Hukum & Kriminal

SR (51) Pencabul Anak 12 Tahun Kabur ke Atap, Warga Pulogebang Cakung Pakai Drone untuk Melacak

×

SR (51) Pencabul Anak 12 Tahun Kabur ke Atap, Warga Pulogebang Cakung Pakai Drone untuk Melacak

Sebarkan artikel ini
Pelaku Pencabulan Anak Kabur ke Atap, Warga Pulogebang Jaktim Gunakan Drone untuk Melacak News 22 Juni 2026
Ilustrasi: Pelaku Pencabulan Anak Kabur ke Atap, Warga Pulogebang Jaktim Gunakan Drone untuk Melacak

jurnalistik.co.id – Warga Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, menggunakan drone untuk membantu melacak SR (51), terduga pelaku pencabulan anak perempuan berusia 12 tahun, yang sempat melarikan diri ke atap.

Peristiwa terjadi pada Jumat (21/6/2026) siang. Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, SR kabur setelah aksinya dipergoki warga, lalu menjebol plafon kontrakannya dan naik ke atas genteng.

Warga kemudian melakukan upaya pencarian. Kondisi lingkungan disebut tengah sepi karena sejumlah warga laki-laki sedang melaksanakan Shalat Jumat, sehingga pencarian terhadap SR bisa segera digerakkan.

Khoiriah, saksi mata, menjelaskan bahwa drone berperan dalam membantu proses penelusuran di area rumah-rumah sekitar. Ia menyampaikan, “Iya ada, karena di tetangga itu kan ada yang punya ( drone ) mungkin dia make gituan. Akhirnya dapet. Terus dia kan di sebelahnya itu kan ada usaha online tuh, nah itu karyawannya juga naik ke atas. Genteng-genteng ngelihat-ngelihat gitu nyari. Minta bantuan warga-warga sekitar juga,” ungkap Khoiriah saat ditemui pada Minggu (21/6/2026).

Sebelum akhirnya berada di atas genteng, SR sempat bersembunyi di kebun milik warga. Namun, tak lama berselang, ia kembali melarikan diri dan kemudian berpindah ke atap rumah-rumah di sekitar lokasi.

Setelah keberadaan pelaku diketahui, warga berupaya menangkap SR yang berada di atas genteng. Upaya itu dilakukan dengan memanfaatkan informasi dari pengamatan warga serta bantuan pencarian dari drone.

SR akhirnya berhasil diamankan. Setelah penangkapan, ia diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Timur untuk proses hukum lebih lanjut.

Khoiriah menuturkan langkah penyerahan itu melibatkan koordinasi dengan aparat di tingkat kecamatan dan kepolisian setempat. Ia mengatakan, “Dari sini juga kita warga, didampingi sama Polsek Cakung ke Polres. Di Polres langsung ibunya korban buat laporan. Anak yang menjadi korban juga sudah di-BAP di Polres,” ujar Khoiriah.

Sebelum orangtua korban tiba di lokasi, korban sempat diamankan warga. Pada saat itu, orangtua korban sedang bekerja, sehingga penanganan awal dilakukan terlebih dahulu oleh warga sekitar.

Khoiriah juga menyebut dirinya tidak mengetahui secara pasti berapa kali pelaku melakukan aksinya. Namun, warga sempat melihat SR kerap mengajak korban masuk ke kontrakan.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan tersebut menjadi perhatian warga selama ini. Khoiriah menyampaikan, “Memang sudah kita pantau, karena kebiasaan dia memasukkan anak (korban) ke kontrakan. Korban sama pelaku ini memang tempat tinggalnya berdekatan, sama-sama mengontrak,” tuturnya.

Korban diketahui tinggal bersama ibu dan kakaknya. Pada saat kejadian, kakaknya sedang bekerja, sehingga tidak berada di lokasi ketika peristiwa penangkapan dilakukan.

Dengan bantuan pencarian yang melibatkan drone, warga akhirnya dapat menemukan lokasi SR di area atap. Setelah SR diamankan dan diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur, proses berikutnya dilakukan melalui prosedur hukum dengan melibatkan laporan dari ibu korban serta pemeriksaan yang menyertakan anak korban yang disebut sudah di-BAP di Polres.

Kasus ini menjadi perhatian karena pelaku sempat melarikan diri dalam kondisi yang membahayakan dan sulit dijangkau. Namun, melalui respons cepat warga serta upaya penelusuran menggunakan drone, SR dapat ditangkap dan diproses sesuai jalur hukum yang berlaku.

Usai aksinya terendus warga, SR tidak langsung ditemukan di lokasi lantai rumah. Ia sempat menghilang dengan mencari tempat aman, terlebih ketika pengamatan warga memusat pada area sekitar kontrakan. Penelusuran kemudian diperluas dari halaman hingga bagian atas bangunan, sampai akhirnya jejaknya mengarah pada atap rumah-rumah yang berada di sekitar titik kejadian.

Setelah petugasannya berhasil dihentikan dan SR diamankan, warga menindaklanjuti dengan langkah koordinasi yang melibatkan aparat setempat. Penyerahan dilakukan dari tingkat kepolisian sektor menuju Polres Metro Jakarta Timur, sementara pihak keluarga korban kemudian menyampaikan laporan. Dalam proses lanjutan, anak korban disebut telah menjalani pemeriksaan yang disebut dilakukan melalui mekanisme BAP di Polres, sehingga perkara dapat diproses sesuai prosedur hukum.