Politik & Parlemen

Liberals Kuasai Tiga Kursi Pemilu Tambahan, Mark Carney Makin Diminati Pasca Ketegangan Dagang dengan AS

×

Liberals Kuasai Tiga Kursi Pemilu Tambahan, Mark Carney Makin Diminati Pasca Ketegangan Dagang dengan AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Liberals sweep three seats in boost for Carney after trade tensions with US

jurnalistik.co.id – Kemenangan Partai Liberal pimpinan Mark Carney pada tiga pemilihan sela tingkat parlemen di Kanada, Senin ini, memberi sinyal dukungan publik yang berlanjut memasuki tahun kedua pemerintahannya. Hasil itu muncul setelah pengunduran diri tiga anggota parlemen yang memicu pemilu tambahan.

Liberal berhasil meraih seluruh kursi yang diperebutkan. Selain mempertegas posisi Carney, tiga kemenangan tersebut juga terjadi setelah ketegangan dagang dengan Amerika Serikat memanas, menyusul keputusan Carney mengakhiri pembicaraan perdagangan.

Dalam hasil yang paling disorot, Partai Liberal merebut satu kursi di Quebec yang sebelumnya dipegang kubu Konservatif sebagai pihak oposisi. Dua pemilu sela lainnya—masing-masing di Ontario dan British Columbia—berakhir sesuai proyeksi jajak pendapat, dengan Liberal tetap mempertahankan kursinya.

Carney mendapat dorongan dalam survei publik setelah menyatakan bahwa pihak AS menawarkan syarat yang dinilai “unfair”. Keputusan tersebut berangkat dari tudingan pemerintah Kanada bahwa pendekatan Washington dipandang tidak seimbang dalam proses perundingan.

Perdana menteri lalu menyampaikan selamat kepada tiga kandidat Liberal yang menang melalui unggahan di X. Dalam unggahannya, ia menulis: “Canada is being tested in a changing world, and Canadians are up for it.”

Secara politik, rangkaian kemenangan ini berarti Carney akan tetap mempertahankan mayoritas tipisnya di House of Commons. Proyeksi media Kanada juga menggambarkan kemenangan yang signifikan bagi Liberal di salah satu daerah pemilihan Quebec, yaitu Chicoutimi–Le Fjord.

Di distrik tersebut, kandidat Liberal Daniel Gobeil—seorang peternak sapi perah—menjadi anggota parlemen baru. Ia mengklaim lebih dari setengah suara secara keseluruhan, mengungguli Bloc Québécois dan Konservatif yang masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga.

BBC mencatat bahwa pertarungan di kursi itu pada pemilu sebelumnya merupakan persaingan ketat tiga pihak. Pada kesempatan menyapa pendukungnya dalam bahasa Prancis, Gobeil menyatakan, “this victory means we can maintain Canadian unity all across the country,” sebagaimana dilaporkan CBC.

Di tempat lain, Tanveer Shahnawaz keluar sebagai pemenang di Beaches–East York, Ontario. Sementara itu, Braeden Caley meraih kemenangan pada pemilihan sela di North Vancouver–Capilano, British Columbia.

Meski demikian, Konservatif menghadapi kesulitan untuk menutup jarak dari Liberal. Berdasarkan jajak pendapat terbaru, mereka tertinggal sekitar 10 poin di belakang Partai Liberal Carney.

Sejak kekalahan Konservatif pada pemilu federal tahun lalu, dinamika parlemen juga menunjukkan pergeseran ke kubu pemerintah. Sebanyak empat anggota Konservatif dilaporkan pindah ke pemerintahan Liberal sejak pemilu April 2025, sementara tiga lainnya sama ada mengundurkan diri atau mengumumkan rencana untuk melakukan hal serupa.

Di Quebec, salah satu momen yang ikut memengaruhi peta kekuatan adalah pengunduran diri Richard Martel. Martel, mantan anggota parlemen Konservatif untuk konstituensi Quebec yang menggelar pemilu sela Senin, mundur bulan lalu setelah diangkat Carney untuk duduk di Senat Kanada—lembaga yang anggotanya tidak dipilih langsung.

Kehilangan kursi Martel menjadi pukulan tambahan bagi pemimpin Konservatif Pierre Poilievre. Poilievre memenangkan uji kepemimpinan pada Januari dengan perolehan telak, namun ia juga menghadapi pertanyaan mengenai kemampuannya membaca dan mengarahkan situasi politik yang berkembang di Kanada.

Gelombang dukungan setelah langkah menghentikan pembicaraan dagang

Selain hasil pemilu, peningkatan dukungan juga tercermin dari indikator penerimaan terhadap pemerintah. Persetujuan pemerintahan Carney dilaporkan naik empat poin dalam beberapa pekan terakhir, dan popularitas pribadi perdana menteri ikut meningkat.

Data itu dirilis pada Senin oleh lembaga jajak pendapat Abacus Data. David Coletto, pendiri Abacus Data, mengaitkan peningkatan tersebut dengan rendahnya popularitas Presiden AS Donald Trump di kalangan warga Kanada, sekaligus fakta bahwa publik terlihat “bersatu” di sekitar keputusan Carney untuk berhenti berunding dengan Gedung Putih.

Coletto menilai tren itu paling menonjol di Quebec. Dalam catatan pada Senin, ia menuliskan bahwa penilaian pribadi Carney lebih kuat di Quebec dibanding wilayah mana pun di negara tersebut.

Alasan di balik sensitivitas publik di Quebec terkait perdagangan juga berhubungan dengan kebijakan tarif baru dari AS. Quebec termasuk provinsi yang paling terdampak oleh tarif 50% baru terhadap berbagai barang Kanada, yang mulai berlaku setelah pembicaraan perdagangan runtuh pada awal bulan ini.

Dalam laporan terbarunya, firma prakiraan global Oxford Economics memperingatkan bahwa Quebec berpotensi kehilangan output tahunan sebesar C$2 miliar (setara dengan $1,4 miliar; £1 miliar) pada tahun 2028. Proyeksi tersebut menempatkan dampak ekonomi tarif di wilayah itu sebagai faktor penting yang memengaruhi persepsi publik terhadap respons pemerintah.

Dengan tiga kemenangan pemilu sela dan dorongan dukungan yang terus menguat, Carney kini memiliki ruang politik untuk menjaga mayoritas tipisnya di House of Commons. Pada saat yang sama, hasil ini juga menempatkan Konservatif di posisi mengejar ketertinggalan, sementara dinamika tarif dan perundingan dagang tetap menjadi latar utama perdebatan.