jurnalistik.co.id – Inggris menandatangani kesepakatan layanan baru dengan Swiss yang menargetkan dua kemudahan utama bagi pelancong dan pelaku bisnis: memangkas biaya roaming seluler serta memberi akses penggunaan e-gates di bandara.
Kesepakatan itu, menurut pemerintah Inggris, juga diproyeksikan mendorong ekspor layanan menuju Swiss. Menteri Perdagangan Peter Kyle menyebut perjanjian tersebut sebagai “the most significant services trade deal the UK has ever negotiated”.
Dalam poin yang berkaitan langsung dengan perjalanan, kesepakatan UK–Swiss akan menghapus biaya roaming untuk wisatawan dan profesional yang berkunjung ke kedua negara. Langkah ini diharapkan mengurangi hambatan biaya saat komunikasi seluler dibutuhkan selama masa perjalanan kerja maupun liburan.
Selain itu, skema e-gates membuka peluang antrean di bandara menjadi lebih cepat bagi pemegang paspor Inggris. Pemerintah menyatakan akses e-gates pertama akan tersedia di Bandara Zurich mulai akhir tahun ini.
Untuk Bandara Jenewa dan Basel, pemerintah Swiss dijadwalkan akan mengumumkan rencana adopsi e-gates, termasuk jadwal penerapannya, dalam waktu dekat.
Program tersebut tidak terkait langsung dengan implementasi sistem kontrol perbatasan baru milik Swiss yang berbasis pada Uni Eropa. Sistem yang dimaksud adalah Entry/Exit System (EES), yang memungkinkan warga Inggris menggunakan e-gates Uni Eropa.
Sebagai informasi tambahan, pemerintah juga menegaskan bahwa warga Swiss sudah dapat memakai e-gates di bandara di Inggris, sehingga fasilitas pemeriksaan berbasis teknologi telah berjalan dua arah.
Dari sisi mobilitas layanan, kesepakatan ini juga menyasar kebutuhan dunia usaha lintas negara. Pemerintah menyebut adanya layanan mobilitas yang memungkinkan perusahaan memberikan layanan hingga 90 hari tanpa izin kerja, dan menyatakan pengaturan ini sebelumnya akan berakhir pada 2029.
Melalui perjanjian baru, pemerintah menempatkan skema tersebut menjadi permanen. Dengan begitu, batas waktu 2029 tidak lagi menjadi penanda akhir bagi mekanisme penyediaan layanan tanpa izin kerja dalam durasi tersebut.
Aturan lain yang ikut dibawa adalah kemungkinan perpindahan kerja bagi karyawan. Pemerintah menyatakan karyawan Inggris dapat memindahkan pekerjaan ke Swiss hingga lima tahun tanpa harus melewati kebutuhan tes ekonomi yang ketat.
Berita Terkait
Kalangan yang disebut berpotensi mendapat manfaat adalah profesi seperti pengacara, akuntan, dan arsitek. Menteri menilai kemudahan ini relevan bagi layanan berbasis keahlian yang sering menuntut mobilitas tenaga profesional.
Untuk menggambarkan dampak ekonomi yang diharapkan, pemerintah memproyeksikan adanya peningkatan ekspor Inggris ke Swiss sebesar £5,2 miliar setiap tahun “in the long run”. Proyeksi tersebut disampaikan sebagai bagian dari perkiraan nilai jangka panjang kesepakatan layanan.
Angka kunjungan juga dijadikan pertimbangan. Pemerintah menyebut sekitar 800.000 warga Inggris berkunjung ke Swiss setiap tahunnya, sehingga kebijakan biaya roaming dan kelancaran pemeriksaan bandara diposisikan sebagai perbaikan pengalaman perjalanan yang langsung dirasakan.
Swiss juga disebut sebagai pasar ekspor layanan terbesar keenam bagi Inggris. Total perdagangan layanan kedua negara pada 2025 tercatat lebih dari £30 miliar, memperlihatkan adanya basis hubungan ekonomi yang sudah berjalan.
Kesepakatan ini hadir di tengah rangkaian perjanjian perdagangan lain yang telah dinegosiasikan Inggris. Pemerintah menyebut sejumlah kerja sama yang dilakukan sebelumnya dengan Amerika Serikat, India, Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Co-operation Council), Korea Selatan, serta Uni Eropa.
Dalam komunikasi politiknya, Sir Keir Starmer menilai perjanjian ini membidik kebutuhan dunia usaha sekaligus wisatawan. Ia mengatakan: “Whether you’re growing a business or travelling for work, this agreement is about making life easier and creating more opportunity for people across the UK,” serta menambahkan, “It means British firms will find it easier to sell their expertise in one of our most important markets in Europe, supporting jobs and investment here at home.”
Starmer juga disebut berada pada fase akhir masa jabatannya sebagai perdana menteri sebelum digantikan Andy Burnham, yang menjadi konteks timing kebijakan.
Koordinasi jelang penerapan sistem perbatasan EES
Di sisi transport dan kebijakan perbatasan, pemerintah Inggris menyatakan transport secretary telah berbicara dengan komisioner Eropa untuk transportasi berkelanjutan dan pariwisata. Pembahasan difokuskan pada sistem perbatasan EES yang akan memengaruhi pemeriksaan di kawasan Eropa.
Dalam pernyataan pemerintah Inggris, Heidi Alexander dan Apostolos Tzitzikostas menyepakati untuk “work together with aim for smoothest possible EES checks ahead of the busy summer period”. Pemerintah menempatkan koordinasi ini sebagai upaya memastikan pemeriksaan perbatasan berjalan lancar menjelang periode musim panas.
Dengan kombinasi penghapusan biaya roaming, akses e-gates, serta dukungan mobilitas layanan dan tenaga profesional, kesepakatan UK–Swiss diposisikan sebagai langkah yang menautkan kebijakan perjalanan harian dengan strategi kerja sama ekonomi jangka panjang.












