Internasional

Andy Burnham Memaparkan Gagasan “Number 10 North” dan Rencana Kekuasaan ke Wilayah

×

Andy Burnham Memaparkan Gagasan “Number 10 North” dan Rencana Kekuasaan ke Wilayah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newscast - What's Andy Burnham's Plan For Number 10 (North)? - BBC Sounds

jurnalistik.co.id – Andy Burnham memaparkan cetak biru pemerintahannya dalam pidato yang menjadi sorotan sejak ia maju sebagai calon Perdana Menteri. Dalam pemaparannya, ia menekankan gagasan membentuk pusat kekuasaan yang tidak sepenuhnya terkonsentrasi di satu lokasi.

Salah satu unsur yang paling menonjol adalah rencananya menghadirkan “Number 10 North” di Manchester. Ia menggambarkannya sebagai bagian dari visi yang lebih luas tentang bagaimana pemerintahan seharusnya bekerja, sekaligus menjadi simbol pergeseran arah kebijakan menuju wilayah.

Burnham menyatakan keinginannya untuk “take power out of the centre” dengan cara memindahkan sebagian wewenang dari Westminster ke daerah-daerah. Frasa itu digunakan untuk merangkum gagasan bahwa keputusan dan kontrol tidak hanya bertumpu pada pusat, melainkan dibagi agar lebih dekat dengan kebutuhan setempat.

Dalam pidato tersebut, ia juga menyoroti pentingnya penguatan bentuk pemerintahan yang telah berjalan di berbagai bagian Inggris. Ia menyinggung rencana memperluas devolution di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, sebagai cara untuk memberi ruang kewenangan yang lebih luas kepada masing-masing wilayah.

Pemaparan mengenai devolution itu tidak disampaikan sebagai satu poin terpisah, melainkan sebagai kelanjutan dari kerangka yang sama: mengatur agar kekuasaan bergerak dari pusat menuju struktur yang lebih beragam secara geografis. Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara disebut secara eksplisit sebagai lokasi yang menjadi fokus perluasan tersebut.

Selain agenda pemindahan wewenang, Burnham juga menyampaikan komitmen terhadap pembangunan perumahan bagi warga. Ia berjanji menghadirkan program pembangunan rumah dewan (council house building) terbesar sejak periode pascaperang, yang ia posisikan sebagai salah satu prioritas utamanya.

Pada bagian ini, janjinya dirumuskan dengan ukuran historis yang jelas: “biggest programme” pembangunan council house sejak masa setelah perang. Dengan cara tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa kebijakan perumahan yang dimaksud berskala besar dan diarahkan pada keberlanjutan program, bukan sekadar langkah jangka pendek.

Gagasan “Number 10 North” di Manchester juga dipahami sebagai upaya menyatukan simbol dan praktik. Dengan menempatkan elemen pemerintahan di wilayah tersebut, Burnham tampaknya hendak mengubah cara publik memandang hubungan antara pusat kekuasaan dan wilayah, sekaligus mempertegas bahwa perumusan strategi bisa berlangsung di luar Westminster.

Ketika ia membahas pemindahan sebagian kekuasaan, Burnham tidak menyebut perubahan dalam daftar rincian kebijakan secara spesifik. Namun, arah besarnya digambarkan dengan istilah yang sama: memindahkan kontrol dari “centre” dan memperluas ruang kewenangan melalui devolution di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Ia juga menghadirkan program perumahan sebagai bagian dari visi pemerintahan yang menyeluruh. Janji pembangunan council house dalam skala besar, menurut kerangka pidatonya, ditempatkan sejajar dengan agenda konsolidasi kekuasaan yang lebih merata dan peningkatan peran wilayah dalam pengambilan keputusan.

Burnham kemudian menjadikan pidatonya sebagai bahan pembahasan lanjutan dalam tayangan analisis politik. Dalam segmen “Newscast”, James, Chris, dan Faisal membedah apa saja yang termuat dalam pidato tersebut—termasuk rencana “Number 10 North”, gagasan pemindahan kekuasaan dari Westminster, perluasan devolution untuk Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, serta komitmen pembangunan council house terbesar sejak periode pascaperang.

Dalam cara penyusunannya, pidato tersebut seolah membangun keterkaitan antara dua tema besar: pengaturan pemerintahan yang lebih desentral dan agenda perumahan yang berorientasi jangka panjang. Burnham menempatkan pembagian kontrol sebagai fondasi, lalu memperkuatnya dengan program council house building yang ia gambarkan berukuran historis.

Gagasan “take power out of the centre” juga memberi tekanan pada perubahan perspektif, yakni bahwa kebijakan tidak harus selalu dirancang dan dikendalikan dari pusat pemerintahan. Dengan menautkan konsep itu pada Manchester melalui “Number 10 North”, ia menunjukkan bahwa wilayah dapat menjadi ruang strategi, bukan sekadar objek dari keputusan Westminster.

Sementara itu, pembahasan lanjutan di segmen “Newscast” menegaskan bahwa poin-poin utama pidato dapat dipetakan dalam beberapa bagian yang saling melengkapi: rencana simbolis “Number 10 North”, arah pemindahan wewenang dari Westminster, perluasan devolution untuk Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, serta komitmen pembangunan council house terbesar sejak masa pascaperang.