Peristiwa

Kebakaran Pabrik Bingkai di Duren Sawit Bikin Jalan Haji Naman Jakarta Timur Macet

×

Kebakaran Pabrik Bingkai di Duren Sawit Bikin Jalan Haji Naman Jakarta Timur Macet

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lalu Lintas Jalan Haji Naman Duren Sawit Jaktim Macet Imbas Kebakaran Pabrik Bingkai

jurnalistik.co.id – Kebakaran yang melanda pabrik bingkai di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, membuat arus kendaraan di sekitar lokasi menjadi tersendat pada Rabu pagi. Kepadatan terlihat terutama di Jalan Haji Naman, yang merupakan salah satu akses menuju area kejadian.

Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu dini hari dan berdampak hingga beberapa kilometer dari pusat insiden. Pantauan Kompas.com di lokasi pada sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan antrean kendaraan memanjang di ruas Jalan Haji Naman.

Peristiwa ini bermula dari kebakaran pabrik bingkai yang berlokasi di Jalan Lampiri, Duren Sawit. Aktivitas pemadaman berlangsung di jam-jam pagi sehingga lalu lintas yang melintas di sekitar titik tersebut ikut terpengaruh.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menjelaskan bahwa dampak kemacetan bisa mencapai jarak yang cukup jauh. “Kalau kita lihat memang sekitar 2 sampai 3 km dari titik Jalan Naman sampai ke titik ini,” ujar Muchtar saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, wilayah yang terganggu tidak hanya berada tepat di depan lokasi kebakaran. Kepadatan bergerak mengikuti arus kendaraan di jalan-jalan penghubung yang menuju area pemadaman.

Selain faktor dekatnya akses jalan, kepadatan lalu lintas juga dipicu oleh keberadaan armada pemadam berukuran besar. Di lokasi, terdapat dua mobil pemadam yang digunakan untuk menyuplai air ke titik api.

Muchtar menyebutkan bahwa kedua unit tersebut berperan dalam proses penyaluran air selama pemadaman berlangsung. “Di sana ada dua unit mobil pemadam besar-besar, itu alat penyedot air untuk disuplai ke mobil-mobil sampai ke titik sumber api ini,” katanya.

Penempatan mobil-mobil tersebut membuat sebagian ruang jalan terpakai untuk kebutuhan operasi. Kondisi ini kemudian memengaruhi kelancaran kendaraan yang melintas, terutama pada jam padat.

Pengaturan arus selama pemadaman

Untuk mengurai kepadatan, petugas melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut melibatkan polisi, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP yang mengatur pergerakan kendaraan.

Rekayasa yang dilakukan mencakup penyesuaian arah jalan. Jalur yang semula digunakan untuk dua arah kemudian diatur agar kendaraan tetap dapat melintas selama proses pemadaman berjalan.

Muchtar menegaskan bahwa pengaturan tersebut ditujukan supaya aktivitas di pagi hari tetap berjalan. “Jadi bukan mereka lawan arus, memang sudah diatur oleh petugas supaya jalan itu benar-benar (dapat diakses oleh) pengguna jalan sehingga bisa tetap melakukan aktivitasnya pagi hari ini,” jelasnya.

Dengan adanya pengaturan, petugas berusaha menjaga agar kendaraan tidak sepenuhnya berhenti total. Meski demikian, antrean tetap terbentuk karena volume kendaraan yang melintas bertepatan dengan kebutuhan operasi pemadam.

Dalam situasi seperti ini, pengemudi biasanya perlu menyesuaikan rute dan waktu tempuh. Kepadatan yang muncul menjadi kombinasi dari aktivitas pemadaman, penempatan armada, serta respons arus kendaraan dari jalan-jalan sekitar.

Imbauan bagi pengguna jalan

Muchtar juga mengimbau pengguna jalan yang melewati Jalan Haji Naman untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kepadatan. Penyesuaian perjalanan disarankan dilakukan sejak awal agar waktu tempuh tidak terdorong lebih lama.

Ia berharap, langkah antisipasi tersebut membantu pengendara menghindari hambatan yang muncul akibat proses pemadaman di lokasi. Dengan demikian, aktivitas harian dapat tetap berjalan walau area sekitar sedang berada dalam tahap penanganan kebakaran.

Api yang melibatkan pabrik bingkai itu membuat proses penanganan berlangsung hingga pagi. Karena operasi pemadam membutuhkan suplai air dan berlangsung di sekitar titik kejadian, arus kendaraan yang awalnya tersendat kemudian ikut “terbawa” oleh kebutuhan aktivitas di area pemadaman.

Petugas juga berupaya memastikan kendaraan tetap dapat bergerak meski kepadatan meningkat. Rekayasa yang dilakukan membuat arah pergerakan mengalami penyesuaian, sehingga kendaraan tidak sepenuhnya berhenti. Meski demikian, antrean tetap muncul karena volume lalu lintas bertemu pada waktu yang bertepatan dengan proses pemadaman.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pengguna jalan diimbau lebih siap menghadapi kemungkinan perlambatan saat melintas di ruas menuju Jalan Haji Naman. Pengendara disarankan menyiapkan waktu tempuh tambahan dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan tidak makin melambat di bagian-bagian jalan penghubung.