jurnalistik.co.id – Kebakaran yang terjadi di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta membuat aktivitas kantor pemerintahan beralih sementara. Pada Senin (10/8/2026) pagi, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap mendatangi lokasi untuk mengikuti apel dan pengarahan, sebelum menjalani work from home (WFH) atau diarahkan pindah tugas.
ASN yang berkantor di Gedung Bapenda DKI Jakarta, Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, datang mengenakan seragam putih-hitam. Mereka tiba untuk mengikuti apel dan menerima arahan dari pimpinan perangkat daerah setelah kejadian kebakaran.
Seorang pegawai yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa kehadiran ASN pada hari Senin merupakan bagian dari instruksi kedinasan, meski pelaksanaan kerja tidak dilakukan di dalam gedung. Ia mengatakan, “Karena ini hari Senin, jadi emang disuruh datang, tetap masuk hari ini, tapi enggak kerja, enggak bisa masuk (ke dalam Gedung Bapenda Jakarta ),” ucapnya.
Pengarahan berlangsung di area lapangan belakang gedung pada pukul 09.30 WIB. Arahan tersebut terutama membahas pembagian tugas serta penyesuaian skema kerja bagi pegawai yang terdampak, termasuk pilihan bekerja dari rumah (WFH) maupun pemindahan lokasi kantor.
Menurut keterangan pegawai lainnya, apel pagi sempat digelar, tetapi yang mengikuti tidak berlangsung dalam jumlah besar. Ia menuturkan, “Sempat apel pagi di lapangan, tapi cuma sedikit yang apel, dapat arahan gimana-gimana ke depannya, ada yang pindah kantor dulu katanya, terus ada yang WFH, pulang lagi.”
Meski sudah mengikuti pengarahan, para pegawai belum diperbolehkan masuk ke area dalam gedung. “Belum, belum boleh masuk kita, masih di- police line , takut bahaya juga, barang sih sebagian masih pada di dalam,” kata pegawai tersebut.
WFH dua hari dan rencana kantor pengganti
Berita Terkait
Nattya, salah satu pegawai Bapenda DKI Jakarta yang tergabung dalam tim Jakarta Smart Tax 2026, menyebut apel dan pengarahan dilakukan untuk memberi kepastian arah kerja. “Kalau untuk hari ini kami ada apel pengarahan apa ya, kegiatan yang selanjutnya dilaksanakan seperti apa. Karena gedungnya sudah kebakaran, akhirnya kita direncanakan untuk WFH dua hari, yaitu Senin dan Selasa,” ujarnya.
Nattya menjelaskan bahwa kebakaran juga berdampak pada ruang kerja di lantai 15 tempat ia bekerja. Ia mengatakan, para pegawai direncanakan mulai menempati lokasi kantor sementara pada Rabu (12/8/2026) mendatang.
Ia merinci rencana perpindahan tersebut ke beberapa gedung pengganti. “Direncanakan hari Rabu insya Allah akan ada gedung baru. Untuk rencana ada di Cikini, Gedung Naya dan di Jatinegara, UP3D. Insya Allah seperti itu, cuma masih disurvei dulu nanti,” tuturnya.
Nattya menambahkan, karena kapasitas gedung sementara terbatas, Pemprov DKI harus memecah lokasi kerja ASN ke dua titik berbeda. Dua tempat itu berada di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, serta Jatinegara, Jakarta Timur.
Dengan skema tersebut, aktivitas pemerintahan berjalan bertahap sambil menunggu proses penyiapan kantor pengganti. Pada hari Senin ini, apel dan pengarahan menjadi langkah awal untuk memastikan para ASN memahami penyesuaian tugas, apakah akan bekerja dari rumah dalam dua hari ke depan atau mulai berpindah sesuai arahan berikutnya.
Setelah sesi pengarahan selesai, pegawai tetap mengikuti pembatasan akses menuju gedung yang terdampak. Mereka berada di luar area dalam pengawasan, sehingga pelaksanaan aktivitas kantor tidak dilakukan di dalam bangunan. Pembatasan itu juga menjadi alasan sebagian barang masih tersimpan di dalam gedung, sambil menunggu situasi dinyatakan lebih aman untuk langkah penanganan lanjutan.
Untuk kesinambungan kerja selama masa penyesuaian, skema yang disampaikan berfokus pada pemisahan tahapan kegiatan. Pada hari Senin dan Selasa, para pegawai menjalankan pekerjaan dari rumah sesuai rencana yang telah ditetapkan. Sementara itu, untuk langkah berikutnya, seluruh arahan mengarah pada rencana peralihan tempat kerja pada hari Rabu, setelah kesiapan kantor pengganti benar-benar dimatangkan.
Pemerintah daerah kemudian menyiapkan beberapa opsi lokasi kantor sementara, yakni wilayah Cikini dan area Jatinegara, yang selanjutnya dijabarkan menjadi dua titik penempatan agar kapasitas bisa menampung seluruh pegawai. Rencana tersebut masih menunggu proses survei, sehingga penetapan detail lokasi pengganti dilakukan bertahap. Dengan pembagian dua titik itu, aktivitas pemerintahan tetap bisa berjalan sambil menunggu penyiapan fasilitas pengganti dan penyesuaian penempatan pegawai.












