Peristiwa

Brimob Polda Gorontalo Padamkan Kebakaran Lahan Botumoputi (1 Sep 2026), AWC Terkendala Sungai, Pakai Mesin Alkon

×

Brimob Polda Gorontalo Padamkan Kebakaran Lahan Botumoputi (1 Sep 2026), AWC Terkendala Sungai, Pakai Mesin Alkon

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Brimob Gorontalo Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Botumoputi, Gunakan Mesin Alkon

jurnalistik.co.id – Satuan Brimob Polda Gorontalo bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan di Botumoputi. Peristiwa itu terjadi di Desa Botumoputi, Isimu Raya, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, tepatnya di kawasan Jalan Molingkapoto menuju wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 10.43 WITA. Mendapat informasi kejadian, tim penanganan langsung merespons untuk melakukan pemadaman serta mencegah api meluas ke area lain di sekitar lokasi.

Tim Karhutla Satuan Brimob Polda Gorontalo yang dipimpin oleh Dantim Karhutla Ipda Dedy Lantu segera menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Langkah awal difokuskan pada penanganan di titik-titik yang membutuhkan tindakan cepat agar proses pengendalian berjalan efektif.

Dalam pelaksanaan di lapangan, kondisi medan menjadi kendala utama. Mobil AWC Brimob tidak dapat menjangkau lokasi kebakaran karena terhalang aliran sungai yang berada di jalur menuju area terdampak.

Situasi tersebut tidak membuat penanganan berhenti. Personel kemudian menggunakan mesin Alkon sebagai alternatif untuk memadamkan titik-titik api yang masih menyala, sehingga operasi pemadaman tetap dapat dilakukan meski akses kendaraan mengalami hambatan.

Upaya pemadaman dilakukan bersama masyarakat setempat yang juga turut membantu personel di lokasi. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan, terutama pada titik yang memiliki keterbatasan akses bagi kendaraan pemadam.

Dansat Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel dalam menangani kejadian ini. Ia menekankan bahwa respons yang cepat menjadi hal paling utama saat kebakaran terjadi.

“Dalam setiap kejadian kebakaran, yang paling utama adalah kecepatan dalam melakukan penanganan. Meskipun kondisi medan menjadi kendala, personel harus mampu mencari alternatif dan tetap berupaya maksimal agar api dapat segera dikendalikan,” ujar Kombes Pol. Danu Waspodo. Menurutnya, kemampuan menyesuaikan metode penanganan di lapangan menjadi kunci ketika jalur akses tidak memungkinkan.

Selain itu, Kombes Pol Danu Waspodo juga mengapresiasi keterlibatan warga dalam proses pemadaman. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut membantu. Sinergi seperti ini sangat penting, karena penanganan kebakaran membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Berbekal komitmen untuk memberikan respons cepat, Satuan Brimob Polda Gorontalo terus hadir dalam setiap situasi yang membutuhkan kehadiran personel, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Melalui upaya pemadaman yang menyesuaikan kondisi medan, Brimob berupaya agar penanganan berjalan maksimal dan perlindungan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas.

Dalam kejadian di Botumoputi ini, kombinasi respons cepat di awal, penggunaan mesin Alkon saat akses AWC tidak memungkinkan, serta dukungan warga setempat menjadi rangkaian langkah yang saling melengkapi. Dengan demikian, penanganan kebakaran dapat terus dilakukan secara terarah meski menghadapi tantangan dari kondisi lapangan.

Usai laporan diterima, tim melakukan respons terukur dengan langsung menyiapkan langkah pengendalian di sekitar lokasi kejadian. Fokusnya diarahkan pada upaya agar api tidak cepat membesar dan menjangkau area lain di sekeliling titik kebakaran. Penanganan juga disertai pemantauan kondisi di lapangan agar setiap titik yang masih berpotensi menyala dapat segera ditangani.

Ketika operasi berlangsung, keterbatasan akses menjadi tantangan yang harus diatasi tanpa mengurangi intensitas pemadaman. Karena aliran sungai menghalangi jalur menuju area terdampak, kendaraan AWC tidak dapat sampai ke lokasi yang membutuhkan tindakan paling cepat. Dalam kondisi itu, personel kemudian mengoptimalkan mesin Alkon untuk bekerja lebih dekat dengan titik api, sekaligus memastikan penanganan tetap berjalan sampai proses pemadaman benar-benar terkendali.

Selain dukungan internal tim, keterlibatan warga setempat turut memberi pengaruh besar terhadap kelancaran pelaksanaan di lapangan. Dengan bantuan masyarakat, proses pemadaman bisa dipercepat pada bagian-bagian yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, sehingga penanganan menjadi lebih efektif. Dansat Brimob juga menegaskan bahwa kecepatan respons serta kemampuan mencari alternatif metode merupakan kunci, sekaligus menjadi dasar komitmen Brimob untuk terus hadir dalam situasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tugasnya.