jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, pada Jumat (4/9/2026).
Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi jalannya program MBG sekaligus menilai kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani wilayah Bone Bolango.
Di lokasi, Idah menyaksikan langsung menu yang disajikan kepada para siswa penerima MBG. Ia menilai komposisi yang tersedia sudah berjalan, namun masih perlu ditingkatkan agar memenuhi unsur kelengkapan gizi, khususnya pada fase pertumbuhan.
“Dari hasil pantauan hari ini, bersama tim Satgas MBG kami melihat, angka kecukupan gizi masih sangat kurang untuk anak usia masa pertumbuhan, khususnya anak SMA kelas 3. Karena menu hari ini hanya ada telur, tahu isi, nasi, kemudian buah lengkeng,” ujar Idah.
Dalam pengamatan awal, Wagub Gorontalo juga menyoroti bahwa sayuran tidak terlihat dalam menu yang disajikan. Menurutnya, hal itu berpotensi membuat kebutuhan gizi belum tercakup secara seimbang untuk anak di usia sekolah menengah.
Ia kemudian menyampaikan temuannya setelah dilakukan pemeriksaan ulang terhadap komponen menu. Ternyata, sayuran berada di dalam tahu isi yang disediakan.
“Tadi saya lihat menunya tidak ada sayur, tetapi ternyata ada tahu isi yang isinya itu sayur. Oh, jadi sepertinya ini sayurnya tersembunyi,” kata Idah sambil bercanda.
Meski demikian, Idah tetap mendorong perbaikan dari sisi penyajian dan keberagaman menu. Ia menegaskan bahwa evaluasi tidak berhenti pada temuan saat peninjauan, melainkan harus berlanjut pada peningkatan kualitas konsumsi harian di sekolah.
Wagub menilai beberapa bagian menu justru sudah baik, termasuk unsur nasi dan buah yang disiapkan untuk siswa. Apresiasi tersebut disertai arahan agar komposisi diperbaiki dengan penambahan sayur dan penyelarasan kebutuhan gizi yang lebih lengkap.
Berita Terkait
“Alhamdulillah, buahnya bagus, nasinya cukup. Tetapi itu saja diperbaiki mengenai penambahan sayur. Jangan lupa juga angka proteinnya, protein nabati, protein hewani, kemudian sayur-sayuran,” tegasnya.
Idah meminta SPPG yang bertanggung jawab terhadap SMA Negeri 1 Tapa serta sekolah di sekitarnya untuk melakukan penilaian ulang terhadap menu yang disajikan. Menurutnya, perbaikan perlu dilakukan agar program MBG benar-benar mendukung pemenuhan gizi secara menyeluruh.
Selain komponen makanan, ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi terhadap pemberian susu dalam pelaksanaan MBG. Dalam pemantauannya, anak-anak disebut tidak lagi mendapatkan susu seperti sebelumnya.
“Ini juga penting untuk dievaluasi. Nanti minggu ini akan saya lihat. Karena biasanya kan ada susu, apalagi untuk anak-anak SD,” tandasnya.
Ia juga menekankan agar pelaksanaan MBG di Gorontalo tidak sampai menimbulkan persoalan kesehatan. Perhatian tersebut merujuk pada kejadian serupa yang pernah terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk kasus keracunan makanan.
Idah menilai, penguatan standar pemenuhan gizi tidak hanya soal kelengkapan menu, tetapi juga menyangkut kehati-hatian dalam pengelolaan pelaksanaan di lapangan. Karena itu, pengecekan berkala perlu dilakukan untuk memastikan program berjalan aman dan sesuai harapan.
Di SMA Negeri 1 Tapa, program MBG menargetkan 476 siswa. Pelaksanaan program berada di bawah naungan SPPG yang berlokasi di Kecamatan Bulango Timur.
Dengan angka penerima tersebut, Idah menilai penyesuaian menu harus dilakukan secara konsisten. Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas layanan MBG di lingkungan sekolah, sehingga anak-anak memperoleh asupan yang lebih seimbang untuk mendukung masa pertumbuhan.
Peninjauan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pengawasan program MBG akan terus dilakukan melalui koordinasi dengan Satgas MBG dan pihak terkait. Arahan perbaikan menu, termasuk penambahan sayur serta evaluasi susu, diharapkan menjadi langkah tindak lanjut yang langsung diterapkan.












