Bisnis & Ekonomi

Pengamat Nilai Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Bisa Perkuat Ekonomi Nasional

1
×

Pengamat Nilai Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Bisa Perkuat Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Pengamat: Pembebasan PPN Tiket Pesawat Bisa Perkuat Ekonomi Nasional Money 13 Juni 2026
Ilustrasi: Pengamat: Pembebasan PPN Tiket Pesawat Bisa Perkuat Ekonomi Nasional

jurnalistik.co.id – Rencana pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tiket pesawat domestik dinilai dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengamat aviasi Alvin Lie menilai penghapusan PPN untuk tiket pesawat domestik berpotensi menjadi katalis dalam meningkatkan keterjangkauan layanan transportasi udara di Indonesia. Menurutnya, kebijakan tersebut juga dapat berimbas pada konektivitas antardaerah dan aktivitas ekonomi yang mengikuti pergerakan masyarakat.

Alvin menyampaikan pandangannya dalam keterangannya pada Sabtu (13/6/2026). Ia menilai, “Kebijakan ini berpotensi membuat harga tiket lebih terjangkau, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan mobilitas masyarakat,” ujar Alvin dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Dalam penjelasan lain, ia menekankan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan. Karena itu, transportasi udara memegang peran vital dalam menghubungkan berbagai daerah dan menjadi penopang pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lain.

Alvin juga menilai, harga tiket yang lebih terjangkau menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran pergerakan. Dampaknya, menurut dia, dapat memperluas aktivitas bisnis sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata di berbagai destinasi.

Apabila beban biaya perjalanan udara dapat ditekan melalui pembebasan PPN, minat masyarakat untuk bepergian menggunakan pesawat diperkirakan akan meningkat. Dengan bertambahnya perjalanan domestik, industri penerbangan dan ekosistem di sekitarnya berpeluang ikut bergerak seiring meningkatnya permintaan.

Alvin menyebut “Bertambahnya jumlah perjalanan domestik diyakini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi industri penerbangan, tetapi juga sektor-sektor terkait seperti pariwisata, perhotelan, kuliner, logistik, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” tambah dia.

Perlakuan PPN yang dinilai tidak setara

Alvin juga menilai kebijakan pengenaan PPN terhadap tiket pesawat domestik layak untuk ditinjau kembali. Ia menyoroti adanya ketidaksamaan perlakuan antara penerbangan dalam negeri dan penerbangan internasional yang selama ini tidak dikenakan pungutan serupa.

Menurut Alvin, “Harga tiket domestik dikenakan PPN ini anomali karena keluar negeri tidak dipungut PPN, kenapa di dalam negeri dipungut PPN?” tanya dia. Ia memandang pertanyaan mengenai kesetaraan perlakuan pajak menjadi bagian penting yang perlu dijawab agar kebijakan lebih rasional dan konsisten.

Selain itu, ia menilai moda transportasi publik lainnya juga tidak dikenakan PPN untuk layanan angkutan penumpang. Dalam pandangannya, kereta hingga bus dengan segmen harga yang mendekati tiket pesawat kelas ekonomi LCC tetap tidak dipungut PPN.

Alvin menambahkan, “Transportasi publik lainnya tidak dipungut PPN. Bahkan kereta yang paling mewah, bus yang paling mewah pun yang harga tiketnya mendekati harga tiket pesawat kelas ekonomi LCC itu juga tidak dipungut PPN. Jadi kenapa tiket pesawat dipungut PPN?” tanya dia lagi.

Ia menilai peninjauan ulang terhadap kebijakan perpajakan penting bagi sektor penerbangan agar tercipta iklim transportasi yang lebih kompetitif. Alvin juga berharap adanya perlakuan yang setara dengan moda angkutan publik lainnya agar keputusan kebijakan tidak menimbulkan perbedaan yang sulit dipahami.

Dampak potensial bagi industri penerbangan

Dari perspektif industri, Alvin menilai penurunan harga tiket berpotensi mendorong peningkatan jumlah penumpang sekaligus memperbaiki tingkat okupansi penerbangan. Dengan meningkatnya permintaan, maskapai dapat memperkuat kinerja sekaligus menata strategi layanan yang lebih sesuai kebutuhan pasar.

Situasi tersebut, menurutnya, juga dapat menciptakan peluang pembukaan rute-rute baru. Pada akhirnya, akses konektivitas ke berbagai wilayah yang masih mengandalkan transportasi udara sebagai sarana utama mobilitas dapat ikut meluas.

Alvin Lie saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (20/6/2024), menyampaikan penilaian-penilaian tersebut terkait dampak pengaturan PPN pada tiket pesawat domestik.