jurnalistik.co.id – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperkuat jaringan persemaian nasional setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan peningkatan produksi bibit dan penanaman ratusan juta pohon.
Raja Juli mengatakan, langkah itu dilakukan langsung untuk memastikan program penghijauan bisa berjalan dari hulu, melalui ketersediaan benih dan bibit dalam jumlah besar sekaligus dengan mutu yang lebih terjaga.
Menurutnya, persemaian yang dimiliki Kementerian Kehutanan akan dioptimalkan guna mendukung penanaman di berbagai kebutuhan lingkungan, mulai dari kawasan sekitar permukiman hingga wilayah pedesaan di banyak daerah Indonesia.
Dalam siaran pers Jumat (31/7/2026), Raja Juli menyampaikan bahwa penguatan dilakukan agar Kemenhut mampu menghasilkan bibit lebih banyak dan meningkatkan kualitas bibit agar peluang hidupnya lebih tinggi saat ditanam. Ia menekankan bahwa perbaikan juga diarahkan pada kemudahan pemanfaatan oleh masyarakat dan pendistribusian ke wilayah yang membutuhkan.
“Pak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang sangat spesifik kepada kementerian kita, rumah baik tentunya, tapi rumah akan asri apabila ada pohon dan lingkungannya sangat baik. Kemudian, memerintahkan pada saya untuk memproduksi lebih banyak bibit lagi, puluhan juta atau berapapun bahasa beliau, yang tujuannya adalah membuat lingkungan kita asri alam kita lebih natural dan tentu hutan kita terjaga,” ujar Raja Juli.
Raja Juli menambahkan, Kemenhut akan mengembangkan persemaian dengan teknologi yang lebih mutakhir. Dengan begitu, bibit yang dihasilkan diharapkan memiliki kualitas lebih baik dan dapat dimanfaatkan lebih efektif oleh daerah.
Berita Terkait
Ia juga menyebut akan meninjau ulang pemetaan lokasi persemaian yang ada. “Insya Allah dari 59 ini kita buat mapping ulang di mana tempatnya. Kalau ada persemaian yang jauh dari kabupaten tertentu, mungkin harus ditambah persemaian di sana. Kemudian, dengan jumlah bibit yang juga kita maksimalkan sesuai dengan perintah Pak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan persemaian yang sudah berjalan, Kemenhut menyiapkan pengembangan persemaian baru. Salah satu rencana yang disebut adalah persemaian yang segera diresmikan di Sumatera Selatan.
Raja Juli juga menuturkan bahwa ia telah meninjau sejumlah persemaian besar, yakni di Rumpin, Mentawir, Mandalika, dan Labuan Bajo. Dari kunjungan tersebut, ia ingin memastikan peningkatan produksi dan penguatan jaringan persemaian bisa berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
Untuk kapasitas produksi, Raja Juli menjelaskan Kementerian Kehutanan memiliki 59 persemaian yang terdiri dari 9 pusat persemaian dan 50 persemaian permanen. Pada pusat persemaian, Kemenhut dapat memproduksi di atas 5 juta bibit per tahun, sedangkan persemaian permanen menghasilkan kurang lebih 500.000 hingga 1 juta bibit per tahun.
Perintah peningkatan penanaman pohon itu disampaikan Prabowo dalam arahan saat meresmikan akad massal 62.000 unit Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp 880 miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan pentingnya menambah jumlah pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan. “Bangsa kita harus dijaga kelestariannya. Kalau pohon sudah banyak berkurang, kita tanam ratusan juta pohon. Menteri Kehutanan, bikin nursery-nursery . Saya butuh benih-benih pohon yang bagus untuk semua kota dan kabupaten kita,” tutur Prabowo.
Dengan penguatan persemaian dan penyesuaian pemetaan lokasi, Raja Juli berharap produksi bibit yang meningkat dapat menjadi dasar pemenuhan kebutuhan di berbagai daerah. Ia memosisikan jaringan persemaian sebagai penopang agar penanaman ratusan juta pohon bisa dilakukan lebih terukur, sekaligus menjaga kesinambungan ketersediaan bibit berkualitas.












