Politik & Parlemen

Prabowo Tegaskan Peringatan ke Mitra MBG: “Yang Berengsek, Kembali ke Jalan yang Benar, Gue Sudah “Warning””

0
×

Prabowo Tegaskan Peringatan ke Mitra MBG: “Yang Berengsek, Kembali ke Jalan yang Benar, Gue Sudah “Warning””

Sebarkan artikel ini
Prabowo ke Mitra MBG: Yang Berengsek, Kembali ke Jalan yang Benar, Gue Sudah "Warning" News 4 Juni 2026
Ilustrasi: Prabowo ke Mitra MBG: Yang Berengsek, Kembali ke Jalan yang Benar, Gue Sudah "Warning"

jurnalistik.co.id – Presiden Prabowo Subianto menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan nada tegas. Ia menyampaikan peringatan keras kepada mitra program yang dianggap “nakal” agar kembali ke jalan yang benar.

Prabowo menyampaikan pesan itu saat berpidato di hadapan 12.000 penggerak dan mitra MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia meminta mitra MBG yang hadir mengangkat tangan sesuai penilaiannya.

Prabowo menyebut, “Di sini tadi dilaporkan ke saya 5.000 mitra. Coba angkat tangan mitra-mitra. Angkat tangan mitra-mitra. Biar saya lihat tampang-tampang kalian. Angkat tangan mitra yang yakin dia mitranya yang baik, angkat tangan. Oke, turun mitra yang baik. Turun mitra yang baik,”.

Setelah itu, ia menegaskan bahwa mitra yang dinilai “berengsek” diminta mengakui. Prabowo mengatakan, “Mitra yang berengsek angkat tangan! Mitra yang berengsek angkat tangan! Enggak ngaku ya? Saudara-saudara, kalaupun saudara mitra yang berengsek tapi tidak mau ngaku, saya beri kesempatan, kembali lah ke jalan yang benar. Kembali lah ke jalan yang benar,”.

Lebih lanjut, Prabowo menyarankan agar mitra MBG yang dinilai melanggar ketentuan segera melapor jika ingin “selamat”. Ia juga menyinggung sikap mereka yang mencoba menguji batas, dengan menyatakan kesiapannya untuk memberi kesempatan.

Ia kemudian menyampaikan, “Jadi, saudara-saudara, soalnya waktu saya minta mitra yang berengsek, enggak ada yang angkat tangan, ya sudah ya. Gue…gue sudah warning loh ya,”. Pernyataan itu menjadi penegasan akhir dalam pidatonya mengenai peringatan kepada mitra MBG.

Selain menyoroti mitra program, Prabowo juga memutuskan penggantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Presiden mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakil kepala BGN, yaitu Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Dalam keputusan itu, Prabowo menunjuk Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang untuk menjadi kepala BGN. Nanik akan didampingi oleh dua wakil kepala BGN, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan keputusan tersebut diambil Prabowo setelah memonitor dan mengevaluasi kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir. Pernyataan itu disampaikan terkait pergantian jabatan di internal BGN.

Tidak lama setelah pencopotan tersebut, Kejaksaan Agung melalui Kejagung menangkap tiga mantan pimpinan BGN. Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola MBG.

Dalam pidato tersebut, Prabowo menekankan bahwa penilaian yang ia sampaikan tidak hanya bersifat himbauan, tetapi juga harus diikuti dengan tindakan nyata. Ia meminta mitra yang dinilai tidak sesuai ketentuan untuk bersikap terbuka, sekaligus mengarahkan mereka agar kembali menyesuaikan diri dengan aturan program.

Prabowo juga menegaskan bahwa pihaknya memberi ruang perbaikan bagi mitra yang sebelumnya dianggap bermasalah. Narasi yang ia bangun menggambarkan pendekatan peringatan terlebih dahulu, kemudian kesempatan untuk memperbaiki sikap, sebelum akhirnya keputusan tegas dijalankan sesuai hasil penilaian.

Selain menyoroti sikap mitra, Presiden mengubah susunan pimpinan di Badan Gizi Nasional. Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya, bersamaan dengan penggantian dua wakil kepala BGN, yakni Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Untuk mengisi kepemimpinan BGN, Prabowo menunjuk Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang sebagai kepala BGN. Nanik akan didampingi dua wakil kepala BGN lainnya, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut penggantian itu didasarkan pada pemantauan serta evaluasi kinerja selama sekitar 1,5 tahun terakhir, dan keputusan tersebut berbarengan dengan perkembangan penanganan hukum: Kejaksaan Agung menangkap tiga mantan pimpinan BGN serta menetapkan mereka sebagai tersangka dalam dugaan korupsi penyimpangan tata kelola MBG.