jurnalistik.co.id – Biaya kuliah dan biaya hidup di Inggris terus meningkat, sementara sebagian siswa masih bertanya apakah gelar benar-benar sebanding dengan pengeluaran. Data utang juga menunjukkan beban yang tidak kecil ketika mahasiswa lulus dan mulai memenuhi kewajiban pembayaran.
Di Inggris, lulusan meninggalkan kampus dengan utang mahasiswa lebih dari ÂŁ47.500. Angka untuk tahun keuangan 2025-26 memperlihatkan bahwa jumlah utang yang dimiliki peminjam saat pertama kali memenuhi syarat membayar kembali, rata-rata justru turun dibanding tahun sebelumnya.
Pertanyaan besarnya kemudian adalah apakah lulusan tetap bisa memperoleh pendapatan yang cukup lebih tinggi daripada mereka yang tidak kuliah, sehingga biaya untuk mengambil gelar dapat tertutup. Jawaban yang muncul tidak sama untuk setiap orang, karena bergantung pada pilihan jurusan, universitas, kondisi keluarga, serta pola karier setelah lulus.
Untuk biaya kuliah, sistemnya berbeda-beda sesuai wilayah di Inggris Raya. Namun, kenaikan terbaru menunjukkan tren peningkatan yang berulang dari waktu ke waktu.
Biaya kuliah: kenaikan di Inggris dan Wales
Tahun lalu, biaya tahunan untuk gelar sarjana di Inggris dan Wales naik menjadi ÂŁ9.535 per tahun. Peningkatan ini diproyeksikan berlanjut, dengan rencana biaya menjadi ÂŁ9.790 pada 2026.
Kenaikan tersebut muncul setelah universitas menyatakan kekhawatiran terkait tekanan pendanaan. Mereka menilai pembekuan biaya kuliah pada ÂŁ9.250 sejak 2017 membuat nilai riil biaya menjadi lebih rendah akibat inflasi, sekaligus ada berkurangnya jumlah mahasiswa internasional yang membantu menutup kekurangan pendanaan.
Pemerintah menyampaikan pada Oktober 2025 bahwa biaya kuliah universitas di Inggris akan naik setiap tahun mulai 2026, mengikuti ukuran inflasi yang disebut RPIx. Ukuran itu dihitung sebagai Retail Price Index minus mortgage payment interest, dan kebijakan ini diperkirakan diterapkan untuk kenaikan tahunan ke depan.
Inggris Utara dan Skotlandia: aturan berbeda
Untuk Inggris Utara, negara tersebut menetapkan tarifnya sendiri. Biaya maksimum tahunan untuk mahasiswa sarjana adalah ÂŁ4.855 untuk mahasiswa dari Inggris Utara, atau ÂŁ9.535 untuk mahasiswa lainnya yang berasal dari bagian UK berbeda.
Pada 2026-27, tarif itu diproyeksikan menjadi ÂŁ4.985 untuk mahasiswa Inggris Utara dan ÂŁ9.790 untuk mahasiswa lainnya. Di Skotlandia, kuliah sarjana tersedia secara gratis untuk mayoritas mahasiswa Skotlandia, sementara untuk mahasiswa lainnya biayanya ÂŁ9.535.
Tarif di Skotlandia juga akan naik menjadi ÂŁ9.790 pada 2026-27 untuk kelompok mahasiswa yang tidak termasuk kategori gratis. Perbedaan skema ini membuat perhitungan biaya total tidak bisa disamaratakan untuk semua calon mahasiswa.
Bagaimana skema pinjaman mahasiswa bekerja
Pinjaman mahasiswa umumnya terdiri dari dua komponen: pinjaman biaya kuliah dan pinjaman untuk biaya hidup. Sebagian besar peminjam berhak mendapatkan komponen biaya kuliah, yang nilainya sama dengan biaya tahunan program studi.
Sementara itu, pinjaman untuk biaya hidup bersifat means-tested, sehingga besar pinjaman yang dapat diperoleh dipengaruhi pendapatan keluarga dan mungkin tidak sepenuhnya menutup tagihan sebenarnya. Untuk mahasiswa di Inggris yang tinggal terpisah dari orang tua di luar London, pinjaman maksimum untuk biaya hidup diperkirakan naik sesuai inflasi mulai 2026.
