Peristiwa

Pemadaman Listrik Bergilir 2 Pekan, Agustiar Sabran Minta PLN Lakukan Mitigasi

×

Pemadaman Listrik Bergilir 2 Pekan, Agustiar Sabran Minta PLN Lakukan Mitigasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Palangka Raya Mati Lampu 2 Pekan, Gubernur Kalteng Minta PLN Mitigasi

jurnalistik.co.id – Palangka Raya kembali mengalami pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir, dan dampaknya dirasakan sampai aktivitas warga di sejumlah titik ikut terganggu.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta PT PLN (Persero) menjalankan langkah mitigasi yang lebih tegas agar gangguan serupa tidak terulang.

Ia menilai, keluhan masyarakat yang muncul selama periode berjalan seharusnya direspons dengan evaluasi serta rencana antisipasi yang terukur.

Agustiar menegaskan bahwa urusan teknis kelistrikan pada dasarnya menjadi kewenangan PLN. Namun, pemerintah provinsi tetap berkomitmen melakukan koordinasi aktif untuk mencari jalan keluar jangka panjang atas gangguan pasokan daya yang dikeluhkan.

“Kita tahu itu bukan wewenang kita, tapi kita koordinasikan dengan PLN. Kenapa sampai terjadi begini kan, disayangkan,” kata Agustiar kepada wartawan di Palangka Raya, Senin (29/06/2026).

Menurutnya, peran pemerintah daerah terutama memastikan komunikasi berjalan dan respons yang diambil perusahaan listrik benar-benar menyasar akar masalah, bukan sekadar meredam efek sementara.

Gubernur juga menyampaikan harapan agar langkah mitigasi yang dilakukan PLN tidak berhenti pada penanganan saat gangguan terjadi, melainkan menjadi perbaikan berkelanjutan. Dengan begitu, warga tidak kembali menghadapi pemadaman bergilir dalam periode berikutnya.

“Harapan kami, bagaimana mitigasinya jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya.

Koordinasi pemprov dan penjelasan penyebab gangguan

Dalam penjelasan yang berkembang, pemadaman di Palangka Raya disebut berkaitan dengan gangguan teknis pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan. Dalam dua pekan terakhir, kota tersebut mengalami mati lampu berulang kali secara bergilir.

Gangguan itu, sebagaimana disampaikan PLN, berdampak pada kondisi suplai daya sehingga perlu dilakukan pengaturan agar sistem tidak sampai mengalami mati total atau blackout.

PLN menyatakan bahwa untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, diperlukan pengaturan beban berkala sembari proses pemulihan teknis berjalan.

Agustiar berharap koordinasi dengan PLN dapat membantu mempercepat langkah peningkatan keandalan pasokan energi listrik. Ia ingin aktivitas harian dan roda ekonomi masyarakat tidak terus tersendat akibat pemadaman yang berulang.

Di sisi lain, PLN juga menekankan bahwa mekanisme yang diterapkan merupakan bagian dari manajemen operasional untuk mempertahankan stabilitas jaringan di wilayah Kalimantan.

Menjelang respons publik, Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) Ahmad Humaidi menyampaikan bahwa pemadaman pada beberapa titik merupakan langkah manajemen beban yang terbatas dan terukur.

Ia menyebut, proses itu dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan.

โ€œLangkah tersebut harus dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pada unit pembangkit PLTGU yang menyebabkan suplai listrik ke sistem kalimantan belum optimal,โ€ terang Humaidi.

Humaidi juga menjelaskan bahwa kondisi defisit daya yang terjadi dipandang sebagai masalah teknis operasional mesin pembangkit. PLN memastikan gangguan tersebut tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara.

Dalam penuturannya, pasokan batu bara saat ini dipastikan dalam kondisi aman, sehingga fokus penanganan diarahkan pada percepatan pemulihan dari sisi operasional pembangkit.

PLN menyatakan bahwa tim teknis terus bekerja di lapangan untuk mempercepat proses pemulihan, mengoptimalkan pasokan daya dari pembangkit cadangan lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem kelistrikan guna meminimalkan dampak pemadaman kepada pelanggan.

โ€œPLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. PLN akan terus menyampaikan perkembangan kondisi sistem kelistrikan secara berkala melalui kanal resmi PLN,โ€ katanya.

Dengan adanya komunikasi seperti ini, pemerintah provinsi diharapkan mendapat pemutakhiran yang jelas mengenai progres perbaikan dan skema mitigasi yang akan diterapkan. Hal yang ditekankan Agustiar adalah agar masyarakat memperoleh kepastian, bukan hanya penjelasan saat gangguan berlangsung.

Ia juga berharap evaluasi menyeluruh dilakukan sehingga penyebab gangguan dapat ditekan, sekaligus kualitas keandalan pasokan menjadi lebih baik dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Kasus pemadaman bergilir di Palangka Raya menjadi perhatian karena berlangsung dalam waktu yang relatif berdekatan. Dalam kondisi seperti ini, sinkronisasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi penting agar langkah-langkah teknis yang diambil juga beriringan dengan upaya mitigasi dampak bagi warga.

Agustiar menutup penjelasannya dengan menegaskan kembali bahwa harapan utama pemerintah adalah mitigasi yang mencegah pengulangan, sehingga gangguan tidak terus menjadi pengalaman rutin yang merugikan masyarakat.