jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (25/6/2026) dengan penguatan kuat di zona optimistis. Indeks menguat 1,96% dan bertengger di level 5.999.
Pada penutupan tersebut, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian 6.056 pada sesi sebelumnya. Di sisi lain, pergerakan juga mencatat level terendah di 5.864, sebelum akhirnya ditutup menguat.
Berdasarkan data Bloomberg Technoz, kenaikan ini membuat IHSG tercatat sebagai kenaikan tertinggi ketiga di Bursa Asia. IHSG mengungguli mayoritas indeks kawasan, sementara KOSPI (Korea Selatan) menguat 5,42% dan NIKKEI 225 (Jepang) naik 4,61%.
Dari aktivitas perdagangannya, volume transaksi tercatat mencapai 22,57 miliar saham. Nilai jual–beli pada perdagangan Kamis itu juga tercatat sebesar Rp13,64 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,7 juta kali.
Komposisi pergerakan saham menunjukkan dominasi sentimen positif di pasar. Sebanyak 537 saham mengalami penguatan, sementara 135 saham melemah. Adapun 141 saham lainnya tidak bergerak selama perdagangan.
Perdagangan dan keluasan pergerakan
Penguatan 1,96% pada penutupan mencerminkan adanya dorongan beli yang mampu mengangkat IHSG melewati area yang lebih tinggi pada hari yang sama. Secara intraday, indeks bergerak dari level terendah 5.864 menuju puncak 6.056 sebelum akhirnya menetap di 5.999.
Pergerakan tersebut terjadi di tengah aktivitas transaksi yang tinggi. Volume 22,57 miliar saham serta nilai Rp13,64 triliun menggambarkan pasar yang aktif, dengan frekuensi 1,7 juta kali yang menunjukkan keterlibatan pelaku pasar dalam beragam transaksi.
Keluasan pergerakan saham juga menjadi salah satu indikator penting dari kekuatan penguatan indeks. Ketika 537 saham menguat dibanding 135 saham yang melemah, lanskap pasar terlihat lebih condong ke sisi positif, meskipun masih ada sejumlah saham yang korektif.
Dengan hasil akhir ini, IHSG tidak hanya menguat di perdagangan domestik, tetapi juga menempatkan kinerja indeks sebagai salah satu yang menonjol di level kawasan. Posisi IHSG sebagai kenaikan tertinggi ketiga di Bursa Asia sejalan dengan penguatan indeks-indeks utama regional, yakni KOSPI dan NIKKEI 225 yang juga bergerak menguat pada hari yang sama.
Secara keseluruhan, penutupan Kamis (25/6/2026) memperlihatkan pasar yang tetap responsif dan aktif, serta memberikan gambaran bahwa sentimen positif mampu mendorong indeks untuk bertahan di level yang lebih tinggi meski sempat melewati rentang kenaikan dan penurunan intraday.
Penguatan IHSG juga tercermin dari rentang pergerakan yang relatif lebar dalam satu sesi. Indeks sempat bergerak dari area terendah 5.864 menuju puncak harian 6.056, lalu kembali menetap di level 5.999. Pola ini menunjukkan bahwa tekanan beli mampu menjaga indeks tetap berada di sisi atas meski terjadi fluktuasi di sepanjang perdagangan.
Aktivitas transaksi yang tinggi menjadi bagian penting dari gambaran hari tersebut. Dengan volume 22,57 miliar saham dan nilai Rp13,64 triliun, perdagangan berjalan melibatkan banyak putaran transaksi, yang terlihat dari frekuensi mencapai 1,7 juta kali. Kondisi ini memberi sinyal bahwa pergerakan tidak hanya terjadi secara sesaat, tetapi didukung aktivitas pasar yang luas.
Dari sisi keluasan, komposisi pergerakan saham memperkuat indikasi sentimen positif. Sebanyak 537 saham mengalami penguatan, berbanding 135 saham yang melemah, sementara 141 saham lainnya tidak mengalami perubahan. Dengan mayoritas menguat, arah penguatan indeks cenderung lebih terjaga karena dukungan tidak datang dari satu kelompok saham saja.
Terlebih, capaian IHSG yang menjadi kenaikan tertinggi ketiga di Bursa Asia menempatkan kinerja indeks dalam konteks regional yang juga menguat. KOSPI menguat 5,42% dan NIKKEI 225 naik 4,61% pada hari yang sama, sehingga pergerakan IHSG sejalan dengan kecenderungan apresiasi yang terjadi di kawasan. Secara keseluruhan, penutupan Kamis memperlihatkan pasar tetap responsif terhadap dorongan positif dan mampu bertahan pada level yang lebih tinggi dibanding titik terendah intraday.












