jurnalistik.co.id – Tiga dari empat tersangka ditangkap terkait dugaan percobaan pembunuhan setelah seorang awak kapal kargo diserang di Avonmouth, dekat Bristol. Seorang pria korban masih berada dalam kondisi kritis usai insiden tersebut.
Kepolisian menyebut bahwa penyerangan itu diduga terkait kejahatan kebencian, setelah muncul laporan adanya bahasa rasis yang diarahkan kepada para korban. Dugaan tersebut diproses polisi sambil menunggu keterangan lebih lanjut dari hasil penyelidikan.
Menurut keterangan yang disampaikan otoritas setempat, peristiwa terjadi pada Jumat malam. Petugas menerima laporan dan layanan darurat dikerahkan ke Richmond Terrace, berdekatan dengan Avonmouth Docks, sekitar pukul 20:30 waktu setempat (BST).
Dalam serangan itu, seorang kru kapal asal Filipina menjadi korban. Dua pria lainnya, yang juga berasal dari Filipina, disebut turut mengalami penyerangan ketika insiden melibatkan kelompok orang dalam jumlah besar.
Deepak Kenth, superintendent kepolisian Avon dan Somerset, memastikan bahwa ketiga pria yang terluka merupakan warga negara Filipina. Ia juga menyampaikan bahwa polisi mencatat adanya indikasi ujaran rasis dalam rangkaian kejadian tersebut.
Superintendent Kenth menyebut polisi memiliki “suggestion racist language was directed towards at least one of the victims during the attack”. Berdasarkan indikasi itu, polisi “treating this as a suspected hate crime at this point, pending further information coming to light”.
Berikutnya, polisi mengumumkan tindakan penangkapan. Dua pria berusia 19 dan 45 tahun ditahan dengan dugaan percobaan pembunuhan. Selain itu, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun juga ditangkap dengan dugaan yang sama.
Keempat tersangka yang ditahan terdiri dari tiga pria dan satu perempuan. Perempuan berusia 38 tahun ditangkap atas dugaan membantu pelaku.
Semua tersangka saat ini masih dalam tahanan. Polisi menyatakan mereka akan tetap berada di bawah proses peradilan sambil penyelidikan berlanjut dan pihak berwenang mengumpulkan informasi tambahan mengenai rangkaian peristiwa.
Untuk kondisi korban, polisi melaporkan perawatan medis dilakukan terhadap beberapa awak kapal. Satu pria ditangani dengan luka serius dan hingga kini disebut masih dalam kondisi kritis.
Korban lainnya, juga bagian dari kru kapal kargo yang baru saja merapat di Avonmouth, sempat membutuhkan perawatan, namun kemudian dinyatakan sudah keluar dari rumah sakit. Sementara itu, satu korban lagi mengalami luka ringan.
Berita Terkait
Penjelasan soal dugaan jenis senjata
Di tengah spekulasi yang berkembang di ruang publik, polisi menanggapi adanya perbincangan bahwa cedera mungkin disebabkan oleh senjata tajam. Superintendent Kenth menegaskan bahwa dugaan tersebut tidak tepat.
Ia menyatakan bahwa cedera yang dialami para korban bukan disebabkan oleh pisau atau senjata serupa. Penegasan ini disampaikan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran sebelum seluruh detail kejadian terbukti melalui proses penyelidikan.
Insiden dinilai terisolasi
Polisi juga menyampaikan bahwa meski detail peristiwa masih belum sepenuhnya dikonfirmasi, pihaknya sementara menilai insiden tersebut bersifat terisolasi. Superintendent Kenth menegaskan: “While the full circumstances around what happened remain unconfirmed and under investigation, based on our current understanding we believe this to be an isolated incident and there to be no wider risk to public safety.”
Pernyataan tersebut disertai maksud agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan yang berlebihan, sekaligus menegaskan bahwa pengamanan dan penilaian risiko dilakukan berdasarkan pemahaman saat ini.
Di sisi dukungan bagi korban, polisi menyebut bahwa Stand Against Racism & Inequality (SARI) telah diberi tahu mengenai insiden tersebut. Organisasi tersebut, menurut keterangan kepolisian, membantu menyediakan dukungan kepada para korban.
Polisi mengimbau informasi dari masyarakat
Kepolisian membuka ruang bagi siapa pun yang memiliki informasi tambahan untuk turut membantu penyelidikan. Permintaan klarifikasi diarahkan kepada masyarakat yang mungkin melihat kejadian, mengetahui konteks sebelum serangan, atau memiliki informasi yang relevan terkait kronologi.
Proses penegakan hukum saat ini berjalan seiring dengan pemeriksaan terhadap laporan adanya ujaran rasis dan dugaan kejahatan kebencian. Dengan penangkapan empat orang tersangka, polisi berharap keterangan yang terkumpul dapat memperjelas motif, pola serangan, serta peran masing-masing pihak dalam kejadian.
Sebagaimana disampaikan otoritas, penyelidikan masih berlangsung. Namun, hingga saat ini, polisi telah menetapkan dugaan percobaan pembunuhan terhadap tiga pria serta dugaan membantu pelaku terhadap perempuan berusia 38 tahun, sementara kondisi satu korban masih dinyatakan kritis.












