jurnalistik.co.id – Sejumlah peristiwa penting tercatat dalam sejarah dunia pada 4 Juni, mulai dari penyerahan Siprus kepada Britania Raya pada akhir abad ke-19, pembunuhan panglima perang Tiongkok Zhang Zuolin oleh agen Jepang pada awal abad ke-20, hingga berakhirnya Evakuasi Dunkerque dalam Perang Dunia II.
Berikut rangkuman peristiwa bersejarah yang terjadi pada 4 Juni, berdasarkan catatan peristiwa-peristiwa utama yang disebutkan dalam sumber.
1878 — Kesultanan Utsmaniyah serahkan Siprus kepada Britania Raya
Pada 4 Juni 1878, Kesultanan Utsmaniyah menyerahkan pengelolaan Pulau Siprus kepada Britania Raya melalui sebuah kesepakatan yang ditandatangani secara rahasia pada tanggal tersebut.
Kesepakatan itu merupakan hasil negosiasi antara kedua pihak yang berlangsung pada awal tahun 1878.
1928 — Zhang Zuolin dibunuh agen Jepang
Zhang Zuolin dikenal sebagai salah satu panglima perang paling berpengaruh di Tiongkok pada awal abad ke-20. Ia menguasai wilayah Manchuria dan disebut sempat memiliki pengaruh besar di kawasan utara Tiongkok, termasuk Beijing.
Pada 4 Juni 1928, Zhang Zuolin tewas setelah kereta yang ditumpanginya diledakkan oleh sekelompok perwira Jepang.
Aksi pembunuhan tersebut dilakukan oleh anggota Pasukan Guandong yang ingin memperkuat pengaruh Jepang di Manchuria.
Setelah kematian Zhang Zuolin, kekuasaan di Manchuria diteruskan oleh putranya, Zhang Xueliang.
1940 — Evakuasi Dunkerque berakhir
Operasi Dynamo atau Evakuasi Dunkerque resmi berakhir pada 4 Juni 1940. Operasi militer besar-besaran ini berhasil menyelamatkan lebih dari 300.000 tentara Sekutu yang terjebak di Dunkerque, Prancis.
Penyelamatan itu terjadi ketika pasukan Jerman terus mendesak dalam Pertempuran Prancis pada Perang Dunia II.
Keberhasilan evakuasi tersebut kemudian dikenal sebagai “Mukjizat Dunkerque” dan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perang.
Dengan demikian, 4 Juni memperlihatkan beragam perubahan besar dalam konteks yang berbeda—mulai dari perjanjian wilayah yang dirahasiakan, hingga peristiwa yang terkait langsung dengan konflik dan strategi kekuasaan di berbagai era.
Rangkaian peristiwa itu juga menunjukkan bagaimana satu tanggal yang sama dapat memuat cerita yang sangat berbeda, dari isu pengelolaan wilayah hingga operasi penyelamatan berskala besar di tengah perang.
Jika ditilik sebagai rangkaian, 4 Juni mempertemukan tiga corak sejarah yang berbeda namun sama-sama berurusan dengan perebutan kendali. Pada akhir abad ke-19, penyikapan terhadap Siprus dilakukan lewat kesepakatan yang dirahasiakan. Beberapa dekade kemudian, pertarungan kepentingan di wilayah utara Tiongkok dipicu oleh tindakan kekerasan yang ditujukan langsung pada figur berpengaruh. Lalu pada 1940, perhatian beralih ke upaya penyelamatan ketika garis pertempuran makin menekan.
Kesepakatan mengenai Pulau Siprus pada 1878 ditampilkan sebagai hasil proses negosiasi yang berlangsung pada awal tahun tersebut, dan akhirnya dituangkan dalam dokumen yang ditandatangani secara rahasia pada tanggal 4 Juni. Dalam konteks ini, tanggal yang sama tidak hanya menjadi penanda peristiwa, tetapi juga memperlihatkan bahwa keputusan politik bisa terjadi melalui jalur tertutup, sementara dampaknya merembet pada pengelolaan wilayah.
Di era berikutnya, gambaran yang muncul tentang Zhang Zuolin menekankan bagaimana strategi pengaruh dijalankan melalui tindakan yang ekstrem. Ia yang menguasai Manchuria dan memiliki pengaruh besar di kawasan utara Tiongkok, termasuk Beijing, berakhir setelah kereta yang ditumpanginya diledakkan oleh perwira Jepang pada 4 Juni 1928. Aksi itu disebut terkait anggota Pasukan Guandong yang berupaya memperkuat posisi Jepang di Manchuria, dan setelah kematiannya, kekuasaan beralih kepada Zhang Xueliang.
Pada 1940, narasi berpindah ke medan tempur yang menuntut reaksi cepat. Operasi Dynamo atau Evakuasi Dunkerque resmi berakhir pada 4 Juni 1940 dan digambarkan sebagai upaya besar untuk menyelamatkan lebih dari 300.000 tentara Sekutu yang terjebak di Dunkerque, Prancis. Keberhasilan itu menjadi dikenal sebagai “Mukjizat Dunkerque”, terutama karena terjadi ketika pasukan Jerman terus mendesak dalam Pertempuran Prancis selama Perang Dunia II.
Dengan begitu, 4 Juni tidak hanya menyimpan catatan tanggal peristiwa, tetapi juga memberi gambaran tentang bagaimana dunia menghadapi tantangan yang berubah-ubah: dari negosiasi rahasia terkait pengelolaan wilayah, ke perubahan kekuasaan akibat pembunuhan tokoh, hingga operasi penyelamatan berskala besar di tengah tekanan militer. Keberagaman tema tersebut membuat pembacaan tanggal ini terasa seperti potret singkat perjalanan strategi, konflik, dan respons manusia lintas era.






