Peristiwa

BNPB: Karhutla Buleleng Hanguskan 48 Hektare, Terbesar dalam 6 Kejadian

×

BNPB: Karhutla Buleleng Hanguskan 48 Hektare, Terbesar dalam 6 Kejadian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Karhutla di Buleleng Hanguskan 48 Hektare Lahan, Terluas dalam 6 Peristiwa Serupa

jurnalistik.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Buleleng, Bali, tercatat sebagai kejadian terluas setelah menghanguskan sekitar 48 hektare lahan. Pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilakukan pada periode 20 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 21 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam keterangannya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut luasan tersebut menjadi yang terbesar pada periode pemantauan. Ia menjelaskan bahwa lahan berupa vegetasi rerumputan kering seluas 48 hektare berada di wilayah perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.

“Kejadian karhutla dengan luasan terbesar terjadi di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Lahan berupa vegetasi rerumputan kering seluas 48 hektar di wilayah perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, dilalap api dan terlihat dari Villa Bukit Kursi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

Api diketahui mulai terlihat sejak Jumat (17/7/2026). Pada penanganannya, tim gabungan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran, melibatkan BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.

Abdul Muhari melaporkan bahwa kondisi di lokasi telah ditangani hingga statusnya tidak lagi mengkhawatirkan. “Kondisi di lokasi saat ini dilaporkan telah aman dan terkendali,” ujarnya.

Enam kejadian karhutla di beberapa provinsi

Selain Buleleng, setidaknya enam kejadian karhutla juga dilaporkan terjadi di Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Penyebaran kejadian itu menunjukkan bahwa titik api tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah.

Di Jawa Tengah, kebakaran terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Luas lahan yang terbakar sekitar 3,5 hektar, berdasarkan hasil asesmen BPBD.

Penyebab kebakaran di wilayah tersebut disebut berkaitan dengan aktivitas pembersihan lahan yang tidak terkendali. Api kemudian merambat ke kawasan Petak 98 E Perhutani Cawas BKPH Wonogiri, dan upaya pemadaman dilakukan oleh petugas gabungan.

“Berkat upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan di lapangan, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama,” kata Abdul Muhari.

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 2 hektar lahan di Jalan Pantai Mudong, Desa Padang, Kecamatan Manggar. Kebakaran yang muncul sejak Jumat (17/7/2026) akhirnya berhasil dipadamkan pada Senin (20/7/2026) malam.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan total luas lahan yang terbakar lebih dari 7 hektar. Di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara, kebakaran menghanguskan sekitar 2 hektar lahan di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga.

Untuk dua wilayah tersebut, tim gabungan disebut berhasil mengendalikan api sehingga kebakaran tidak meluas. Artinya, meskipun terjadi di beberapa tempat, penanganan di lapangan diarahkan agar tidak berkembang lebih luas.

BNPB mengingatkan potensi masih tinggi

Meski beberapa titik api telah ditangani, BNPB mengingatkan bahwa potensi karhutla masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan musim dan kondisi cuaca berpotensi memengaruhi risiko kebakaran, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga.

Dengan adanya kejadian terluas di Buleleng serta laporan karhutla di berbagai provinsi lain, pemerintah menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapsiagaan lintas pihak. Penindakan cepat di lokasi menjadi kunci agar karhutla tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar.

Selama masa pemantauan oleh Pusdalops BNPB pada 20 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 21 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, perkembangan di lapangan terus dipantau untuk memastikan informasi luasan dan kondisi penanganan dapat diperbarui secara berkala. Dalam laporan tersebut, disebutkan pula bahwa titik api di Buleleng yang mulai terlihat sejak Jumat (17/7/2026) akhirnya berangsur terkendali hingga statusnya tidak lagi dikategorikan mengkhawatirkan.

Di beberapa provinsi lainnya, laporan kejadian karhutla juga menunjukkan pola yang serupa: api ditangani melalui pengerahan tim gabungan dan langkah pemadaman difokuskan agar kebakaran tidak melebar. Meski terdapat perbedaan lokasi dan luasan pada masing-masing wilayah, upaya di lapangan diarahkan pada respons cepat dan koordinasi antarpihak, sementara BNPB tetap mengingatkan agar kesiapsiagaan tidak menurun karena potensi kebakaran masih bisa meningkat dalam hari-hari berikutnya.