Hukum & Kriminal

Andy Burnham Umumkan Perubahan Skema Pembebasan Awal: Pelaku Pembunuhan PC Andrew Harper Tetap Dipenjara

×

Andy Burnham Umumkan Perubahan Skema Pembebasan Awal: Pelaku Pembunuhan PC Andrew Harper Tetap Dipenjara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: PC Harper's killers to stay in jail as PM announces early release scheme changes

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan, para pelaku pembunuhan anggota polisi Andrew Harper tidak akan memperoleh pembebasan awal dalam skema yang dirancang untuk mengurangi kepadatan penjara. Dalam wawancara di BBC Breakfast, Burnham menegaskan bahwa skema tersebut akan mengecualikan kejahatan “unlawful killing”, termasuk manslaughter.

Burnham mengatakan perubahan itu berarti dua terpidana yang sebelumnya berpotensi memenuhi syarat pembebasan awal kini tidak lagi dapat dilepaskan lebih cepat. Ia juga menyebut pemerintah akan menciptakan ruang tambahan di fasilitas penjara dengan deportasi narapidana asing dan pelepasan sebagian tahanan yang menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Perubahan tersebut muncul di tengah kampanye berbulan-bulan dari keluarga PC Harper serta rekan-rekannya yang menolak gagasan pembebasan pelaku. Lissie Harper, janda PC Harper, sebelumnya menggambarkan kemungkinan pengurangan masa hukuman sebagai “deplorable”. Sementara itu, ibunya Debbie Adlam menyebut situasinya berada dalam “turmoil” dan menilai penanganannya seperti “hash”.

Kasus Andrew Harper dan putusan pengadilan

Andrew Harper yang berusia 28 tahun meninggal setelah diseret menggunakan kendaraan saat menindak peristiwa perampokan di Berkshire pada 2019. Kejadian itu bermula ketika seorang tersangka di wilayah tersebut berusaha melakukan pembobolan, sebelum Harper ditarik di jalan bersama tiga remaja yang melarikan diri terkait pencurian quad bike.

Dua dari pelaku, Jessie Cole dan Albert Bowers, diputus bersalah atas manslaughter dan menerima vonis masing-masing 13 tahun pada 2020. Dalam rencana pembebasan awal yang sebelumnya berlaku, keduanya direncanakan dapat menjadi eligible setelah menjalani setengah masa hukuman, berbeda dari skema dua pertiga yang sebelumnya disebut.

Adapun Henry Long, pengemudi kendaraan yang membawa kabur, dijatuhi hukuman “extended” selama 16 tahun untuk manslaughter sehingga ia tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan lebih awal.

Burnham menyatakan dalam penjelasannya bahwa ia memahami keberatan keluarga PC Harper. Ia mengatakan, “I heard obviously what Andrew Harper’s family were saying, I mean who couldn’t? Nobody would would want a position to arise where those guilty of killing a police officer are let out early from prison,”

Ia juga mengakui kebijakan baru ini akan membuat lebih banyak orang tetap menjalani pidana. Burnham menyebut pengumuman tersebut berarti “hundreds” lebih banyak narapidana tidak akan dilepaskan, sehingga sistem yang di Inggris dan Wales saat ini sudah berada di atas 97% kapasitas perlu mencari ruang tambahan.

Skema pembebasan awal dan langkah mengakhiri IPP

Selain pengecualian untuk “unlawful killing” termasuk manslaughter, Burnham menyebut pemerintah juga akan mengakhiri hukuman Imprisonment for Public Protection (IPP). Ia menjelaskan IPP tersedia pada periode 2005 hingga 2012 dan diberikan kepada pelaku yang dinilai berisiko serius membahayakan publik.

Menurut Burnham, setelah masa minimal dijalani, pelepasan bagi narapidana IPP hanya dapat terjadi jika Parole Board menilai mereka tidak lagi perlu ditahan demi keselamatan publik. Ia mengatakan banyak pelaku akhirnya menjalani pidana secara tidak terbatas karena penilaian tersebut tidak selalu mengarah pada pembebasan.

Burnham menyatakan ia memakai “common sense”. Ia berkata, “I’ve applied common sense,” lalu menambahkan bahwa ia memiliki “long-standing concerns” mengenai perlakuan terhadap hukuman IPP. Ia juga menuturkan, “I was faced with a situation where people on those sentences who have more than served their time, not being released when others who’ve committed very serious crimes being released early,”

Ia menambahkan keputusan yang diambilnya berangkat dari preferensi terhadap urutan penilaian pelepasan. Ia menyatakan, “The judgement I’ve made is the public, in my view, would prefer a situation where people who have served their time to be considered for release before those who haven’t.”

