jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mendorong penguatan kerja sama akademik antara Gorontalo dan Filipina. Ia menekankan kolaborasi yang dibangun lewat jejaring pendidikan, pertukaran pelajar, serta pertukaran pengetahuan.
Idah menyampaikan hal tersebut saat menghadiri silaturahmi dan ramah tamah bersama enam dosen Bataan Peninsula State University (BPSU), Filipina. Kehadiran para dosen itu berlangsung sebagai visiting lecturer atas inisiatif Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo.
Acara dimulai dengan makan malam bersama dan berlanjut di Aula Rumah Jabatan Wakil Gubernur Gorontalo pada Senin (21/9/2026) malam. Pertemuan ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Idah menilai kerja sama lintas negara dapat memperkaya wawasan budaya, sekaligus membuka ruang saling memahami antar komunitas akademik. Ia menggarisbawahi bahwa pengalaman tersebut diharapkan berdampak pada kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
Wagub Idah juga mengapresiasi langkah UBM yang telah memiliki Kantor Urusan Internasional (KUI). Menurutnya, KUI UBM berperan aktif dalam membangun komunikasi serta kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri.
Idah berharap keberadaan jejaring internasional itu dapat memperluas peluang bagi mahasiswa maupun akademisi Gorontalo. Harapannya, mereka memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas dari konteks global.
“Mudah-mudahan ke depan jalinan komunikasi dan kerja sama antara pelajar maupun akademisi Indonesia dengan luar negeri semakin banyak. Ini menjadi langkah yang baik untuk memperkuat hubungan akademik sekaligus membuka kesempatan pertukaran ilmu dan pengalaman,” ujar Idah.
Ia juga menegaskan agar pertemuan antara UBM dan BPSU tidak berhenti pada diskusi maupun kunjungan seremonial. Menurut Idah, kerja sama perlu ditindaklanjuti secara lebih konkret, termasuk pertukaran pelajar dan pengembangan program akademik bersama.
Berita Terkait
Selain aspek akademik, Idah mendorong para akademisi Filipina untuk mengenal lebih dekat budaya yang ada di Gorontalo. Ia menyebut pentingnya pengalaman langsung terhadap kuliner, kearifan lokal, serta destinasi wisata di daerah tersebut.
“Jangan lupa jalan-jalan dan melihat pariwisata Gorontalo. Mudah-mudahan selama berada di sini, Bapak dan Ibu mendapatkan kesan yang indah tentang Gorontalo, baik dari budaya, makanan, kearifan lokal, maupun berbagai potensi yang ada di daerah ini,” katanya.
Di sela ramah tamah, Idah turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyambutan terdapat kekurangan yang kurang berkenan bagi para tamu. Pesan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga suasana penerimaan yang hangat dan saling menghargai.
Momentum kerja sama UBM-BPSU
Rangkaian ramah tamah tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan UBM Gorontalo Aziz Rahman, Rektor UBM Titin Dunggio, serta jajaran dosen dan staf UBM. Hadir pula enam dosen Bataan Peninsula State University.
Kepala KUI UBM Gorontalo, Dr. Ayu Anastasya Rachman, menyampaikan bahwa kedatangan delegasi BPSU menjadi momentum istimewa bagi UBM. Ia menekankan kerja sama akademik kedua institusi tersebut telah memasuki tahun ketiga.
Menurut Ayu, UBM terus mengembangkan berbagai aktivitas internasionalisasi sebagai upaya memperluas jejaring akademik. Aktivitas tersebut mencakup Kuliah Kerja Mandiri (KKM) Internasional, magang internasional, seminar internasional, hingga kehadiran dosen asing.
Ayu menambahkan, internasionalisasi juga diwujudkan melalui kehadiran mahasiswa asing. Dengan langkah tersebut, UBM berupaya menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih beragam dan berorientasi pada kolaborasi lintas negara.
Silaturahmi yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wakil Gubernur menjadi ruang pertemuan sekaligus penguatan arah kerja sama. Harapannya, rangkaian kunjungan dan diskusi yang berlangsung dapat berubah menjadi program yang lebih terukur bagi akademisi dan pelajar dari kedua wilayah.












