Peristiwa

DG, Bocah 10 Tahun di Lampung Utara, Tewas Terjerat Tali Tambang Ayunan

×

DG, Bocah 10 Tahun di Lampung Utara, Tewas Terjerat Tali Tambang Ayunan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bocah 10 Tahun di Lampung Utara Meninggal Terjerat Tali Ayunan

jurnalistik.co.id – Seorang bocah 10 tahun, DG, ditemukan tewas setelah lehernya terjerat tali tambang yang terpasang pada sebuah pohon dan selama ini biasa dipakai untuk ayunan di Lampung Utara.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Serba Indah, Desa Cempaka Timur, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

DG tercatat sebagai siswa kelas 3 sekolah dasar. Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, anak tersebut saat kejadian berada sendirian.

“Jadi memang pohon itu biasa digunakan untuk bermain anak-anak. Di pohon itu ada tali tambang yang biasa digunakan untuk ayunan, namun malam itu korban ini bermain sendirian,” kata AKP Ivan Roland Cristofel, Sabtu (8/8/2026).

AKP Ivan menjelaskan, sebelum insiden, DG keluar rumah untuk bermain di bawah pohon yang telah dipasangi tali tambang sebagai ayunan. Setelah itu, sekitar 15 menit berselang, kakak korban, MB (17), memanggil DG karena hari sudah malam.

MB kemudian melihat tidak ada jawaban dari adiknya. Karena tidak kunjung merespons, MB memilih keluar rumah untuk mencari DG.

Saat tiba di lokasi, MB justru menemukan DG dalam kondisi tergantung pada tali yang terikat di pohon. Dalam temuan tersebut, kaki korban masih menyentuh tanah.

“Awal yang ditemukan itu kakaknya, jadi karena sudah malam, kakaknya ini mencari korban, tetapi tidak ada jawaban dan pada saat ke lokasi kakaknya melihat korban sudah tergantung,” jelas AKP Ivan.

Setelah menyadari kejadian tersebut, MB berteriak meminta pertolongan. Bibi korban, SM (33), yang berada di dalam rumah segera menghampiri lokasi saat mendengar teriakan.

Tali yang menjerat leher DG kemudian dilepaskan, dan warga berdatangan untuk membantu proses pertolongan. Seluruh upaya tersebut dilakukan di tengah waktu malam, di sekitar area pohon tempat DG biasa bermain.

Hingga akhirnya DG ditemukan dalam kondisi tergantung, rangkaian kejadian bermula dari kebiasaan bermain di tempat yang telah dikenal. Namun, pada malam Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, permainan yang melibatkan tali tambang berubah menjadi tragedi.

Kasatreskrim Polres Lampung Utara juga menguraikan bahwa rangkaian kejadian berawal ketika DG mendatangi pohon yang sama seperti biasa dijadikan tempat bermain. Karena malam sudah larut, ia tidak didampingi siapa pun. Sementara itu, MB baru menyadari adiknya tidak kunjung kembali setelah jeda waktu yang tidak lama.

Ketika MB tidak memperoleh jawaban dari adiknya, ia kemudian menelusuri sekitar area dekat pohon tersebut. Pada saat tiba di lokasi, MB justru melihat DG berada dalam posisi tergantung pada tali yang terikat di pohon. Meski begitu, kaki korban masih bersentuhan dengan tanah, sehingga kondisi itu sempat menyisakan gambaran bahwa kejadian berlangsung cepat.

Mendengar teriakan MB, SM (33) yang merupakan bibi korban segera keluar rumah untuk membantu. Setelah warga berkumpul di sekitar tempat kejadian, tali yang menjerat leher DG dilepaskan agar korban bisa mendapat pertolongan lebih lanjut. Proses pertolongan dilakukan pada malam hari di lingkungan yang telah dikenal sebagai lokasi ayunan.

Pihak kepolisian menekankan bahwa penggunaan tali tambang pada pohon tersebut memang sudah menjadi kebiasaan permainan anak-anak. Namun, pada malam Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, kebiasaan tersebut berujung pada tragedi. Keterangan AKP Ivan menjadi penegasan bahwa faktor utama yang disebut adalah korban bermain sendirian sebelum ditemukan dalam kondisi tergantung.

Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian karena menunjukkan bagaimana benda yang sebelumnya dipakai untuk aktivitas bermain dapat berubah menjadi risiko ketika tidak ada pengawasan. Kronologi yang berjarak hanya beberapa puluh menit—mulai dari DG bermain, dipanggil kakak, hingga ditemukan tergantung—menggambarkan betapa cepatnya situasi dapat memburuk pada saat waktu sudah larut.