jurnalistik.co.id – Pemimpin Liberal Demokrat (Lib Dem), Sir Ed Davey, berjanji akan memotong beban pajak bagi jutaan pekerja jika partainya kembali berkuasa. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato di konferensi partai.
Dalam pidatonya, Davey mengatakan bahwa ambang pajak bebas tahunan akan dinaikkan menjadi £15.000. Ia juga menyebut bakal mengubah batas tarif 40p pada pajak penghasilan dari £50.270 menjadi £56.000.
Rangkaian kebijakan tersebut digambarkan Davey sebagai paket senilai £17bn. Ia mengaitkannya dengan dorongan ekonomi yang, menurutnya, akan muncul ketika Inggris kembali bergabung dengan pasar tunggal UE dan persatuan bea cukai.
Davey mengeklaim rencana itu akan menghasilkan pemotongan sebesar £680 untuk “most taxpayers”. Namun, ia menegaskan kebijakan itu tidak akan berjalan penuh sampai tahun kelima pemerintahan Lib Dem, yang berarti potensinya baru terjadi hingga delapan tahun lagi.
Ia menyatakan bahwa isu pajak menjadi bagian dari strategi Lib Dem menghadapi pemilihan umum berikutnya. Di lokasi konferensi di Brighton, anggota parlemen dan aktivis Lib Dem menyambut pengumuman tersebut dengan tepuk tangan yang berkelanjutan.
Ambang pajak dan kaitannya dengan bea cukai serta pasar tunggal
Davey memposisikan rencana tersebut sebagai respons atas kebijakan yang ia nilai membuat lebih banyak orang terpaksa membayar pajak. Ia menyinggung bahwa ambang pendapatan untuk pajak penghasilan sebesar £12.570 telah dibekukan oleh Partai Konservatif pada 2021.
Menurut Lib Dem, pembekuan itu berujung pada lebih banyak wajib pajak yang kemudian masuk ke kewajiban membayar pajak. Ia juga menyebut bahwa Partai Buruh sejauh ini menahan seruan dari serikat pekerja dan sebagian anggota parlemen untuk mengembalikan ambang tersebut.
Dalam paket Lib Dem, ambang personal allowance akan dinaikkan menjadi £15.000 per tahun. Partai juga berencana menaikkan titik awal pembayaran National Insurance (NI) untuk pekerja, dengan level yang disamakan pada ambang yang sama.
Dari sisi perbandingan politik, Davey menyebut Reform UK juga memiliki janji serupa. Pada konferensi mereka bulan ini, Reform UK berjanji menaikkan personal allowance pajak penghasilan menjadi £15.000 dalam 100 hari jika menang pemilihan.
Davey lantas menilai perbedaan pendekatan antara Lib Dem dan Reform UK. Ia mengatakan, “the difference between us and Reform” adalah “their tax cut is paid for through cruelty.”
Ia juga mengutip “Reform’s figures” yang menurutnya menunjukkan pembayaran rencana tersebut dilakukan dengan “ripping £22bn of crucial support away from disabled people.”
Ia menyampaikan bahwa rencana Lib Dem berlandaskan riset dari think tank Frontier Economics. Dalam kerangka itu, Davey mengatakan keuntungan ekonomi dari rejoin pasar tunggal memungkinkan partai mengalokasikan £17bn untuk pemotongan pajak pada akhir Parlemen berikutnya.
Davey menambahkan tahapan pelaksanaannya tidak langsung. Lib Dem menyatakan pembekuan personal allowance akan dilepas pada tahun kedua pemerintahan agar kenaikannya mengikuti inflasi, sebelum pemotongan pajak besar diterapkan pada tahun kelima, saat manfaat perdagangan yang lebih dekat dengan UE telah mulai terasa.
Namun, ia menyatakan kebijakan tersebut bergantung pada kemampuan partai untuk bernegosiasi pengaturan perdagangan yang lebih dekat dengan UE dalam waktu 12 bulan. Dengan kata lain, jadwal pemotongan pajak itu terikat pada hasil perundingan.
Berita Terkait
Serangan politik dan sorotan nilai komunitas
Di tengah tekanan agar memunculkan kebijakan yang lebih tegas, Davey membuka pidato dengan serangan yang menurutnya bernuansa “sombre” namun “punchy” terhadap pemimpin Reform UK, Nigel Farage. Ia tidak menyebut Farage sebagai fasis, tetapi membuat hubungan dengan gambaran “thugs, in black shirts and balaclavas”.
Ia mengaitkan pernyataannya dengan protes yang terjadi belakangan ini di Dover dan Portsmouth. Dalam pidatonya, Davey menyatakan, “This is a far-right movement that is given oxygen, and heat, and fuel by politicians and parties who claim to be serious contenders to lead our country.”
Menurut Davey, solusi Lib Dem adalah “community politics”. Ia menyebut pendekatan itu sebagai ciri khas partainya, dan merangkaikan argumentasi bahwa gerakan politik perlu melampaui dokumen program semata.
Ia berkata, “It will take more than a manifesto. It will take a movement, rooted in decency, fairness and community. British values. Liberal values.”
Dalam strategi pemasaran politik, Davey ingin memosisikan Lib Dem sebagai partai pemotong pajak. Targetnya, ia mengarah pada pemilih yang selama ini berada di wilayah tradisional Partai Konservatif.
Davey juga menggunakan kesempatan itu untuk mengkritik pemimpin Konservatif, Kemi Badenoch. Ia menyoroti pergeseran kebijakan yang, menurutnya, berkaitan dengan perubahan iklim dan aturan hukum hak asasi manusia.
Ia mengatakan kepada hadirin di Brighton, “Millions of decent, moderate Conservative voters are getting her message, and they’re turning away – increasingly, to us”.
Selain itu, ia menyasar Perdana Menteri Andy Burnham. Kritiknya menyinggung kegagalan Burnham untuk menyatakan komitmen kembali bergabung dengan pasar tunggal UE, yang menurut klaim Lib Dem akan dilakukan pada tahun pertama pemerintahan.
Sumber-sumber Lib Dem menolak menjelaskan apakah rencana pajak penghasilan itu akan menjadi syarat untuk bergabung dalam koalisi dengan Labour atau partai lain. Mereka menekankan bahwa tujuan partai adalah mendapatkan sebanyak mungkin anggota parlemen.
Davey sendiri menyatakan menutup kemungkinan koalisi dengan Reform UK. Ia juga menepis dugaan bahwa ia dapat melakukan kesepakatan dengan Konservatif, dengan menyebut bahwa pada 2010 partainya sudah pernah mengambil jalur semacam itu.
Peringatan soal ancaman AI dan gagasan lembaga keamanan global
Dalam pidatonya, Davey turut membahas ancaman yang, menurutnya, akan muncul dari teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia menyatakan, “handled badly, it concentrates more power in fewer hands than at any point in human history.”
Ia juga menilai kerja sama AI Burnham dengan Presiden AS Donald Trump “doesn’t come close to meeting the scale of this threat”. Dari situ, Davey menyerukan “a global treaty to press pause on super-intelligent AI now”.
Selain dorongan perjanjian global, ia mengajukan usulan pembentukan lembaga internasional. Ia berkata, “a new International AI Safety Agency – like we have for nuclear – to stop anyone from developing this technology recklessly.”












