Pendidikan

Apa Manfaat Konsumsi Kolagen untuk Kesehatan Kulit? Dokter Jelaskan

1
×

Apa Manfaat Konsumsi Kolagen untuk Kesehatan Kulit? Dokter Jelaskan

Sebarkan artikel ini
Apa Sebenarnya Manfaat Konsumsi Kolagen untuk Kesehatan Kulit? Dokter Jelaskan Lifestyle 7 Juni 2026
Ilustrasi: Apa Sebenarnya Manfaat Konsumsi Kolagen untuk Kesehatan Kulit? Dokter Jelaskan

jurnalistik.co.id – Kolagen sering dijumpai dalam produk perawatan kulit seperti masker, serum, atau krim wajah. Namun, kolagen juga dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari minuman hingga suplemen. Menurut dokter, manfaat kolagen oral dan kolagen yang dioleskan ke permukaan kulit tidak sama.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh BAMED Dermatologist, dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.D.V.E. Ia menilai, tidak semua jenis kolagen bekerja dengan cara yang sama di dalam tubuh. Karena itu, pemilihan jenis kolagen menjadi bagian penting sebelum seseorang menggunakannya untuk mendukung kesehatan kulit.

Kolagen oral: soal bentuk agar lebih mudah diserap

Menurut dr. Annisa, kolagen yang dikonsumsi idealnya merupakan kolagen terhidrolisis, yaitu kolagen yang telah dipecah menjadi molekul yang lebih kecil. Proses ini dipandang membuat kolagen lebih mudah diserap tubuh. Ia menegaskan, “Kolagen terhidrolisis itu adalah tipe kolagen atau jenis kolagen yang sudah diproses yang terbukti secara ilmiah bisa diserap oleh tubuh dan bisa dimanfaatkan oleh tubuh,” ujar dr. Annisa dalam acara Wellness Day “Glow Up: Steal the Spotlight” yang digelar oleh Tropicana Slim di SANA Studio, Jakarta Selatan pada Sabtu (06/06).

dr. Annisa juga menyoroti bahwa ukuran molekul berpengaruh pada proses pencernaan. Sebaliknya, kolagen dengan ukuran molekul besar akan lebih sulit diserap oleh sistem pencernaan. Ia menjelaskan, “Kalau kolagen masih molekul besar, ketika kita minum atau makan, kemudian melalui saluran cerna kita, itu enggak masuk, enggak terserap ke dalam saluran cerna, jadi mubazir,” jelas dr. Annisa.

Kolagen topikal: dibandingkan dengan hasil penelitian

Selain membahas bentuk kolagen untuk konsumsi, dr. Annisa juga membandingkan efektivitas kolagen yang diaplikasikan langsung ke kulit dengan kolagen yang diminum. Ia menyebut sejumlah penelitian pada 2024–2025 yang membandingkan penggunaan kolagen terhidrolisis dalam bentuk oral dan topikal. Dari perbandingan tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kolagen memberikan peningkatan densitas kolagen yang lebih baik dibandingkan pengaplikasian langsung pada kulit.

Dengan demikian, arah pemanfaatan kolagen bisa dipahami berbeda berdasarkan cara penggunaannya. Dalam penjelasan dr. Annisa, kolagen oral dan kolagen topikal sama-sama ditujukan untuk kesehatan kulit, tetapi hasilnya dapat mengikuti perbedaan cara kerja di tubuh.

Manfaat untuk struktur, kepadatan, dan elastisitas kulit

Dr. Annisa menyampaikan bahwa manfaat kolagen berkaitan dengan struktur kulit yang baik. Ia menyatakan, “Salah satu yang paling banyak diteliti saat ini adalah kolagen. Kolagen itu memang berperan penting untuk menjaga struktur kulit,” ujar dr. Annisa.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh akan menurun. Kondisi ini membuat sebagian orang kemudian mencari cara untuk membantu memenuhi kebutuhan kolagen dari luar. Dalam konteks ini, dr. Annisa menempatkan kolagen sebagai salah satu nutrisi yang diteliti luas terkait kesehatan kulit.

Lebih jauh, dr. Annisa menjelaskan bahwa kulit yang sehat berawal dari struktur kulit yang baik. Ia menekankan bahwa keberadaan kolagen penting untuk membantu menjaga kepadatan dan elastisitas kulit. Dari sudut pandang tersebut, kolagen dipandang bukan sekadar produk perawatan, tetapi bagian dari upaya menjaga karakter kulit.

Ia juga mengaitkan kondisi kulit dengan kualitas struktur yang terbentuk. “Kalau kita mau kulitnya glowing , struktur kulitnya harus bagus dulu. Tidak berkeriput, kemudian tidak beruntusan. Jadi memang tekstur kulitnya harus bagus dulu,” tutur dr. Annisa.

Penjelasan dr. Annisa memberi gambaran bahwa tujuan akhir perawatan kulit seperti tampil lebih “glowing” tidak berdiri sendiri. Menurutnya, struktur kulit perlu berada dalam kondisi yang baik terlebih dahulu, termasuk agar tampilan kulit tidak menunjukkan kerutan maupun tekstur yang beruntusan. Dari sini, kolagen menjadi salah satu komponen yang disebut berperan dalam mendukung kualitas struktur tersebut.