Teknologi

5/8/2026, Roket SpaceX Diperkirakan Menabrak Bulan—Apa Dampaknya bagi Bumi?

×

5/8/2026, Roket SpaceX Diperkirakan Menabrak Bulan—Apa Dampaknya bagi Bumi?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Besok, Roket SpaceX Bakal Tabrak Bulan, Apa Dampaknya bagi Bumi?

jurnalistik.co.id – Para ilmuwan memperkirakan sebuah roket SpaceX akan menabrak Bulan pada Rabu (5/8/2026). Kecepatan yang diperkirakan mencapai sekitar 2,43 kilometer per detik, dan NASA menilai peristiwa itu tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi.

Kesimpulan tersebut disampaikan setelah Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA menganalisis data lintasan berbasis informasi publik. Tim CNEOS menyebut tabrakan yang tidak disengaja itu melibatkan sebagian roket yang diluncurkan pada Januari 2025.

Tidak ada bahaya bagi Bumi

Menurut juru bicara NASA, Jimi Russell, hasil pemantauan menunjukkan tidak ada risiko terhadap planet kita. “Tidak ada bahaya bagi Bumi,” kata Jimi Russell, dikutip dari BBC.

NASA juga menyatakan tetap akan memantau objek pendorong tersebut. “NASA akan terus melacak roket pendorong tersebut untuk tujuan pelatihan, serta nantinya akan mengamati lokasi tumbukan untuk tujuan ilmiah,” sambungnya.

Roket yang dilibatkan dalam misi AS–Jepang

Bagian roket yang menjadi fokus prediksi terkait dengan misi pengiriman wahana ke Bulan. SpaceX meluncurkan roket Falcon 9 sebagai bagian dari kerja sama misi AS dan Jepang yang membawa sepasang wahana pendarat bulan serta peralatan ilmiah ke Bulan tahun lalu.

Pada dasarnya, sebagian dari Falcon 9 dirancang dapat digunakan kembali untuk misi berikutnya. Namun, ada komponen yang terlepas di luar angkasa dan tetap berada di sana, terjebak dalam orbit kecuali kemudian bertabrakan dengan benda langit lain.

Objek yang diperkirakan akan menabrak Bulan adalah bagian atas roket. Ukurannya kira-kira sebesar bangunan lima lantai, dengan berat di Bumi setidaknya 4.000 kilogram.

Temuan lintasan oleh astronom Bill Gray

Perkiraan itu bermula dari identifikasi lintasan oleh astronom Bill Gray. Ia menuturkan bahwa objek tersebut diperkirakan akan mendarat di dekat Kawah Einstein, yakni bagian Bulan yang menerima sinar matahari dan terlihat dari Bumi.

Bill Gray juga memperkirakan dampak yang muncul akan membentuk kawah berukuran sangat besar. Menurutnya, kawah yang tercipta kemungkinan berdiameter lebih dari 17 meter.

Benturan sebagai “pertunjukan” untuk pengamat

NASA menyebut momen tabrakan ini diproyeksikan menarik perhatian para astronom. Baik amatir maupun profesional dinilai akan mengamati peristiwa tersebut karena skala objek dan hasil tumbukan yang ditimbulkan.

Matt Bothwell, astronom publik di Universitas Cambridge, menggambarkan peristiwa itu sebagai sesuatu yang sangat besar namun tetap tidak berbahaya. “Itu adalah sesuatu yang sangat besar yang menabrak Bulan. Sama sekali tidak berbahaya, kita hanya bisa menonton pertunjukannya,” ujarnya.

Ia menambahkan dampak tumbukan dapat menghasilkan kepulan debu dalam jumlah besar. “Benturan itu akan terjadi dan akan menghasilkan kepulan debu yang sangat besar, mungkin setinggi 50 kilometer atau lebih ke udara, dan itu akan menyebar ke samping seiring waktu,” sambungnya.

Mengapa lebih dahsyat dibanding ledakan di Bumi

Dalam penjelasan ilmiah, benturan di Bulan dipandang akan terasa lebih ekstrem daripada peristiwa serupa yang terjadi di Bumi. Bulan tidak memiliki atmosfer, dan gaya gravitasinya jauh lebih lemah dibandingkan Bumi.

Karena ketiadaan atmosfer, tidak ada medium yang dapat memperlambat objek yang masuk menjelang tumbukan. Puing-puing dengan massa hingga jutaan kilogram diperkirakan melesat ke luar angkasa tanpa gangguan berarti.

Implikasinya, momen tumbukan berpotensi menciptakan efek visual yang menonjol bagi pengamat dari Bumi. Proses penyebaran debu yang diperkirakan ke samping seiring waktu juga menjadi salah satu alasan peristiwa ini dinilai layak ditunggu.

Meski demikian, tujuan utama pemantauan tetap pada aspek ilmiah dan kesiapan pelatihan. Dengan pemantauan yang terus berjalan, NASA berharap dapat memerhatikan lokasi tumbukan dan mempelajari hasil dampaknya untuk kebutuhan sains.