jurnalistik.co.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih pada semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, kinerja perseroan memperlihatkan pertumbuhan yang sejalan dengan peningkatan produksi dan perbaikan faktor pendukung operasional.
Pada periode tersebut, pendapatan PGEO mencapai 235,027 juta dollar AS atau setara Rp 4,24 triliun dengan kurs Rp 18.069 per dollar AS. Nilai ini naik 14,7% dibandingkan semester I-2025 yang tercatat 204,850 juta dollar AS.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami peningkatan. Angkanya naik menjadi 79,621 juta dollar AS atau setara Rp 1,44 triliun, yang tumbuh 15,47% dari 68,956 juta dollar AS pada semester I-2025.
Sementara itu, laba tahun berjalan secara keseluruhan berada di 79,605 juta dollar AS. Capaian tersebut meningkat 15,48% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 68,932 juta dollar AS.
Perbaikan laba didukung oleh peningkatan laba bruto. Pada semester I-2026, laba bruto tercatat 130,440 juta dollar AS, naik dari 120,651 juta dollar AS pada semester I-2025.
PGEO juga membukukan kenaikan laba usaha. Laba usaha perseroan mencapai 114,558 juta dollar AS, lebih tinggi dibanding 109,703 juta dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, perseroan mencatat keuntungan selisih kurs sebesar 5,050 juta dollar AS. Pada semester I-2025, PGEO masih membukukan rugi selisih kurs sebesar 13,441 juta dollar AS.
Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hasudungan Hutabarat, menyampaikan bahwa hasil semester I-2026 mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan pendapatan menjadi pendorong kenaikan laba bersih sebesar 15,48% secara tahunan menjadi 79,605 juta dollar AS.
Berita Terkait
Fransetya menuturkan bahwa capaian tersebut terutama ditopang oleh peningkatan produksi, keandalan operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), serta keuntungan selisih kurs. Ia juga menekankan bahwa produksi yang dicapai di kuartal berjalan menjadi bekal untuk memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat dan mendorong transisi energi nasional.
Produksi listrik panas bumi meningkat
Fransetya menyebutkan, produksi listrik dari PGE hingga semester I-2026 mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh). Angka tersebut naik 13,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.416 GWh.
Dalam keterangan resminya, ia menyampaikan bahwa pertumbuhan yang dicatat pada kuartal tersebut bukan sekadar angka, melainkan fondasi agar PGE terus memperluas pemanfaatan energi panas bumi. Fokusnya, lanjut Fransetya, tidak hanya pada kinerja finansial, tetapi juga pada kontribusi terhadap masyarakat dan agenda transisi energi nasional.
Dengan demikian, sepanjang semester I-2026 PGEO menunjukkan kombinasi pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba bruto dan laba usaha, serta dukungan dari hasil selisih kurs. Kinerja tersebut selaras dengan kenaikan produksi listrik panas bumi yang menjadi salah satu penopang utama operasional perseroan.
Dari sisi komponen kinerja, kenaikan pendapatan sebesar 14,7% menjadi landasan utama bagi penguatan hasil yang lebih luas. Ketika laba bruto juga bergerak naik dari 120,651 juta dollar AS menjadi 130,440 juta dollar AS, perseroan terlihat mampu menjaga momentum perbaikan efisiensi usaha yang tercermin pada beban dan kemampuan menghasilkan margin.
Selain itu, penguatan laba usaha memperlihatkan bahwa kenaikan kinerja tidak hanya bersifat akuntansi berbasis pendapatan, melainkan juga berdampak pada profit operasional. Laba usaha PGEO pada semester I-2026 tercatat tumbuh menjadi 114,558 juta dollar AS, lebih tinggi dibanding 109,703 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lebih jauh, perubahan pada pos selisih kurs turut memberikan warna pada hasil periode berjalan. Pada semester I-2026 perseroan membukukan keuntungan selisih kurs sebesar 5,050 juta dollar AS, berbalik dari kondisi semester I-2025 yang masih menunjukkan rugi selisih kurs sebesar 13,441 juta dollar AS. Dengan kombinasi pertumbuhan produksi listrik panas bumi hingga 2.745 GWh, kinerja PGEO menunjukkan konsistensi antara aspek finansial dan dukungan operasional.












