Bisnis & Ekonomi

BTN Memimpin Penyaluran KPR FLPP, Tercatat 55.766 Rumah Subsidi Dibiayai

×

BTN Memimpin Penyaluran KPR FLPP, Tercatat 55.766 Rumah Subsidi Dibiayai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BTN Jadi Penyalur KPR FLPP Terbesar, Sudah Biayai 55.766 Rumah Subsidi

jurnalistik.co.id – Komitmen pembiayaan perumahan subsidi kembali mendapat sorotan setelah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Apresiasi itu disampaikan kepada Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, dalam rangkaian Akad Massal KPR Sejahtera FLPP.

Maruarar menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara akad yang berlangsung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Dalam kesempatan itu, sebanyak 62.710 debitur mengikuti akad KPR Sejahtera FLPP baik secara langsung maupun daring.

Maruarar menekankan bahwa penyaluran rumah subsidi menjadi salah satu capaian penting BTN. Ia mengatakan, “Kemudian Dirut BTN, Pak Nixon untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan Pak Presiden untuk rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon,”

Menurut paparan Kementerian PKP hingga 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP. Jumlah tersebut disebut sebagai yang tertinggi di antara bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pada periode yang sama, PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyalurkan 28.282 unit rumah subsidi. Secara konsolidasi, BTN dan BSN mencatat total 84.048 unit rumah subsidi sepanjang 2026.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang semakin kuat di ekosistem perumahan. Ia menyebut dukungan Danantara Indonesia dalam mempererat kolaborasi pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang.

Dalam siaran pers pada Rabu (5/8/2026), Nixon menuturkan, “Apresiasi dari Menteri PKP menjadi penyemangat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Bersama Danantara Indonesia, kami terus memperkuat kolaborasi ekosistem agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas,”

Selain menyoroti penyaluran KPR kepada masyarakat, Nixon juga menggarisbawahi penguatan sisi pasokan perumahan. Ia menjelaskan, hingga 29 Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN mencapai sekitar Rp 4,39 triliun.

Pembiayaan itu digunakan untuk mendukung pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, serta pelaku usaha lain yang berada dalam rantai pasok sektor perumahan. Dengan dukungan tersebut, BTN berupaya menjaga agar proses penyediaan rumah berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Perluasan layanan digital dan penguatan ekosistem

Untuk melengkapi layanan pembiayaan, BTN terus memperkuat aspek layanan digital melalui platform bale Properti. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mencari rumah, melakukan simulasi cicilan, hingga mengajukan KPR dalam satu ekosistem.

Nixon menyatakan fokusnya adalah menyederhanakan perjalanan calon debitur menuju hunian pertama. Ia menegaskan, “Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas,”

Pada Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tersebut, BTN juga disebut sebagai bank dengan jumlah peserta terbesar. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad, baik secara langsung maupun daring, dari berbagai wilayah di Indonesia.

Secara keseluruhan, BP Tapera mencatat akad massal FLPP tahun ini merupakan yang terbesar sejak kegiatan tersebut pertama kali diselenggarakan. Kegiatan melibatkan 62.710 debitur di 372 kabupaten/kota yang tersebar di 36 provinsi, mencerminkan kolaborasi pemerintah dan industri perbankan untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Acara akad massal dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa perumahan merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat, sehingga seluruh pemangku kepentingan didorong memperkuat kolaborasi agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau.