Internasional

Ukraina Digeruduk 656 Drone dan 73 Rudal Rusia dalam Semalam, 13 Tewas

0
×

Ukraina Digeruduk 656 Drone dan 73 Rudal Rusia dalam Semalam, 13 Tewas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 656 Drone dan 73 Rudal Rusia Gempur Ukraina dalam Semalam, 13 Orang Tewas

jurnalistik.co.id – KYIV — Gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di seluruh Ukraina, menandai salah satu serangan terbesar Moskow dalam beberapa bulan terakhir. Serangan udara pada Selasa (1/6/2026) dini hari itu juga melukai puluhan orang, termasuk beberapa anak-anak, setelah menghantam blok-blok apartemen di sejumlah wilayah.

Peringatan serangan udara diberlakukan di sebagian besar wilayah Ukraina pada dini hari Selasa. Serangan yang datang dalam jumlah besar itu kembali memperlihatkan betapa intensnya pertempuran udara antara kedua negara, terutama ketika sasaran-sasaran sipil ikut terdampak dan sistem pertahanan udara dipaksa bekerja dalam tekanan tinggi.

Dikutip dari BBC, Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya menegaskan bahwa tujuan serangan telah tercapai sepenuhnya. Moskow juga mengeklaim serangan tersebut merupakan tanggapan atas serangan Ukraina sebelumnya. Klaim itu muncul setelah pekan lalu Moskwa sempat melontarkan ancaman akan meluncurkan serangan sistematis, menyusul tuduhan bahwa Kyiv membantai warga lewat serangan mematikan ke sebuah asrama mahasiswa di wilayah pendudukan Ukraina timur.

Pihak Kyiv membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa target yang mereka hantam murni merupakan unit markas militer Rusia. Pertukaran klaim semacam ini kembali menegaskan betapa perang narasi berjalan seiring dengan perang di lapangan, sementara kedua pihak saling menuding soal korban sipil dan sasaran militer.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan besar-besaran mungkin terjadi dan mendesak warga untuk memberi perhatian khusus pada peringatan serangan udara. Pada Selasa pagi, Zelensky mengatakan Rusia telah meluncurkan 656 drone serang dan 73 rudal berbagai jenis, termasuk balistik, jelajah, dan anti-kapal, dalam serangan semalam.

“Kami sangat membutuhkan bantuan dari Amerika Serikat dalam memasok rudal untuk sistem Patriot,” kata Zelensky, merujuk pada perangkat pencegat yang digunakan Ukraina. Pernyataan itu menyoroti kebutuhan mendesak Kyiv terhadap amunisi pertahanan udara di tengah gempuran yang terus meningkat dan ancaman serangan udara yang datang berulang kali.

Angkatan Udara Ukraina mengeklaim berhasil menembak jatuh 642 dari total ratusan drone dan rudal yang datang. Meski demikian, Zelensky mengakui negaranya mengalami kekurangan pasokan rudal Patriot yang diperparah oleh perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kekurangan itu membuat kemampuan pertahanan udara Ukraina berada di bawah tekanan yang semakin berat.

Sejak menduduki kursi kepresidenan, Presiden Donald Trump juga menghentikan skema bantuan militer langsung secara cuma-cuma ke Ukraina. Kondisi ini memaksa Kyiv membeli rudal itu secara mandiri sebelum senjata-senjata tersebut dikirim ke garis depan. Dalam situasi seperti ini, setiap serangan besar Rusia tidak hanya menambah korban dan kerusakan, tetapi juga menguji ketahanan logistik serta stok pertahanan udara Ukraina.

Di Kyiv, serangan semalam itu juga memperlihatkan bagaimana kota besar dapat terdorong ke situasi lumpuh ketika rudal dan drone datang dalam jumlah besar. Dengan puluhan korban luka, termasuk anak-anak, serta laporan serangan yang menghantam blok apartemen, perang kembali masuk ke ruang-ruang tempat warga sipil seharusnya paling aman. Bagi Ukraina, gelombang serangan seperti ini bukan hanya ancaman militer, tetapi juga tekanan psikologis dan kemanusiaan yang terus berulang dari hari ke hari.

Serangan dalam skala sebesar itu juga menunjukkan bagaimana ruang udara Ukraina kini menjadi salah satu front paling menentukan dalam perang yang berkepanjangan ini. Ketika drone dan rudal datang bersamaan, beban pertahanan udara meningkat tajam karena setiap gelombang memaksa militer Ukraina merespons cepat di banyak titik sekaligus. Dalam keadaan seperti ini, sedikit saja celah bisa berujung pada kerusakan besar di kawasan permukiman.

Di sisi lain, pernyataan dari Kyiv dan Moskow memperlihatkan bahwa pertarungan ini tidak hanya berlangsung lewat ledakan dan puing-puing, tetapi juga lewat upaya membentuk persepsi publik. Saat kedua pihak saling mengklaim keberhasilan dan membantah tuduhan lawan, warga sipil tetap menanggung dampak paling langsung dari eskalasi yang terus berulang. Bagi masyarakat di kota-kota Ukraina, malam-malam penuh sirene dan serangan mendadak kini menjadi bagian dari realitas perang yang belum menunjukkan tanda mereda.