Contohnya, pinjaman maksimum untuk mahasiswa dari Inggris yang tinggal di luar London dan tidak bersama orang tua diproyeksikan menjadi ÂŁ10.830 pada 2026-27, naik dari ÂŁ10.544 pada tahun sebelumnya. Dalam skema ini, bunga dikenakan atas total pinjaman sejak hari pinjaman diambil, meski pembayaran kembali belum harus dimulai.
Pembayaran baru dilakukan setelah pendapatan tahunan mencapai ambang tertentu. Setelah ambang itu terpenuhi, peminjam membayar secara berkala yang mencakup baik biaya kuliah maupun biaya hidup.
Aturan pengembalian juga tidak seragam di seluruh Inggris Raya. Di Inggris, aturan berubah pada 2023, sehingga mahasiswa yang mendaftar atau melanjutkan setelah perubahan tersebut cenderung membayar kembali lebih banyak dan dalam periode yang lebih panjang dibanding mereka yang kuliah lebih awal.
Money saving expert Martin Lewis menyebut bahwa periode pengembalian yang lebih panjang akan meningkatkan “costs by thousands” untuk kelompok berpenghasilan rendah dan menengah. Perubahan semacam ini berpengaruh pada perkiraan total beban sepanjang masa pembayaran.
Rata-rata utang: gambaran setelah aturan berjalan
Berdasarkan Student Loans Company, lulusan di Inggris yang mulai memiliki kewajiban membayar pinjaman pada April 2026 memiliki utang rata-rata ÂŁ47.730. Angka itu turun dari ÂŁ53.000 pada tahun sebelumnya.
Salah satu alasannya adalah tahun ini menjadi pertama kali bagi mahasiswa peminjam Plan 5—yang diperkenalkan di Inggris pada 2023—agar memenuhi syarat untuk membayar kembali. Dalam skema Plan 5, pinjaman disebut mengakumulasi bunga yang lebih rendah dibanding Plan 2 sebelumnya, sehingga total utang pada tahap awal pengembalian bisa lebih kecil.
Berita Terkait
Peminjam Plan 5 menyumbang lebih dari 10% dari total jumlah peminjam pada tahun keuangan 2025-26. Artinya, perubahan komposisi skema pinjaman turut memengaruhi statistik utang rata-rata pada periode yang sama.
Biaya tempat tinggal dan biaya hidup
Selain biaya kuliah, harga tempat tinggal dan biaya hidup ikut mendorong total pengeluaran. Higher Education Policy Institute (Hepi) menyebut bahwa rata-rata biaya mingguan untuk mahasiswa tahun pertama pada 2023-24 adalah ÂŁ260 tanpa sewa, atau ÂŁ418 jika sewa sudah termasuk.
Untuk sewa tahunan, rata-rata di 10 kota universitas—tanpa menghitung London dan Edinburgh—naik dari £6.520 pada 2021-22 menjadi £7.475 pada 2023-24. Di London, rata-rata sewa untuk akomodasi mahasiswa khusus di ibu kota disebut mencapai £13.595 pada 2024-25.
Hepi juga menyebut bahwa mahasiswa memerlukan £61.000 selama tiga tahun kuliah untuk memiliki “minimum socially acceptable standard of living”, dan angka itu belum termasuk biaya kuliah. Untuk London, kebutuhan tersebut meningkat menjadi £77.000.
Dalam survei mahasiswa 2026, think tank menemukan bahwa 65% mahasiswa sarjana penuh waktu bekerja paruh waktu saat masa kuliah. Angka ini turun sedikit dibanding tahun sebelumnya, tetapi tetap jauh lebih tinggi dibanding 45% pada 2022.
Bantuan finansial: hibah dan dukungan
Sejumlah mahasiswa juga dapat menerima bantuan yang tidak perlu dibayar kembali. Di Wales dan Inggris Utara, mahasiswa yang memenuhi syarat dapat mengajukan maintenance grants, yakni hibah untuk biaya hidup tanpa kewajiban pelunasan.
Untuk mahasiswa penuh waktu yang berdomisili di Wales, bantuan minimal mencapai ÂŁ1.000, dan diproyeksikan naik menjadi ÂŁ1.020 pada 2026-27. Sementara itu, mahasiswa dari latar belakang keluarga termiskin yang memilih belajar di London dapat memperoleh hingga ÂŁ10.124, yang akan naik menjadi ÂŁ10.325.
