jurnalistik.co.id – Siswa SDN 2 Jati di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, kembali menerima makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sempat berhenti sehari. Kepala SDN 2 Jati, Eni Puji Astuti, menyampaikan bahwa pada Kamis (13/8/2026) kegiatan MBG berjalan seperti sediakala usai jeda pada Rabu (12/8/2026).
Eni menjelaskan, pada hari sebelumnya sekolah mengalami penghentian sementara berkaitan dengan lauk yang menjadi bagian dari distribusi MBG. Setelah proses penarikan dilakukan, sekolah kemudian melanjutkan pemberian makanan pada hari berikutnya.
Di SDN 2 Jati, program MBG melibatkan 94 siswa penerima. Selain itu, terdapat 10 orang yang terdiri dari guru dan tenaga pendidik, serta dua sampel makanan yang dicicipi sebelum dibagikan kepada siswa.
Pada hari Kamis, susunan menu yang disampaikan kepada penerima meliputi nasi putih, tahu goreng, anggur, sayur acar, serta lauk sate lilit. Eni menilai kondisi menu pada hari tersebut sudah aman dan sesuai untuk dikonsumsi.
“Menunya hari ini aman, bagus artinya fresh,” kata Eni kepada Kompas.com pada Kamis (13/8/2026). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setelah jeda sehari, kualitas menu pada pelaksanaan hari berjalan dinyatakan laik oleh pihak sekolah.
Eni juga mengapresiasi langkah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menarik makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Menurutnya, ketika armada tiba di sekolah, makanan langsung ditarik kembali sehingga tidak diberikan kepada penerima manfaat pada hari Rabu.
Ia menekankan bahwa respons cepat tersebut menjadi bentuk antisipasi agar tidak ada permasalahan yang dialami penerima manfaat. “Artinya SPPG bekerja dengan cepat dan tanggap,” ucapnya, sekaligus menggambarkan perubahan prosedur yang dilakukan secara langsung saat ada indikasi masalah pada lauk.
Berita Terkait
Berdasarkan penuturannya, penarikan makanan dalam program MBG baru pertama kali terjadi sejak SDN 2 Jati resmi menjadi penerima manfaat per awal September 2025. Dengan kata lain, penghentian sehari tersebut muncul sebagai kejadian yang tidak umum di sekolah yang bersangkutan.
Di sisi lain, Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya, menyatakan bahwa pendistribusian MBG pada Kamis berlangsung normal. Ia menjelaskan, jumlah penerima pada hari tersebut mencapai 2.957 orang yang mendapatkan makanan dari dapur SPPG.
Abra merinci penerima manfaat MBG yang dikelola SPPG Jati, yakni mencakup anak sekolah, balita, ibu menyusui, serta ibu hamil. Dengan komposisi tersebut, pelaksanaan program ditujukan untuk beragam kelompok penerima dari berbagai kebutuhan gizi.
Ia menyampaikan bahwa pada hari ini tidak ada kondisi serupa seperti yang terjadi pada Rabu kemarin. “Kita hari ini distribusi normal, alhamdulillah tidak ada seperti kemarin,” tutur Abra pada kesempatan yang sama.
Dari penuturan pihak sekolah dan SPPG, penghentian sehari akibat lauk bermasalah menjadi momen evaluasi proses distribusi di tingkat pelaksana. Sikap penarikan yang dilakukan segera setelah armada sampai menunjukkan adanya mekanisme respons terhadap potensi kendala sebelum makanan benar-benar diberikan kepada siswa.
Dengan menu hari Kamis yang sudah dinyatakan aman oleh kepala sekolah, kegiatan MBG di SDN 2 Jati kemudian kembali dilaksanakan untuk seluruh penerima. Proses pendistribusian yang melibatkan pengecekan melalui sampel makanan juga disebut menjadi bagian dari alur sebelum makanan dibagikan.
Bagi para penerima, kelanjutan program pada hari berikutnya menjadi penanda bahwa distribusi bisa tetap berjalan meski sempat terjadi gangguan satu hari. Sementara bagi pengelola, peristiwa tersebut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan agar pemberian MBG berlangsung dengan standar kehati-hatian yang terukur.












