Bisnis & Ekonomi

Mitratel (MTEL) Salurkan Dividen Rp 2,08 Triliun, 98% dari Laba Bersih 2025

×

Mitratel (MTEL) Salurkan Dividen Rp 2,08 Triliun, 98% dari Laba Bersih 2025

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mitratel (MTEL) Tebar Dividen Rp 2,08 Triliun, 98 Persen dari Laba Bersih

jurnalistik.co.id – Jakarta—PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL) melalui RUPS membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 2,08 triliun. Pembayaran tersebut setara dengan Rp 25,6 per saham.

Angka dividen itu merepresentasikan 98 persen dari laba bersih untuk tahun buku 2025. Dengan demikian, mayoritas hasil kinerja periode tersebut dialokasikan kembali kepada investor.

Manajemen menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen dilakukan seiring dengan upaya perusahaan menjaga kelanjutan ekspansi bisnis. Di saat yang sama, perusahaan menekankan pentingnya pemberian imbal hasil yang konsisten sebagai bagian dari komitmen tata kelola dan penciptaan nilai.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan kinerja 2025 mencerminkan kekuatan fundamental usaha Mitratel. Menurutnya, capaian tersebut menjadi landasan untuk fase pertumbuhan berikutnya, termasuk lewat keseimbangan antara dividen, investasi pada peluang pertumbuhan baru, serta transformasi menuju Next-Generation Tower Company.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam paparan di Jakarta pada Selasa (30/6/2026). Theodorus juga menegaskan bahwa perusahaan berupaya memastikan nilai bagi pemegang saham melalui dividen yang dapat diproyeksikan sambil tetap melanjutkan agenda transformasi.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel Ian Sigit Kurniawan menjelaskan bahwa pembagian dividen sebesar 98 persen terdiri atas dua komponen. Komposisinya mencakup dividen reguler 70 persen dan dividen spesial 28 persen.

Ian menyatakan RUPS menetapkan besaran tersebut dengan mengacu pada komitmen sejak penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2021. Ia menambahkan, dividen reguler yang 70 persen sesuai prospektus kemudian ditambah dividen spesial 28 persen sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.

Menurut Ian, langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kepastian pengembalian investasi bagi para pemegang saham. Dengan skema tersebut, perusahaan menggambarkan bahwa besaran dividen bukan hanya hasil periode berjalan, tetapi juga selaras dengan panduan yang telah disampaikan di awal.

Meski membagikan hampir seluruh laba bersih, Mitratel menegaskan rencana ekspansi untuk tahun 2026 tetap berjalan. Perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 2,9 triliun untuk mendukung agenda tersebut.

Untuk pendanaan capex, perusahaan menyebut akan menggunakan kombinasi kas internal dan pinjaman. Manajemen menilai posisi kas masih kuat dan leverage masih berada pada tingkat rendah.

Ian menambahkan bahwa apabila pinjaman yang diperoleh menawarkan bunga yang kompetitif, dana tersebut akan dimanfaatkan. Ia menyebut perusahaan terbuka memakai dana internal maupun pinjaman, dengan mempertimbangkan mana yang paling efisien untuk mendukung pertumbuhan laba bersih.

Di sisi lain, Mitratel juga menanggapi dinamika konsolidasi industri telekomunikasi. Ian menjelaskan bahwa jumlah operator seluler menyusut dari lima menjadi tiga, sehingga kondisi tersebut berpotensi memengaruhi potensi rollout karena operator cenderung menjadi lebih efisien.

Ia menggambarkan alurnya dari lima operator, kemudian menjadi empat, lalu tiga operator. Menurutnya, perubahan struktur tersebut dapat berdampak pada cara operator menggelar jaringan, namun tidak sepenuhnya menghilangkan peluang pertumbuhan untuk penyewaan menara.

Ian menekankan Mitratel memiliki keunggulan dibandingkan kompetitor dari sisi sebaran menara. Ia menyebut distribusi tower perusahaan yang dominan berada di luar Jawa justru berhubungan dengan area yang menjadi pusat pertumbuhan operator.

Selain itu, perusahaan memperkuat pendekatan berbasis data melalui tools marketing analytics. Ian menyatakan sistem tersebut semakin presisi dalam merekomendasikan lokasi potensial kepada operator, sehingga strategi ekspansi dapat diarahkan lebih terukur.

Secara keseluruhan, keputusan pembagian dividen dan rencana capex yang tetap berlangsung menggambarkan dua prioritas yang berjalan bersamaan. Mitratel mengalokasikan laba 2025 dalam bentuk dividen tunai sebesar Rp 2,08 triliun, sekaligus menyiapkan dana Rp 2,9 triliun untuk ekspansi tahun 2026.

Dengan kerangka kebijakan dividen reguler 70 persen plus dividen spesial 28 persen, perusahaan memposisikan pembayaran sebagai kelanjutan komitmen sejak IPO. Sementara itu, manajemen mengaitkan pendanaan ekspansi dengan fleksibilitas kombinasi kas internal dan pinjaman agar pertumbuhan laba bersih tetap ditopang.

Melalui narasi tersebut, Mitratel menempatkan dividen sebagai bentuk konsistensi nilai kepada pemegang saham, sekaligus mempertahankan arah strategi transformasi menuju Next-Generation Tower Company. Ke depan, kombinasi antara imbal hasil dan investasi menjadi faktor penentu bagi kelanjutan pertumbuhan yang disiapkan perusahaan.