jurnalistik.co.id – PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya telah kembali berjalan normal. Langkah ini diambil setelah terjadi kenaikan kebutuhan yang mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan konsumsi BBM di Medan dalam beberapa hari terakhir meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kenaikan tersebut terjadi seiring kembali bergulirnya aktivitas sekolah dan perkantoran yang membuat perjalanan warga bertambah.
“Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian,” kata Kitty dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Merespons kondisi itu, perusahaan memperkuat kapasitas distribusi agar pasokan tetap mampu memenuhi kebutuhan di SPBU. Perubahan dilakukan bukan hanya pada sisi jumlah armada, tetapi juga pada personel, pengawasan, serta pengaturan operasional yang lebih intensif.
“Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki , penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal,” ujar Kitty.
Untuk mempercepat proses penyaluran, Pertamina Patra Niaga menambah total 40 unit mobil tangki. Dari jumlah tersebut, perusahaan mengalokasikan 10 unit mobil tangki operasional dan 30 unit mobil tangki spot carter yang disiapkan untuk memperkuat distribusi ke sejumlah SPBU.
Selain penambahan armada, penguatan juga dilakukan pada sumber daya manusia. Pertamina Patra Niaga mengerahkan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat, serta melibatkan dukungan 16 personel dari Bekangdam.
Dengan kombinasi penambahan armada dan personel, distribusi diarahkan agar berlangsung sesuai standar keselamatan, kepatuhan, dan keandalan layanan. Pada saat yang sama, perusahaan meningkatkan pengawasan terhadap mitra operasional melalui pembinaan maupun penegakan disiplin agar proses distribusi tetap terkendali.
Berita Terkait
Optimalisasi operasional turut menjadi bagian penting dari respons tersebut. Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU selama 24 jam untuk menjaga ritme pasokan dan mengurangi potensi keterlambatan penyaluran.
Langkah-langkah tersebut, menurut perusahaan, berdampak pada peningkatan realisasi distribusi. Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran BBM mencapai 104 persen dari target harian. Pencapaian itu didukung pengoperasian 149 unit mobil tangki atau setara 115 persen dari kapasitas normal.
“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu percepatan distribusi. Saat ini layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman,” ujar dia.
Saat ini, operasional Fuel Terminal Medan dinyatakan telah kembali berjalan normal dan distribusi BBM ke seluruh SPBU berlangsung lancar. Pertamina Patra Niaga juga menyebut terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kelancaran pasokan energi di wilayah tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal,” tegas Kitty.
Dalam pengelolaan respons tersebut, Pertamina Patra Niaga menata distribusi dengan menyesuaikan ritme kebutuhan harian yang meningkat. Selain menambah armada, perusahaan juga memperketat pengaturan operasional dan memastikan proses penyaluran berjalan terukur, selaras dengan prinsip keselamatan serta kepatuhan yang menjadi acuan mitra.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Fuel Terminal Medan serta sejumlah SPBU dioperasikan selama 24 jam. Pengoperasian berkelanjutan ini diarahkan agar tidak terjadi jeda distribusi, sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan penyaluran ke titik layanan di wilayah Medan dan sekitarnya.
Perusahaan juga menyebut capaian kinerja pada 14 Juli 2026, ketika realisasi penyaluran BBM mencapai 104% dari target harian. Realisasi tersebut ditopang pengoperasian 149 unit mobil tangki atau setara 115% dari kapasitas normal. Pertamina Patra Niaga menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan tetap dilakukan, sambil mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap optimal.