Data Kementerian Kehakiman yang disebut dalam wawancara menyatakan terdapat 2,271 orang yang sedang menjalani hukuman IPP per Juni. Dari jumlah itu, 856 orang belum pernah dibebaskan karena Parole Board menilai pelepasan belum aman.

Burnham mengakui tidak semua kasus bebas risiko. Ia menyebut akan ada “individuals who will pose a risk to communities”, dan mengatakan sebuah kelompok pengawasan lintas partai akan dibentuk. Pemerintah juga akan mengajukan legislasi untuk mengakhiri hukuman tersebut hingga “end of this Parliament”.

Deportasi narapidana asing dan kapasitas penjara

Ketika ditekan mengenai jumlah narapidana asing yang dapat dipulangkan ke negara asal, Burnham mengatakan itu akan mencapai “hundreds”. Pemerintah menyatakan kekuasaan untuk deportasi sebagian penjahat asing akan diterapkan sejak awal tahun depan, dengan proses yang memungkinkan mereka dideportasi segera setelah vonis dijatuhkan.

Burnham menjelaskan skema itu bertujuan mencegah narapidana asing kembali ke negara tersebut, sambil tetap menahan “those in prison for the most serious crimes locked up for a substantial period before they are removed”. Tidak ada informasi yang disebut bahwa pemerintah telah menandatangani perjanjian pemulangan narapidana tambahan dengan negara lain.

Ia juga menyebut pekerjaan telah dimulai untuk menambah jumlah sel di penjara yang ada dengan mengubah ruang yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan lain. Namun, Burnham mengindikasikan langkah yang diumumkannya kemungkinan tidak akan menambah kapasitas besar dalam waktu yang cukup untuk batch pertama pembebasan awal yang dijadwalkan pada Oktober.

Menurut penjelasan yang disebut, Burnham mengambil “political decision” dengan menggunakan sebagian kapasitas yang tersisa dalam sistem penjara agar perubahan yang diumumkan hari itu dapat segera dijalankan.

Pengecualian lain dan rencana perlindungan korban

Burnham menyebut tidak hanya terpidana manslaughter yang tetap dipenjara. Ia mengatakan narapidana yang divonis atas indecent assault serta death by dangerous driving juga akan tetap menjalani hukuman.

Ia menambahkan, tindak kejahatan seksual anak yang bersifat historis serta perkara yang melibatkan menyebabkan atau membiarkan kematian seorang anak akan dikecualikan dari skema pembebasan awal. Pemerintah juga akan memperkenalkan zona “restriction zones” untuk memperkuat perlindungan terhadap penyintas kekerasan dalam rumah tangga dari pelaku yang dilepaskan lebih awal.

Burnham menyatakan perubahan tambahan yang diumumkan pada Minggu tersebut akan menghasilkan “hundreds” lebih banyak narapidana tetap berada di balik jeruji. Menteri kehakiman dijadwalkan memberikan angka yang lebih spesifik saat menyampaikan pernyataan di parlemen pada Selasa.

Ia mengingatkan bahwa pada awalnya perubahan yang dibawa oleh Sentencing Act sempat dijeda ketika dilakukan kajian. Pada 3 Agustus, pemerintah mengumumkan narapidana yang dihukum karena rape, serious child sex offences, dan grooming akan dikecualikan dari kebijakan baru. Narapidana yang divonis untuk murder juga tidak akan memenuhi syarat pembebasan awal.

Burnham juga menyinggung perubahan sikap dalam proses pengambilan keputusan. Ia menyebut pada awalnya Downing Street memperingatkan bahwa mengecualikan “one or two offenders” yang dihukum karena manslaughter tidak mungkin dilakukan, sebelum akhirnya ia mengatakan ia “confident” bahwa pelaku PC Harper dapat diblokir dari skema.

Latar belakang Sentencing Act 2026

Sentencing Act 2026 dirancang untuk menangani krisis penjara yang makin padat dengan melepaskan sejumlah besar narapidana lebih cepat dari rencana sebelumnya. Skema pembebasan awal dijadwalkan dimulai pada 1 Oktober.

Di saat yang sama, kepadatan penjara di Inggris dan Wales per 24 Agustus disebut mencapai 86,843 atau 97.6% dari kapasitas total. Burnham juga menghadapi penolakan keras, termasuk dari keluarga dan mantan rekan PC Harper.

Debat kebijakan ini juga memicu kritik politik. Chris Philp, bayangan menteri dalam negeri dari kubu Konservatif, sebelumnya menuduh Burnham dan Labour “re-traumatising victims and their families with their constant U-turns”.