jurnalistik.co.id – Seorang penumpang melahirkan di atas kapal cepat Express Cantika 07 saat pelayaran dari Kota Kendari menuju Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Kamis (11/6/2026) sore. Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang viral, ruang VIP di kapal tampak digunakan sebagai lokasi persalinan darurat. Proses persalinan dilakukan ketika kapal dalam perjalanan menuju Pelabuhan Nusantara Raha.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 16.30 WITA. Waktu itu disebut berada tepat ketika kapal sedang menuju pelabuhan tujuan.
Petugas Syahbandar Pelabuhan Nusantara Raha, Muhamad Ipong, membenarkan adanya peristiwa persalinan di kapal cepat tersebut. Ia menyampaikan bahwa kejadian itu terjadi pada hari sebelumnya.
“Kejadiannya kemarin, sekitar setengah empat (sekitar 16.30 WITA),” jelas Ipong, dikutip dari Tribun Sultra, Jumat (12/6/2026). Pernyataan Ipong itu merujuk pada waktu proses berlangsung di tengah pelayaran.
Ipong juga menjelaskan bahwa kapal Express Cantika 07 saat itu tengah melayani pelayaran dari Pelabuhan Kendari menuju Kota Raha, Kabupaten Muna. Ia mengatakan kapal sudah tidak terlalu jauh dari pelabuhan.
“Sudah dekatmi dengan pelabuhan Raha ,” katanya. Dengan kondisi jarak yang sudah dekat tersebut, proses darurat dilakukan sebelum kapal tiba di pelabuhan.
Belum diketahui secara pasti kapan penumpang tersebut mulai mengalami kontraksi. Namun, kondisi darurat membuat persalinan harus dilakukan segera.
Proses persalinan kemudian berlangsung di ruang VIP yang dialihfungsikan menjadi kamar bersalin darurat. Dalam video, bagian belakang ruang VIP terlihat ditutup menggunakan kain untuk memberikan privasi selama proses berlangsung.
Di bagian yang tertutup itu, seorang wanita yang diduga tenaga kesehatan atau bidan tampak menggendong bayi yang baru dilahirkan. Wanita tersebut terlihat masih mengenakan sarung tangan medis setelah membantu proses persalinan.
Adapun bayi yang baru lahir tampak telah dibedong menggunakan kain berwarna putih dan merah. Setelah proses persalinan selesai, bayi tersebut disebut berhasil dilahirkan dengan selamat.
Secara keseluruhan, peristiwa persalinan darurat di ruang VIP tersebut terjadi ketika kapal berada dalam perjalanan menuju Pelabuhan Nusantara Raha. Video yang memperlihatkan proses persalinan dan suasana di ruang VIP kemudian memunculkan perhatian luas di media sosial.
Informasi yang disampaikan Ipong menempatkan waktu kejadian pada sekitar pukul 16.30 WITA pada Kamis (11/6/2026). Penjelasan itu sekaligus menunjukkan bahwa persalinan berlangsung saat kapal sudah mendekati pelabuhan tujuan.
Dengan demikian, peristiwa yang awalnya berlangsung sebagai situasi darurat di tengah pelayaran akhirnya diketahui publik setelah rekamannya viral. Detail mengenai pengalihan fungsi ruang VIP dan upaya menjaga privasi selama proses persalinan terlihat jelas dalam video yang beredar.
Video yang beredar memperlihatkan bahwa ruang yang semestinya diperuntukkan bagi penumpang dengan fasilitas khusus berubah fungsi menjadi ruang bersalin darurat. Pengalihan tersebut dilakukan selama kapal masih berada di fase pelayaran menuju pelabuhan tujuan.
Dalam rekaman itu, suasana di bagian belakang ruang VIP terlihat dibuat lebih tertutup dengan kain sebagai upaya menjaga privasi. Penutupan area tersebut membantu membatasi pandangan selama proses persalinan berlangsung, meski dilakukan di tengah perjalanan laut.
Petugas setempat menyebutkan bahwa proses dilakukan pada waktu kapal sudah berada pada jarak yang semakin dekat dengan Pelabuhan Nusantara Raha. Meski demikian, informasi mengenai kapan kontraksi mulai terjadi tidak disebutkan secara rinci, karena fokus utama saat itu adalah penanganan segera.
Setelah proses persalinan selesai, bayi yang baru lahir disebut berhasil dilahirkan dengan selamat dan tampak dibedong menggunakan kain berwarna putih dan merah. Keseluruhan rangkaian peristiwa darurat tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah rekamannya menyebar luas di media sosial.









