Daerah

Polda Gorontalo Salurkan Sekitar 1 Ton Daging Kurban kepada Warga yang Membutuhkan

2
×

Polda Gorontalo Salurkan Sekitar 1 Ton Daging Kurban kepada Warga yang Membutuhkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: POLDA GORONTALO SALURKAN KURANG LEBIH 1 TON DAGING KURBAN, SENTUH LANGSUNG HATI MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN

jurnalistik.co.id – Dalam rangka Idul Adha 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Gorontalo menyalurkan kurang lebih 1 ton daging kurban kepada berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan pada Rabu (27/05/2026). Penyaluran ini disebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga kedekatan dengan warga di Provinsi Gorontalo.

Distribusi daging kurban dilakukan dengan sasaran yang cukup luas. Polda Gorontalo menargetkan warga kurang mampu di sekitar lingkungan Mapolda Gorontalo, para Pegawai Harian Lepas (PHL) Satker Polda, kelompok mualaf, pekerja kantin, serta warakawuri. Bantuan ini juga diberikan kepada para Asisten Rumah Tangga di Rumah Dinas Pejabat Utama Polda, selain seluruh pekerja dan panitia kurban yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya menyentuh individu, penyaluran daging kurban juga diarahkan ke institusi keagamaan. Dalam pendistribusian ini, Polda Gorontalo menyalurkan bantuan ke 9 masjid dan 1 pondok pesantren yang tersebar di wilayah Gorontalo. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembagian kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga sebagai ruang berbagi yang menjangkau banyak lapisan masyarakat.

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa total daging yang disalurkan dalam skema distribusi utama mencapai sekitar 870 kilogram. Ia menegaskan bahwa proses kepanitiaan dilakukan secara akuntabel agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang telah terdata.

“Melalui manajemen kepanitiaan yang akuntabel, kami memastikan sekitar 870 kilogram daging kurban telah tersalurkan kepada target penerima yang telah terdata. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah momentum diplomatik kemanusiaan untuk memperkuat sinergi dan kemitraan strategis antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Desmont.

Pernyataan itu menekankan bahwa kegiatan kurban di lingkungan kepolisian tidak berhenti pada prosesi penyembelihan dan pembagian semata. Menurut Polda Gorontalo, momentum Idul Adha menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, memperkuat hubungan sosial, dan menghadirkan manfaat langsung bagi warga yang memang membutuhkan perhatian.

Dalam pelaksanaannya, Polda Gorontalo memilih metode jemput bola agar distribusi berlangsung lebih efisien dan tepat sasaran. Peran aktif jajaran Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk mengantarkan paket daging kurban langsung ke rumah warga. Pola ini membuat penyaluran berjalan lebih terstruktur dan mengurangi potensi penumpukan massa di area Mapolda.

Langkah tersebut juga dipilih agar martabat para penerima tetap terjaga. Dengan pengantaran langsung ke rumah, warga tidak perlu datang dan mengantre di lokasi pembagian. Cara ini dinilai lebih tertib sekaligus membantu memastikan bahwa daging kurban diterima oleh mereka yang benar-benar berhak.

Kombes Pol. Desmont menambahkan bahwa sistem distribusi yang diterapkan Polda Gorontalo dibuat untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan. Seluruh paket daging kurban, kata dia, disalurkan melalui mekanisme yang sudah disusun agar penerima manfaat memperoleh haknya secara langsung.

“Langkah taktis ini diambil guna menghindari penumpukan massa di area Mapolda sekaligus menjaga martabat para penerima. Melalui sistem distribusi terstruktur ini, pihak Polda memastikan seluruh daging kurban dapat diterima langsung oleh warga yang benar-benar berhak menerima tanpa ada kendala di lapangan,” tutur Alumnus Akpol 2000 itu menutup pernyataannya.

Melalui kegiatan ini, Polda Gorontalo kembali menegaskan hadirnya kepolisian dalam kegiatan sosial keagamaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Penyaluran sekitar 1 ton daging kurban tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian yang ditujukan kepada berbagai kelompok penerima, mulai dari warga kurang mampu hingga lembaga keagamaan, dengan harapan kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan lebih merata.