jurnalistik.co.id – JAKARTA — Ekonom Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp17.892 per dolar Amerika Serikat tidak bisa dilepaskan dari menurunnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan arah pengelolaan kebijakan pemerintah.
Menurut Huda, investor pada dasarnya akan selalu bertindak rasional ketika menempatkan dananya. Setiap keputusan investasi, kata dia, tidak berdiri di atas optimisme semata, melainkan juga perhitungan atas potensi keuntungan dan risiko yang menyertainya.
Dengan kerangka itu, perubahan persepsi menjadi sangat menentukan. Ketika pandangan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia memburuk, aliran dana dapat bergerak menjauh karena keputusan mereka dipengaruhi oleh evaluasi risiko yang dianggap lebih besar dibanding peluang yang tersedia.
“Jika persepsi mereka buruk akan kondisi ekonomi Indonesia, maka secara rasional investasi mereka akan keluar dari Indonesia,” kata Huda kepada Bloomberg Technoz, Kamis (28/5/2026).
Huda menegaskan, pertimbangan investor tidak semata-mata bersandar pada pernyataan pemerintah mengenai fundamental ekonomi nasional. Dalam membaca prospek sebuah negara, mereka juga memperhatikan laporan lembaga internasional, penilaian lembaga pemeringkat, serta berbagai opini lain yang ikut membentuk keyakinan pasar.
Di mata investor, rangkaian informasi itu membentuk gambaran yang lebih luas tentang arah ekonomi suatu negara. Karena itu, persepsi yang berkembang di luar negeri maupun di dalam negeri dapat memberi pengaruh langsung terhadap bagaimana dana ditempatkan dan ke mana modal cenderung bergerak.
Dalam penjelasannya, Huda menyebut ada sejumlah faktor yang sedang menjadi perhatian investor. Di antaranya adalah melemahnya daya beli masyarakat, pengelolaan fiskal yang dinilai tidak prudent, serta kebijakan yang dianggap memberatkan dunia usaha.
Salah satu contoh yang ia soroti adalah ekspor satu pintu. Kebijakan seperti ini, menurut Huda, ikut masuk ke dalam kalkulasi investor ketika mereka menilai apakah iklim usaha dan prospek ekonomi Indonesia masih menarik untuk ditempati dana baru.
Dengan demikian, pelemahan rupiah bukan hanya dibaca sebagai pergerakan nilai tukar harian, tetapi juga sebagai cerminan dari bagaimana pasar memandang risiko. Bagi investor, keputusan untuk bertahan atau keluar dari suatu negara selalu berkaitan erat dengan persepsi atas stabilitas, peluang, dan arah kebijakan.
Huda juga menekankan bahwa penilaian investor tidak berlangsung dalam ruang hampa. Mereka menyusun pandangan dengan membandingkan beragam sumber informasi, lalu mengambil keputusan secara rasional berdasarkan proyeksi yang dianggap paling masuk akal atas kondisi yang dihadapi.
Karena itu, sentimen terhadap Indonesia dapat bergerak seiring dengan penilaian atas daya beli, fiskal, dan kebijakan yang dinilai berdampak pada dunia usaha. Dalam kerangka yang ia paparkan, seluruh faktor itu saling terkait dan ikut membentuk kepercayaan investor pada prospek ekonomi nasional.
Pada akhirnya, menurut Huda, yang paling menentukan bukan hanya apa yang disampaikan pemerintah, tetapi juga bagaimana pasar menafsirkan kondisi yang sedang berlangsung. Selama persepsi itu belum membaik, investor akan tetap membaca risiko dengan sangat hati-hati sebelum memutuskan untuk menempatkan dananya di Indonesia.
Dalam pandangan itu, pelemahan rupiah menjadi sinyal yang dibaca pasar bukan sekadar sebagai gejala teknis pada nilai tukar, melainkan sebagai tanda bahwa ekspektasi terhadap perekonomian sedang berada di bawah tekanan. Ketika rasa percaya menurun, respons investor biasanya ikut berubah karena mereka cenderung menyesuaikan posisi berdasarkan risiko yang dinilai makin besar dibanding peluang yang masih tersedia.
Huda pada dasarnya ingin menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan pasar membutuhkan lebih dari sekadar penegasan optimisme. Bagi investor, konsistensi kebijakan, kualitas pengelolaan ekonomi, dan sinyal yang muncul dari berbagai rujukan akan terus menjadi bahan pertimbangan utama sebelum modal kembali diputuskan masuk atau dipertahankan di Indonesia.












