jurnalistik.co.id – JAKARTA, 6 Juni 2026, 16:01 WIB. Marsha Bremanda menuturkan pengalamannya saat menghadiri konser One Ok Rock di Indonesia Arena, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pada momen ketika konser mulai berlangsung dan venue menggelap, kebiasaan menggunakan ponsel untuk mengambil momen konser ternyata berubah. Kamera yang biasanya paling sering diaktifkan justru kalah sering dibanding sebuah fitur pada Samsung Galaxy S26 Ultra.
Fitur itu adalah Privacy Display. Saat ribuan penonton datang dan mulai menempati kursi masing-masing, penulis masih menyempatkan waktu untuk membalas pesan, scrolling media sosial, serta memeriksa notifikasi yang masuk.
Ketika suasana di sekitar mulai remang, penulis mulai menyadari perubahan pada layar HP. Brightness ponsel terasa semakin terang, sehingga apa yang sedang dibuka menjadi lebih mudah terlihat oleh orang lain di sekitar.
Di satu sisi, brightness yang meningkat membuat layar terasa nyaman untuk dilihat. Di sisi lain, kenyamanan itu dibarengi rasa kurang enak karena konten di layar tampak jelas bagi orang-orang di sekitar.
Karena situasi tersebut, penulis kemudian mengandalkan Samsung Galaxy S26 Ultra yang memiliki Privacy Display. Ia menyebut fitur ini membuatnya dapat tetap menggunakan ponsel dengan nyaman tanpa perlu terus khawatir layar akan mudah diintip.
Setelah dicoba langsung di tengah venue yang dipenuhi ribuan penonton, manfaatnya dirasakan secara nyata. Layar tetap terlihat jelas oleh pengguna, tetapi tidak dengan mudah bisa diintip dari posisi penonton lain.
Cara mengaktifkan Privacy Display
Pengaktifan Privacy Display dinilai cukup mudah. Penulis menyatakan ia hanya perlu membuka Quick Panel, lalu mengetuk ikon Privacy Display.
Menurut pengalamannya, dalam hitungan detik mode privasi langsung aktif. Dari situ, layar tetap dapat digunakan, namun tampilan dirancang agar lebih sulit dibaca ketika dilihat dari sudut tertentu.
Samsung juga menyediakan beberapa tingkat perlindungan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Penulis menekankan bahwa fitur ini tidak hanya sebatas satu kondisi, melainkan dapat diatur menyesuaikan cara pemakaian.
Selain itu, Privacy Display disebut bisa diaktifkan secara otomatis pada aplikasi tertentu. Contohnya, fitur ini dapat diterapkan untuk aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, e-mail, mobile banking, hingga aplikasi lain.
Saat pertama kali mencobanya, penulis sempat bereksperimen dengan opsi pengaturan berdasarkan aplikasi. Namun, pada akhirnya ia memilih untuk mengaktifkan Privacy Display untuk seluruh aplikasi karena merasa lebih praktis dan konsisten.
Hasil saat layar dilihat dari berbagai sudut
Dari posisi penulis yang melihat layar secara lurus dari depan, tampilan Galaxy S26 Ultra tetap normal seperti biasa. Warna layar disebut masih tajam, teks tetap terlihat jelas dibaca, dan konten tetap nyaman untuk dipahami.
Perubahan mulai terasa ketika ia mencoba melihat layar dari sudut samping. Pada kondisi tersebut, tampilannya menjadi jauh lebih redup dan teks menjadi sulit dibaca.
Penulis juga menambahkan bahwa ketika layar dilihat dari arah atas maupun bawah, efek redup dan penurunan keterbacaan muncul juga. Dengan demikian, layar dirancang agar informasi di dalamnya tidak mudah terbaca oleh orang yang berada di luar sudut pandang langsung.
Secara keseluruhan, pengalaman di venue konser menjadi landasan penulis dalam menilai fitur ini. Saat kondisi pencahayaan makin minim dan layar terlihat lebih terang dari jarak tertentu, Privacy Display membantu menjaga privasi penggunaan ponsel.
Dengan Privacy Display aktif, penulis merasa aktivitas di layar tetap bisa berjalan seperti biasa saat suasana ramai. Ia bisa melanjutkan membaca, memeriksa notifikasi, dan merespons pesan tanpa harus terus mengukur sudut pandang orang di sekitar.
Penulis juga menilai pengaturan untuk aplikasi memberi fleksibilitas, namun memilih mode menyeluruh terasa paling praktis karena tidak perlu bolak-balik memikirkan kapan fitur privasi harus diterapkan. Pada akhirnya, keterbacaan bagi orang lain tetap menurun ketika layar dilihat dari sudut tertentu.











