Olahraga

Setelah Menahan Spanyol, Cape Verde Bidik Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026

×

Setelah Menahan Spanyol, Cape Verde Bidik Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Usai Tahan Spanyol, Cape Verde Bidik Kejutan Berikutnya di Piala Dunia 2026 Bola 21 Juni 2026
Ilustrasi: Usai Tahan Spanyol, Cape Verde Bidik Kejutan Berikutnya di Piala Dunia 2026

jurnalistik.co.id – Cape Verde menulis kisah yang langsung mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Sebagai debutan, tim berjuluk The Blue Sharks membuktikan bahwa mereka bisa bersaing dengan tim-tim besar sejak laga pertama fase grup.

Langkah itu diawali saat Cape Verde berhadapan dengan Spanyol dan berhasil menahan imbang dengan skor 0-0. Hasil tersebut menjadi catatan bersejarah bagi penampilan pertama mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia, khususnya di Grup H.

Pelatih Pedro “Bubista” Leitao menyebut momentum ini sebagai dasar untuk melangkah lebih jauh. Ia berharap perjalanan Cape Verde dapat memberi inspirasi, terutama bagi negara-negara kecil di Afrika agar berani menaruh keyakinan pada mimpi mereka.

Di balik hasil, ada organisasi dan tekad

Di atas lapangan, Cape Verde tampil dengan organisasi pertahanan yang disiplin. Mereka mampu meredam dominasi Spanyol sehingga duel tetap terkendali dan keunggulan Eropa itu tidak berbuah gol.

Bagi Bubista, hasil imbang tersebut bukan sekadar angka, melainkan gambaran identitas tim. Ia menilai Cape Verde membawa karakter masyarakatnya melalui cara bermain: kerja keras, keberanian menghadapi kesulitan, serta determinasi untuk mencapai tujuan yang sulit.

“Tim nasional kami menunjukkan identitas kami: organisasi, perjuangan untuk sesuatu yang sulit, serta karakter dan tekad untuk mencapainya,” ujar Bubista.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Cape Verde di Piala Dunia tidak dipahami sebagai pencapaian tunggal. Menurutnya, ada makna yang lebih luas di balik kesempatan tampil di panggung global.

Harapan untuk Afrika, bukan hanya Cape Verde

Setelah meraih hasil positif itu, Bubista menempatkan timnya dalam konteks yang lebih besar: representasi bagi kawasan. “Kami tidak hanya mewakili Cape Verde, tetapi juga mewakili Afrika, dengan segala tantangan yang ada di benua kami,” kata Bubista kepada wartawan.

Dari kalimat tersebut, ia ingin menekankan bahwa keberhasilan Cape Verde mencapai turnamen dan bersaing dengan tim terbaik dunia menunjukkan sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil. Bubista melihat pencapaian ini sebagai pesan bahwa mimpi besar bukan sekadar angan.

“Artinya, setiap anak di Afrika juga bisa memiliki mimpi yang sama. Tujuan kami adalah membuat mereka percaya bahwa tidak ada batasan untuk mencapai apa pun,” ujar Bubista.

Baginya, Piala Dunia menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa potensi bisa datang dari tempat yang berbeda. Cape Verde tidak ingin berhenti pada capaian di laga perdana, karena mereka menargetkan kelanjutan yang lebih menentukan di kompetisi.

Bawa nama Cape Verde ke dunia

Bubista turut menyoroti alasan yang membuat kiprah Cape Verde bernilai lebih dari pertandingan itu sendiri. Kehadiran mereka di Piala Dunia dianggap sebagai kesempatan memperkenalkan negaranya kepada dunia.

Cape Verde merupakan negara kepulauan kecil di kawasan Afrika Barat yang selama bertahun-tahun berupaya membangun reputasi di sepak bola internasional. Bubista menekankan kerja panjang yang dilakukan agar tim dapat dikenal oleh khalayak yang lebih luas.

“Kami telah bekerja selama bertahun-tahun, mencari jalan, berusaha agar negara kami dikenal oleh dunia,” tutur Bubista. Ia kemudian menambahkan bahwa kegembiraan masyarakat Cape Verde di mana pun mereka berada turut menjadi bagian dari perjalanan tim ini.

“Kami bisa melihat betapa bahagianya masyarakat kami di mana pun mereka berada atas pencapaian tim ini,” tambahnya.

Menatap ujian berikutnya

Hasil imbang melawan Spanyol memang menjadi pencapaian yang luar biasa, tetapi Bubista tidak ingin timnya hanya dikenang karena bertahan. Cape Verde kini menyiapkan tantangan berikutnya saat menghadapi Uruguay di Miami Stadium.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 22/6/2026 pukul 05.00 WIB. Dengan laga tersebut, Cape Verde memiliki peluang untuk memperlebar ambisi mereka sekaligus meningkatkan kesempatan lolos ke babak 32 besar.

Tekad Cape Verde, seperti yang disampaikan Bubista, tetap berangkat dari keyakinan bahwa perjalanan mereka bisa lebih panjang. Setelah menahan imbang juara Eropa, tim berharap hasil tersebut menjadi awal dari cerita yang makin besar di Piala Dunia 2026.