Di Inggris Utara, hibah maksimum mencapai ÂŁ3.475, dan diperkirakan naik menjadi ÂŁ3.569 pada 2026-27. Di Inggris, pemerintah membawa kembali maintenance grants hingga ÂŁ1.000 per tahun untuk mahasiswa dari rumah tangga berpendapatan rendah pada program studi yang mendukung Industrial Strategy.
Skema itu tersedia mulai 2028, sementara daftar program studi yang memenuhi syarat masih disusun oleh pemerintah. Pemerintah Skotlandia juga menyediakan dukungan finansial untuk kategori mahasiswa tertentu, misalnya mahasiswa yang memiliki tanggungan.
Di seluruh Inggris Raya, mahasiswa yang mengalami kesulitan keuangan bisa mengajukan hardship funding. Mereka juga mungkin memperoleh bantuan finansial dari lembaga amal dan organisasi terkait.
Apakah lulusan memang mendapat penghasilan lebih tinggi
Penilaian “worth it” tidak hanya soal biaya, tetapi juga prospek pendapatan setelah lulus. Riset terbaru dari Hepi dan AdvanceHE menunjukkan bahwa 45% mahasiswa sarjana menilai value for money untuk program kuliah mereka berada pada kategori “good” atau “very good”, naik dari 37% pada tahun sebelumnya dan merupakan proporsi tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun.
Secara finansial, perhitungan tetap harus memasukkan fakta bahwa ketika lulusan mencapai pendapatan tertentu, mereka diwajibkan membayar kembali pinjaman mahasiswa selama periode hingga 40 tahun. Pemerintah juga menghadapi sorotan, karena anggota parlemen meluncurkan penyelidikan terhadap pinjaman mahasiswa di Inggris tahun ini, dengan latar “widespread dissatisfaction” terhadap syarat pembayaran.
Menurut statistik pemerintah pada 2024, lulusan pada umumnya diperkirakan memiliki pendapatan lebih tinggi dibanding mereka yang tidak memiliki gelar. Median pay untuk lulusan usia kerja meningkat menjadi ÂŁ42.000 pada 2024, melampaui ÂŁ30.500 yang diterima non-lulusan.
Namun data itu tidak memperhitungkan faktor eksternal seperti pencapaian akademik sebelumnya. Di sisi lain, HESA menyatakan bahwa ketika inflasi diperhitungkan, gaji lulusan justru menurun dalam nilai riil, dan besarnya penurunan berbeda-beda tergantung jenis pekerjaan.
Jika dibandingkan dengan harga pada 2015, lulusan yang disurvei pada 2022 rata-rata memperoleh ÂŁ448 lebih sedikit per tahun dibanding rekan mereka yang lulus tiga tahun sebelumnya. Dengan kata lain, kenaikan pendapatan nominal tidak selalu berarti kenaikan daya beli.
Pendapatan juga dipengaruhi jurusan dan universitas yang dipilih. Penelitian yang diterbitkan pada 2020 oleh IFS di Inggris menyebutkan bahwa, rata-rata, perempuan yang mengambil gelar di bidang creative arts dan languages memperoleh jumlah yang sama sepanjang hidupnya dibanding perempuan yang tidak kuliah.
Berbeda dengan itu, perempuan yang mengambil gelar di bidang law, economics, atau medicine memperoleh lebih dari ÂŁ250.000 selama karier mereka dibanding jika mereka tidak kuliah. Untuk laki-laki, mereka yang mengambil creative arts rata-rata memperoleh lebih sedikit sepanjang hidup, sedangkan laki-laki yang mengambil medicine atau economics memperoleh ÂŁ500.000 lebih banyak.
Sutton Trust melalui riset 2021 juga menemukan bahwa menghadiri universitas dapat membantu mahasiswa dari latar belakang ekonomi lebih rendah memperoleh penghasilan lebih tinggi dibanding yang pernah dicapai orang tua mereka. Tetapi hanya seperlima lulusan yang berhak mendapatkan free school meals berhasil masuk ke kelompok 20% berpenghasilan tertinggi, dibandingkan hampir setengah lulusan yang bersekolah di sekolah swasta.
Menurut Sutton Trust, menghadiri universitas yang selektif—seperti yang tergabung dalam Russell Group—memberi anak muda peluang terbaik untuk mobilitas sosial. Dengan sejumlah indikator di atas, pertimbangan “apakah gelar layak” pada akhirnya tetap bergantung pada kombinasi biaya, dukungan finansial, bidang studi, dan arah pekerjaan yang ditempuh setelah kelulusan.












