jurnalistik.co.id – Bekas kecelakaan melibatkan truk boks dan beberapa sepeda motor di Simpang Universitas Islam “45” (Unisma), Jalan Cut Meutia, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih tampak jelas pada Senin (29/6/2026) siang.
Di lokasi, hamparan pasir berwarna kecokelatan menutup sebagian badan jalan, khususnya di area putaran simpang.
Pasir itu sengaja ditebarkan petugas untuk menyerap tumpahan oli sekaligus menutup jejak insiden yang terjadi beberapa jam sebelumnya.
Selain pasir, terlihat pula sisa-sisa benturan seperti serpihan bodi kendaraan, pecahan kaca, serta potongan plastik beragam warna yang berserakan di atas aspal.
Di beberapa titik, bercak hitam terlihat mengindikasikan adanya oli kendaraan yang ikut tumpah akibat benturan.
Tak jauh dari area kejadian, sebuah sandal jepit berwarna hitam masih tergeletak di tepi jalur sepeda, diduga milik salah seorang korban.
Truk boks putih yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, bertuliskan PT Rianinda Utama Ekspress, terlihat terparkir di sisi jalan tidak jauh dari persimpangan sebelum kemudian dibawa pihak kepolisian.
Kerusakan pada bagian depan truk terlihat menonjol, terutama di sisi kanan bawah bemper yang tampak penyok dan retak, sementara pelat nomor bagian depan juga terlihat bengkok akibat benturan.
Sebanyak empat sepeda motor yang mengalami kerusakan berat disebut telah dievakuasi ke tempat penyimpanan barang bukti kecelakaan.
Meski sempat menimbulkan kemacetan panjang dari berbagai arah, arus lalu lintas di sekitar Simpang Unisma kemudian kembali normal.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Rojali menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan terbaru kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.
Rojali menyebut korban meninggal bernama Sukanta, pengendara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B-6088-RAQ, yang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat.
Ia juga menjelaskan penumpang yang dibonceng Sukanta, Nur Jamilah, mengalami luka berat dan saat ini menjalani perawatan di RS Siloam Bekasi Timur.
Untuk delapan korban lainnya, Rojali menyatakan mereka mengalami luka ringan dan mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Delapan korban tersebut dirawat di RSUD Kota Bekasi, RS Mitra Timur, dan RS Bhakti Kartini, serta sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang.
Suasana penanganan di lokasi
Setelah kendaraan yang terlibat dipindahkan, petugas tetap fokus pada pembersihan area agar kondisi jalan aman kembali digunakan kendaraan.
Penebaran pasir penyerapan oli menjadi salah satu langkah awal untuk mengurangi risiko selip serta mempercepat pemulihan kondisi permukaan jalan.
Sementara itu, serpihan material hasil benturan menjadi perhatian dalam proses penertiban area agar tidak membahayakan pengguna jalan lain.
Di sekitar simpang, perhatian juga terlihat pada benda-benda yang tersisa di jalur sepeda, termasuk sandal jepit yang berada di tepi jalur.
Upaya pemulihan arus lalu lintas akhirnya berjalan setelah penanganan awal selesai, sehingga kendaraan dari arah sekitar Simpang Unisma dapat kembali melaju tanpa hambatan berarti.
Hingga pendataan selesai dilakukan, informasi korban tetap berpedoman pada keterangan resmi dari Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, dengan rincian satu meninggal dan sembilan luka-luka.
Setelah proses evakuasi kendaraan selesai, petugas melanjutkan penertiban dengan memastikan sisa tumpahan dan material yang berserakan tidak lagi mengganggu lajur. Penanganan dilakukan di area simpang, termasuk bagian putaran yang sempat tertutup hamparan pasir untuk membantu mengurangi potensi licin.
Dalam keterangan resmi, penyidik Satlantas Polres Metro Bekasi Kota merinci korban yang terlibat. Sukanta disebut meninggal dunia di lokasi, sedangkan sembilan korban lainnya menjalani perawatan sesuai tingkat cederanya, dengan penanganan di RS Siloam Bekasi Timur serta beberapa rumah sakit lain di wilayah Kota Bekasi. Sebagian korban juga sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.
Di sisi lain, truk boks putih yang terlibat dalam insiden tersebut, yang memuat identitas PT Rianinda Utama Ekspress, kemudian ditangani sebagai bagian dari proses penegakan hukum. Kerusakan pada bagian depan kendaraan tampak jelas, sementara sepeda motor yang mengalami kerusakan berat dilaporkan telah dievakuasi ke tempat penyimpanan barang bukti kecelakaan. Setelah penanganan awal berakhir, arus kembali bergerak dan kemacetan yang sempat terbentuk berangsur mereda.











