jurnalistik.co.id – Tantangan terbesar saat memotret atau merekam video konser tidak selalu datang dari kualitas kamera smartphone. Hambatan utamanya justru kondisi panggung yang berubah cepat mengikuti lagu dan gerak para penampil.
Di banyak konser, panggung biasanya dipenuhi backlight, laser, asap, hingga lampu sorot yang berganti-ganti tempo. Pada saat yang sama, performer juga terus bergerak ke berbagai sisi panggung sehingga cahaya dan jarak subjek ke kamera ikut berubah.
Akibatnya, hasil foto yang diabadikan sebagian orang bisa berakhir overexposed, blur, atau malah terlalu gelap. Permasalahan tersebut semakin terasa ketika posisi penonton berada di area tribun dan jaraknya jauh dari panggung utama.
Ketika harus melihat performer dari jarak yang tidak dekat, penonton tribun umumnya mengandalkan zoom untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas. Tanpa jarak dekat, pengambilan momen menjadi sangat bergantung pada seberapa tepat pengaturan pembesaran dan kecepatan tangkap saat cahaya panggung sedang berubah.
Pola tantangan itu saya rasakan ketika menonton konser One Ok Rock di Jakarta yang digelar di Indonesia Arena. Saat duduk di area tribun CAT 1 bagian belakang, jarak saya ke panggung utama cukup jauh, dan pencahayaan konser didominasi kombinasi laser, backlight, spotlight yang terus berganti mengikuti tempo lagu.
Karena kondisi tersebut, saya tidak sepenuhnya mengandalkan mode Auto. Saya memilih menggunakan mode Pro Photo dan Expert Raw di Galaxy S26 Ultra dengan beberapa pengaturan yang sifatnya sederhana, tetapi disesuaikan untuk kebutuhan konser.
Selama konser berlangsung, saya lebih sering menggunakan zoom pada rentang 5x hingga 10x. Menurut saya, rentang ini menjadi yang paling ideal untuk menangkap performer agar terlihat lebih dekat, tanpa membuat kualitas foto turun terlalu jauh.
Rentang zoom yang sama juga membantu saya menjaga hasil tetap konsisten ketika para personel berpindah posisi di atas panggung. Saat subjek bergerak, pembesaran yang terlalu ekstrem bisa membuat pengambilan momen makin sulit, sehingga 5–10x menjadi titik yang lebih mudah dijaga.
Dengan setelan tersebut, saya mendapatkan beragam momen selama penampilan One Ok Rock. Foto-foto yang saya peroleh—baik pada saat vokal maupun instrumen—umumnya diambil menggunakan rentang zoom yang sama.
Takahiro Moriuchi yang berada di posisi vokal menjadi salah satu performer yang paling sering saya bidik pada rentang zoom tersebut. Begitu juga Toru Yamashita yang tampil dengan gitar, yang pergerakannya di panggung tetap bisa diikuti dengan jarak bidik dari tribun.
Ryota yang memainkan bass turut menjadi subjek yang saya tangkap dengan zoom 5x hingga 10x. Pada saat yang sama, Tomoya di drum juga berhasil saya dokumentasikan dengan rentang pembesaran yang konsisten, meski lighting konser terus berubah mengikuti lagu.
Setelah menentukan pendekatan zoom, saya lalu menyesuaikan kecepatan tangkap untuk menghadapi gerakan performer. Untuk mode Pro Photo, saya menggunakan shutter speed di kisaran 1/250 hingga 1/400 detik.
Pemilihan kecepatan rana tersebut membantu saya ketika para personel bergerak aktif di atas panggung. Dengan shutter speed yang lebih cepat, gerakan performer bisa ditangkap dengan lebih baik sehingga hasil foto tidak mudah blur.
Dalam situasi konser, perubahan cahaya dan pergerakan pemain memang terjadi terus-menerus. Karena itu, pengaturan shutter speed di kisaran 1/250 sampai 1/400 detik menjadi bagian yang terasa paling membantu untuk menjaga ketajaman hasil.
Ketika saya memotret menggunakan kombinasi zoom 5x–10x dan shutter speed 1/250–1/400 detik, hasil yang saya dapat lebih stabil menghadapi kondisi backlight, laser, asap, dan spotlight yang berganti cepat. Pada momen-momen tertentu, setting ini juga membantu mengurangi kemungkinan hasil yang terlalu blur akibat gerakan performer.
Dengan posisi duduk di tribun belakang, pendekatan seperti ini menjadi cara untuk tetap mendapatkan foto yang lebih “dekat” secara visual tanpa harus berada di depan panggung. Saya tetap bisa mengikuti perubahan situasi pencahayaan konser, tetapi dengan kontrol yang lebih sesuai untuk kebutuhan pengambilan gambar.
Pada akhirnya, fokus saya adalah membuat foto dan fancam tetap layak saat jarak jauh dan suasana panggung terus berubah. Saya menemukan bahwa kombinasi mode Pro Photo dan Expert Raw di Galaxy S26 Ultra, ditambah zoom 5x sampai 10x serta shutter speed 1/250 hingga 1/400 detik, menjadi paket pengaturan yang paling sering saya pakai selama konser.
Pengaturan tersebut juga membantu saya mendokumentasikan beberapa personel sekaligus dalam rentang momen yang berbeda. Dari vokal Takahiro Moriuchi, gitar Toru Yamashita, bass Ryota, hingga drum Tomoya, semuanya bisa tertangkap melalui cara yang saya gunakan selama duduk di tribun CAT 1 bagian belakang pada konser One Ok Rock di Jakarta.







