jurnalistik.co.id – Tiga hari menjelang pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII, persiapan di Gorontalo ditargetkan sudah mencapai 95 persen.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Media Center PENAS XVII di kompleks GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (17/6/2026).
Menurut Gusnar, capaian persiapan itu dirangkum berdasarkan progres yang sedang berjalan menjelang hari pembukaan. Ia juga menjelaskan bahwa pekerjaan masih memasuki tahap akhir.
“Secara persentase sampai hari ini persiapan PENAS kurang lebih sudah mencapai 90 hingga 95 persen. Pekerjaannya tinggal finishing dan perapian,” ungkap Gubernur Gusnar.
Sebelumnya, Gubernur Gusnar yang didampingi oleh unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo meninjau lokasi pembukaan serta gelar teknologi PENAS XVII. Kegiatan peninjauan tersebut juga melibatkan Bupati Sofyan Puhi, panitia pusat, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional.
Dari peninjauan yang dilakukan, terlihat sejumlah pekerja terus melakukan pembenahan di area kegiatan. Gusnar kemudian mengarahkan bahwa tahapan yang tersisa lebih difokuskan pada penyempurnaan agar pelaksanaan berjalan siap.
Dalam agenda gelar teknologi PENAS Petani Nelayan ke-XVII yang berlangsung di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gusnar bersama unsur Forkopimda melepas benih ikan di kolam. Kehadiran unsur pimpinan dalam kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan di lapangan.
Terkait kesiapan peserta, Gusnar menyebutkan bahwa berdasarkan data yang masuk ke KTNA Nasional, hingga Rabu pagi jumlah peserta yang sudah masuk ke Gorontalo tercatat sebanyak 8.700 orang. Gusnar juga menyampaikan bahwa angka tersebut akan bertambah seiring kedatangan peserta dari berbagai daerah.
Para peserta dijadwalkan hadir hingga tanggal 19 Juni 2026. Gusnar menegaskan bahwa perkembangan jumlah peserta masih mengikuti arus kedatangan menjelang rangkaian acara utama.
“Kita masih menunggu apakah yang nanti akan membuka PENAS adalah Bapak Wakil Presiden atau Menteri Pertanian. Mudah-mudahan hari ini kita sudah mendapatkan kepastiannya,” tutur Gusnar.
Dengan waktu yang tinggal beberapa hari menuju pembukaan, perhatian kemudian diarahkan pada penyelesaian pekerjaan finishing dan perapian. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh persiapan yang sudah berada pada kisaran 90 hingga 95 persen dapat terus dirapikan menjelang hari pelaksanaan PENAS.
Gorontalo, melalui penyelenggaraan di Media Center PENAS XVII dan peninjauan lapangan yang melibatkan unsur Forkopimda, panitia pusat, serta KTNA Nasional, memusatkan proses akhir pada kesiapan fasilitas dan kelancaran agenda pembukaan. Di saat yang sama, jumlah peserta yang telah masuk hingga 8.700 orang menjadi gambaran bahwa rangkaian kedatangan sudah berjalan menuju puncak kegiatan.
Dalam penjelasannya, Gusnar menekankan bahwa angka capaian tersebut merupakan akumulasi dari pekerjaan yang terus dikebut di sejumlah titik kegiatan. Tahapan yang tersisa diarahkan pada penataan ulang area, memastikan alur pelaksanaan berjalan tertib, serta menyelesaikan detail teknis menjelang hari pembukaan.
Selain kesiapan fisik, koordinasi antarpihak juga menjadi fokus dalam beberapa hari terakhir. Gusnar menyebut pelibatan berbagai unsur, mulai dari pimpinan daerah hingga unsur panitia, sebagai upaya untuk memastikan setiap rangkaian acara di lapangan berjalan sesuai skenario yang telah disusun bersama.
Di sisi lain, perkembangan kedatangan peserta terus dipantau melalui data yang dihimpun oleh KTNA Nasional. Dengan jumlah yang telah tercatat 8.700 orang pada Rabu pagi, penyelenggara menyiapkan penyesuaian layanan dan pengaturan agenda agar tetap selaras dengan jadwal peserta yang dijadwalkan hadir hingga 19 Juni 2026.
Gusnar juga menggarisbawahi bahwa penentuan pihak yang akan membuka PENAS masih menunggu kepastian. Karena itu, persiapan difokuskan agar fasilitas dan kelengkapan acara tetap siap digunakan kapan pun keputusan tersebut diumumkan, termasuk rangkaian gelar teknologi yang menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan di Kecamatan Limboto.












