jurnalistik.co.id – Edisi Selasa sejumlah surat kabar Inggris menyoroti rangkaian isu yang melibatkan PM, sekaligus membahas sorotan lain dari politik, olahraga, hingga hiburan. Salah satu yang paling menarik perhatian berasal dari dugaan skema pesan palsu yang membuat Andy Burnham berkomunikasi dengan pihak yang menyamar.
Daily Mail menulis dengan pertanyaan “Who was the White House hoaxer who duped PM?” yang merujuk pada pertukaran pesan singkat antara Burnham dan seseorang yang diduga menyamar sebagai chief of staff Presiden Amerika Serikat Donald. Dalam pemberitaan itu, disebutkan bahwa Burnham awalnya mengira ia tengah mengirim pesan kepada Susie Wiles, sebelum akhirnya timbul kecurigaan bahwa kontak tersebut tidak sah.
Menurut Daily Mail, ketika kecurigaan muncul, Burnham menduga kontak yang ia hadapi adalah pihak yang illegitimate. Koran tersebut juga menyebut adanya perburuan lintas negara untuk menemukan pelaku hoaks yang menjadi pemicu pelanggaran keamanan yang terjadi selama insiden pertukaran pesan berlangsung.
Downing Street, dalam konteks yang sama, dilaporkan telah menolak untuk memberikan komentar terkait insiden tersebut. Sementara itu, Daily Star memilih pendekatan berbeda dengan menempatkan “Andy’s faked!” sebagai headline, serta mengarahkan saran kepada PM agar “just switch off yer mobile!”.
Di sisi lain, rangkaian pemberitaan tentang PM juga muncul dalam sorotan kebijakan terkait air. Daily Telegraph menuliskan bahwa Burnham diperkirakan akan turun tangan untuk mencegah perusahaan air menaikkan harga pada masa kekeringan. Koran tersebut mengaitkannya dengan rencana regulator Ofwat yang disebut akan memberi ruang bagi perusahaan-perusahaan untuk memasukkan “surge pricing” ke dalam tagihan mulai April ketika ketersediaan air menipis.
Perhatian koran juga beralih ke politik dalam negeri, khususnya isu iklim dan respons publik terhadap perubahan iklim. The Guardian menyorot Wakil Pemimpin Reform UK, Richard Tice, yang menurut pemberitaan menghadapi reaksi balik setelah ia mendorong orang-orang yang cemas pada dampak perubahan iklim untuk tetap menikmati hangatnya gelombang panas tahun ini yang disebut memecahkan rekor.
Daily Mirror merangkum perdebatan tersebut melalui headline yang menyebut Tice sebagai “wine buffoon”, merujuk pada komentar yang dinilai mengaitkan gelombang panas mematikan dengan potensi produksi anggur Inggris. Dalam pernyataan kepada PA, Tice mengatakan: “Of course climate change is real, but where is the evidence that net zero is going to stop it? Where is the evidence? There isn’t any.”
Selain politik, surat kabar juga menampilkan liputan sosial dan peringatan publik. Salah satu ruang visual The Guardian digambarkan menampilkan kerumunan besar di London untuk memberi penghormatan kepada Jason Arday, yang dilaporkan ditemukan meninggal pekan lalu.
Di halaman olahraga, nama Pep Guardiola muncul dengan nuansa yang lebih personal. The paper menyertakan Guardiola bertopik “agony” saat ia mengungkapkan beban pekerjaan yang, menurut pemberitaan, memberi tekanan pada pernikahannya dengan Cristina Serra. Koran juga menyebut Pep Guardiola dibahas lebih lanjut oleh The Sun melalui laporan percakapan yang dilaporkan dengan timnya terkait persoalan rumah tangga dalam sebuah dokumenter baru.
Daily Telegraph, Daily Mirror, dan The Sun menempatkan unsur yang berbeda, namun benang merahnya sama: sorotan utama diubah dari kompetisi menjadi tekanan di balik layar. Dalam keterangan yang disebut dalam laporan itu, dokumenter yang diberitakan oleh The Sun “lifts lid on his agony”.
Berita Terkait
Isu sosial lainnya datang dari pemberitaan yang menyoroti perhatian terhadap anak-anak di media sosial. Times melaporkan bahwa children’s commissioner untuk Inggris memperingatkan adanya kekhawatiran anak-anak di Inggris “becoming intoxicated by extremism” di platform media sosial.
Dame Rachel de Souza, sesuai laporan tersebut, disebut meminta pemerintah memperkenalkan pembatasan penggunaan media sosial untuk anak di bawah 18 tahun. Ia juga menyampaikan bahwa para ahli keselamatan “deeply concerned” anak-anak sedang “drawn into radicalisation and violence fascination online”.
Untuk bagian hiburan, koran-koran menempatkan kabar duka terkait aktris. Surat kabar melaporkan penghormatan untuk Hayden Panettiere, yang disebut telah meninggal dunia pada usia 36 tahun. Pemberitaan juga mencatat bahwa ia dikenal lewat peran-perannya dalam serial populer seperti Heroes dan Nashville.
Di bidang kebijakan migrasi, Daily Express mengangkat kekhawatiran tentang kemungkinan bertambahnya kamp migran di wilayah pesisir selatan Inggris. Koran itu menyebut para penyelundup orang memakai Inggris sebagai “transit hub” bagi para migran yang berharap mencapai negara-negara lain di Eropa.
Selain isu domestik, beberapa headline menyoroti perkembangan hubungan internasional dan dinamika Timur Tengah serta Korea. Financial Times menampilkan foto Kim Jong Un bersama putrinya, Kim Ju Ae, dalam pemberitaan yang menyebut keduanya menghadiri pertunjukan sirkus untuk merayakan peringatan 81 tahun pembebasan Korea dari aturan Jepang.
Financial Times juga mengaitkan headline-nya dengan penilaian terkait “respect” Kim terhadap Amerika Serikat, setelah Donald Trump disebut memerintahkan pengurangan latihan militer dengan Korea Selatan. Pemberitaan tersebut menyebut pengurangan itu dikaitkan dengan alasan “very good relationship” antara pemimpin Korea Utara dan Trump.
Metro menempatkan Trump sebagai pembawa top story lain. Dalam laporan yang disebut, Metro membahas ancaman Presiden AS untuk membom Oman, yang diposisikan sebagai sekutu Amerika, sambil menyebut tenggat untuk menyelesaikan perang Iran semakin dekat.
Independent turut menggemakan isu serupa dengan headline “Trump: I’ll bomb Oman if it blocks our Hormuz plan”. Sementara itu, laporan lain menyebut soal sistem peringatan nasional dan pembaruan panduan respons darurat.
Terakhir, i Paper melaporkan peringatan dari para kepala pemadam kebakaran kepada publik agar tidak menggunakan 999 untuk melaporkan tetangga yang menggelar barbekyu atau menyalakan api unggun/bonfire. Pemberitaan itu mengaitkan imbauan tersebut dengan penggunaan sistem peringatan nasional kepada jutaan ponsel pada Jumat pekan lalu.
Secara keseluruhan, rangkaian headline edisi Selasa memperlihatkan bagaimana topik hoaks pesan, kebijakan publik terkait air, perdebatan iklim, hingga sorotan olahraga dan hiburan menempati ruang utama media. Dari insiden komunikasi yang memicu kekhawatiran keamanan hingga kabar duka dan peringatan sosial, masing-masing koran menonjolkan sudut pandangnya sendiri—namun tetap berangkat dari informasi yang sama yang dibahas di edisi depan mereka.












