jurnalistik.co.id – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2026 di Bandung pada 21/7/2026.
Pembekalan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pendidikan yang dijalani para perwira siswa. Sjafrie menekankan bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga menuntut pembentukan sikap dan perilaku profesional saat kelak menjalankan tugas.
Dalam arahannya, Sjafrie meminta para perwira siswa terus meningkatkan kompetensi. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kehormatan institusi sekaligus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam setiap pelaksanaan pengabdian.
“Menhan RI mengajak seluruh Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga kehormatan institusi, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara,” bunyi keterangan Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, dikutip pada Rabu (22/7/2026).
Pada kesempatan yang sama, Sjafrie mengingatkan agar prajurit tetap setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan rakyat Indonesia. Pesan itu ditekankan sebagai landasan tindakan dan pengambilan keputusan di lingkungan TNI AD.
Sjafrie juga menyatakan bahwa calon pemimpin TNI AD perlu memahami perkembangan lingkungan strategis. Menurutnya, dinamika yang semakin kompleks mencakup perang informasi serta perubahan geopolitik yang terus berjalan.
“Menurut Menhan, para pasis harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme sebagai landasan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegas keterangan tersebut.
Berita Terkait
Selain aspek nilai, Sjafrie menyoroti kemampuan kepemimpinan yang harus dimiliki para perwira. Seorang pemimpin TNI AD, menurutnya, dituntut mampu menganalisis situasi, berani mengambil keputusan, serta memiliki kapasitas untuk membangun satuan.
Ia juga menekankan tanggung jawab atas setiap tugas yang diemban. Dengan demikian, pembekalan yang diberikan tidak hanya diarahkan pada kesiapan menghadapi agenda pendidikan, tetapi juga pada kesiapan peran ketika menghadapi tantangan pertahanan yang berkembang di masa mendatang.
Secara keseluruhan, pembekalan di Bandung itu berisi penegasan agar para Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 memperkuat kompetensi, menjaga kehormatan institusi, dan menjalankan pengabdian dengan berpegang pada nilai dasar negara. Arahan tersebut sekaligus menggambarkan perlunya kesiapan menghadapi situasi strategis yang semakin kompleks melalui pendekatan yang analitis dan keputusan yang bertanggung jawab.
Dengan adanya penekanan pada nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme, Sjafrie berharap para perwira siswa dapat membawa bekal yang relevan sepanjang pendidikan hingga implementasi tugas. Di akhir pengarahan, pesan kuncinya tetap sama: kepemimpinan yang kuat bertumpu pada integritas, loyalitas pada konstitusi, serta kesiapan menghadapi dinamika pertahanan yang terus berubah.
Dalam pembekalan itu, Sjafrie menempatkan pendidikan sebagai proses menyeluruh yang tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membentuk tata sikap selama menjalani tahapan pembelajaran. Pembentukan perilaku profesional diharapkan tampak dalam cara perwira siswa bersikap, menjalankan arahan, dan menjaga disiplin saat berada di lingkungan pendidikan maupun ketika kembali menjalankan penugasan.
Ia juga menggarisbawahi bahwa landasan nilai harus menjadi pegangan yang konsisten, khususnya melalui komitmen kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta rakyat. Penekanan tersebut selaras dengan kebutuhan pengambilan keputusan di lingkungan TNI AD, agar setiap langkah yang diambil selalu berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara, bukan semata-mata pada target teknis kegiatan.
Di sisi lain, Sjafrie menegaskan peran calon pemimpin dalam menyikapi perkembangan lingkungan strategis yang makin dinamis. Menurutnya, kompleksitas yang mencakup perang informasi dan perubahan geopolitik menuntut kemampuan menilai situasi secara cermat, menyusun pertimbangan, lalu menentukan tindakan yang tepat. Dengan bekal kompetensi dan kemampuan memimpin, para perwira siswa diharapkan siap membangun satuan serta menjalankan tugas secara bertanggung jawab sesuai tanggung jawab yang diemban.












