Peristiwa

Penumpang kecelakaan kereta Bedford ceritakan kronologi tabrakan

×

Penumpang kecelakaan kereta Bedford ceritakan kronologi tabrakan

Sebarkan artikel ini
'People flew from their seats': Passengers describe how collision unfolded
Ilustrasi: Bedford train crash passengers describe how collision unfolded

jurnalistik.co.id – Penumpang yang berada di dua kereta yang bertabrakan dekat Bedford pada Jumat sore menceritakan kepanikan dan cedera yang mereka saksikan setelah kejadian. Seorang pengemudi kereta dilaporkan meninggal dunia, sementara 89 orang lainnya mengalami luka dengan tingkat yang berbeda.

Menurut keterangan East of England Ambulance Service, 11 orang mengalami cedera “very serious”, dan 22 orang mengalami cedera serius. Para penumpang juga menggambarkan momen benturan sebagai kejadian yang sangat tiba-tiba, disertai benda-benda beterbangan dan sejumlah korban sulit bergerak.

Seorang penumpang bernama Brett Byatt, yang bekerja sebagai guru dari Bedford, mengatakan kondisi di gerbongnya sangat mengenaskan. “There was a woman in front of me that had completely snapped her leg, and there was a woman behind her – they were sort of on top of each other, she couldn’t move because of her back,” ujar Byatt.

Byatt juga menuturkan ada korban lain di bagian gerbong yang tidak bisa digerakkan. “There was a guy further down the carriage that couldn’t move his neck, he was laid on the floor and people were holding him still.”

Penumpang lainnya, Simon Bentley, mengaku sempat merasakan tanda yang tak biasa sebelum tabrakan terjadi. “We felt the train brake really hard which seemed odd,” katanya, saat ia bepergian dari Kettering menuju London bersama istrinya.

Brett Byatt menyampaikan ia mulai sadar ada sesuatu yang tidak beres karena kereta seharusnya tidak melambat seperti itu pada rute dari Bedford menuju Luton. “I knew something was up because the train never slows down from Bedford to Luton – and I felt it brake.”

EMR (East Midlands Railway) menyatakan kereta yang terlibat adalah layanan 16:40 dari Corby dan 15:50 dari Nottingham. Keduanya dilaporkan sama-sama menuju London St Pancras.

Sementara itu, Brett Byatt menyebut penumpang di gerbongnya mengalami perdarahan “profusely” dan cedera serius lainnya. Ia mengatakan cedera yang dialami banyak orang terjadi setelah benturan menyebabkan mereka menghantam bagian dalam gerbong.

Teresa Itabor, warga Northamptonshire, menggambarkan awal perjalanan yang baru dimulai sebelum kejadian. Ia mengatakan naik ke salah satu kereta pada pukul 16:57 di Wellingborough dalam perjalanan menuju ibu kota untuk merayakan ulang tahunnya.

Itabor menuturkan saat kereta bergerak meninggalkan Stasiun Bedford, ia mendengar benturan keras. “We left Bedford station and there was a massive bang… I didn’t know what was going on. My head hit the seat in front of me,” ujarnya.

Ia kemudian membuka matanya dan melihat korban yang sudah berada di lantai. “I opened my eyes and that’s when I saw people on the floor with blood everywhere.”

Dr Peter Knapp melukiskan suasana setelah tabrakan dengan gambaran ledakan. “I saw all of the chairs everywhere. It felt like I’d been in a bomb explosion,” kata Knapp.

Knapp menambahkan saat ia berdiri, ia melihat kondisi luka yang berat disertai asap. “When I got up, I saw people’s bloodied faces and people’s legs looked broken and there was smoke everywhere.”

Shola Mene menyebut momen dampak seperti ledakan besar. Ia mengatakan, “People flew from their seats… and then someone just flew across and hit my husband in the face.”

Benturan juga menurutnya menyebabkan korban terlempar jauh dari posisi semula. Simon Bentley menggambarkan “almighty impact” serta benda-benda “everywhere all flying around.”

Itabor turut menuturkan bahwa ia mendapati banyak darah di sekitarnya. “There was a lot of blood,” katanya, dan ia menambahkan “A lot of people had facial injuries.”

Di sisi lain, Paul Calvin yang juga merupakan penumpang menyatakan kondisi kabin pengemudi kereta di belakang mengalami kerusakan berat. “pretty badly mashed up,” katanya, sambil menyebut ia melihat banyak orang terluka berjalan keluar dari kereta.

Menurut Calvin, ada korban yang mengalami luka di wajah, termasuk yang “smashed up noses”. Ia menyampaikan apa yang ia lihat saat itu langsung menggambarkan besarnya dampak tabrakan.

Kejadian ini memicu respons darurat besar. British Transport Police menetapkan kondisi “major incident”, sementara petugas pemadam dan ambulans udara juga dikerahkan dan tiba dalam hitungan menit.

Itabor menambahkan bahwa beberapa akses keluar dari gerbongnya sempat terganggu setelah benturan. Ia mengatakan, “in the immediate aftermath, the doors on her carriage had jammed and would not open.”

Knapp mengatakan beberapa penumpang mengalami kondisi yang sangat serius setelah insiden. Ia menyebut sejumlah korban “spitting out blood.”

Brett Byatt yang mengaku tidak mengalami cedera sendiri menyampaikan bahwa penumpang kelas pertama mengalami luka perut dan tulang rusuk. Ia menjelaskan cedera tersebut terjadi karena mereka “slammed into the tables when the crash happened.”

Byatt juga menyatakan proporsi korban cedera di gerbongnya sangat tinggi. “I’d probably say 90% of the people on my carriage had injuries,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sisanya mengalami luka berat dengan perdarahan atau mengalami situasi di mana mereka tidak bisa berdiri maupun tidak bisa bergerak dengan normal. “Everyone else had either a serious wound that was bleeding profusely, or a situation where they couldn’t stand, or couldn’t move their neck, or I saw a woman’s snapped leg.”

Otoritas kini menyelidiki penyebab terjadinya tabrakan yang berujung fatal. EMR menyatakan akan berupaya membantu proses penyelidikan tersebut.

Transport Secretary Heidi Alexander mengatakan masih terlalu dini untuk menebak kesimpulan dari penyelidikan. Ia juga menekankan bahwa jalur kereta api Inggris merupakan salah satu yang “some of the safest in the world”.

Meski proses penyelidikan sedang berjalan, beberapa orang yang terlibat sudah mempertanyakan apa yang terjadi. Brett Byatt menyampaikan bahwa meski ia sempat “shocked” pada saat kejadian, ia kini merasa “pretty angry”.

Dalam penuturannya, Byatt menyatakan pertanyaan utamanya bukan hanya pada pelaku tertentu, tetapi pada sinyal dan sistem yang seharusnya memberi peringatan. Ia berkata, “I don’t know at who specifically, but it’s more about we’ve got one of the oldest railway networks and signal failures happen a lot, and now I’m just wondering… why wasn’t that signalled to my train and why did that train driver lose his life over this?”

Cerita para penumpang tersebut menggambarkan bahwa meskipun insiden terjadi dalam hitungan detik, dampaknya bertahan lama dalam bentuk cedera serius dan trauma. Mereka berharap penyelidikan yang berlangsung dapat menjawab pertanyaan paling mendesak, termasuk bagaimana kecelakaan fatal itu bisa terjadi.