jurnalistik.co.id – Pemerintah pusat kembali memberi pengakuan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi, Kemendagri menobatkan Sultra sebagai Terbaik II untuk kategori Creative Financing tingkat provinsi.
Pengumuman itu disampaikan dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (29/5/2026). Capaian tersebut menempatkan Sultra di jajaran daerah yang dinilai berhasil mengembangkan inovasi pembiayaan pembangunan daerah melalui pendekatan yang lebih kreatif dan terukur.
Kategori Creative Financing diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai mampu mengoptimalkan berbagai sumber daya lewat inovasi pembiayaan pembangunan. Dalam penilaiannya, aspek yang diperhitungkan mencakup kemampuan daerah mengelola badan usaha milik daerah (BUMD) untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), digitalisasi, tata kelola keuangan, serta sejumlah indikator pengelolaan keuangan daerah lainnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa penilaian kategori Creative Financing mengacu pada data riil PAD yang bersumber dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Karena berbasis data tersebut, hasil penilaian disebut dilakukan secara transparan dan terukur.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih daerahnya. Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kemendagri, yang telah mempercayakan Sultra menjadi lokasi pelaksanaan acara berskala regional itu.
Andi mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut ikut memberi dampak ekonomi bagi daerah, terutama Kota Kendari. Menurut dia, dampak itu terlihat dari meningkatnya tingkat okupansi hotel selama acara berlangsung. Ia juga menyampaikan selamat kepada seluruh pemerintah daerah di Sulawesi yang berhasil memperoleh penghargaan.
“Selamat dan sukses kepada pemda yang memperoleh penghargaan. Semoga menambah motivasi bekerja dan penguat semangat bersinergi dengan pemerintah pusat,” ujarnya dalam siaran langsung acara yang ditayangkan di kanal YouTube Kompas.com, Jumat.
Ajang pengakuan bagi kepala daerah berprestasi
Mendagri Tito mengatakan, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 menjadi ruang pengakuan bagi kepala daerah yang menunjukkan kinerja nyata dalam membangun wilayahnya. Ia menilai, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, masih banyak kepala daerah yang mampu bekerja dengan baik, menjaga integritas, dan konsisten mendorong kemajuan daerah.
Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 merupakan program yang diselenggarakan Kemendagri bersama Kompas.com. Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dalam tiga gelombang hingga November 2026. Melalui ajang tersebut, pemerintah pusat ingin mendorong iklim kompetitif antardaerah sekaligus memberi ruang bagi daerah yang berhasil menunjukkan kinerja nyata.
Di sisi lain, penghargaan yang diterima Sultra juga menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang inovatif. Kategori Creative Financing tidak hanya menilai kemampuan daerah dalam memperkuat PAD, tetapi juga menyoroti bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan instrumen yang tersedia secara lebih efektif, termasuk tata kelola yang rapi dan penggunaan data yang akurat.
Bagi Sultra, pencapaian ini menjadi catatan penting dalam ajang regional tersebut. Selain membawa nama baik daerah, penghargaan itu juga menunjukkan bahwa inovasi pembiayaan pembangunan dapat menjadi salah satu faktor yang diapresiasi dalam penilaian kinerja pemerintah daerah.
Pencapaian tersebut juga memperlihatkan bahwa ruang inovasi di daerah tidak melulu bertumpu pada besarnya anggaran, melainkan pada cara pemerintah mengelola sumber daya yang sudah ada agar hasilnya lebih optimal. Dalam konteks itu, penilaian berbasis data riil dari SIPD memberi pesan bahwa konsistensi tata kelola dan ketepatan membaca potensi daerah menjadi bagian penting dari performa yang diakui.
Dengan hadirnya penghargaan ini, Sultra memperoleh momentum tambahan untuk menjaga ritme kerja dan memperkuat sinergi lintas pihak. Di saat yang sama, ajang apresiasi ini menjadi pengingat bahwa kompetisi antardaerah tidak hanya soal capaian administrasi, tetapi juga soal kemampuan menghadirkan terobosan yang benar-benar terasa dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan daerah.










