan temuan tersebut dengan kondisi otot. Dalam laporan yang dikutip, peningkatan yang dimaksud dihubungkan dengan kerusakan otot yang muncul akibat aktivitas fisik yang dipraktikkan secara berlebihan.
Selain itu, dokter juga menyebut bahwa nilai Aspartate Aminotransferase (AST) pada Min-ho berada pada tingkat tinggi. Peningkatan AST dijelaskan terjadi ketika terdapat kerusakan pada otot, bukan semata-mata karena faktor lain yang berdiri sendiri.
AST dalam penjelasan medis tersebut juga disebut memiliki nama lain, yaitu Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT). Enzim ini disebut ditemukan di hati, sekaligus pada bagian tubuh lain seperti otot, ginjal, dan jantung.
Dari rangkaian hasil yang diperoleh, dokter memberikan saran agar Choi Min-ho segera mengurangi intensitas latihan fisiknya. Peringatan ini disampaikan setelah pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi kerusakan otot yang dipicu aktivitas fisik yang terlalu ekstrem.
Dalam video yang ia unggah, Min-ho memaparkan bahwa ia datang untuk memeriksa konstitusi tubuhnya dan menjalani prosedur medis secara langsung. Cerita di balik pemeriksaan itu kemudian menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana rutinitas olahraga yang sangat intens dapat berkaitan dengan temuan medis tertentu.
Dengan demikian, inti pesan yang muncul dari pemeriksaan tersebut adalah kebutuhan untuk menata kembali intensitas latihan. Dokter yang memeriksa Min-ho menyarankan agar ia mengerem latihan, setelah melihat nilai yang tinggi serta indikasi yang terkait dengan kerusakan otot akibat pemakaian berlebihan.












