Internasional

Kebakaran Hutan Meluas di Barat Daya Prancis, 20.000 Orang Dievakuasi

×

Kebakaran Hutan Meluas di Barat Daya Prancis, 20.000 Orang Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: France evacuates 20,000 as wildfires spread in south-west

jurnalistik.co.id – Otoritas di barat daya Prancis terus meningkatkan penanganan ketika kebakaran hutan meluas dan mengancam kawasan sekitar Bay of Arcachon.

Pada tahap awal, sekitar 12.000 orang telah dievakuasi dari wilayah selatan-barat, sementara otoritas memindahkan 8.800 orang lainnya. Totalnya, hampir 20.000 orang dikeluarkan dari area terdampak di tengah pergerakan api yang cepat.

Pejabat setempat menyebut sekitar 3.400 hektare lahan sudah hangus di area sekitar Teluk Arcachon. Di lapangan, sekitar 700 petugas pemadam berupaya menahan penjalaran api.

Mayoritas warga yang harus pergi berasal dari pengunjung perkemahan di Semenanjung Lège-Cap-Ferret, Gironde. Menurut otoritas prefektur, evakuasi malam hari melibatkan sejumlah besar wisatawan, termasuk mereka yang berada di kawasan pesisir.

Evakuasi berjalan “calmly” di Claouey

Prefek Gironde, Sophie Brocas, menyatakan sekitar 10.000 pengunjung termasuk dalam rombongan yang dievakuasi dari perkemahan sejak malam sebelumnya. Brocas mengatakan evakuasi lanjutan dilakukan “calmly” di desa Claouey, yang berada di tepi Bay of Arcachon.

Ia juga menegaskan tidak ada laporan cedera. Sejumlah lokasi dan jalan turut ditutup di area hutan yang dianggap paling terekspos terhadap api.

Kepala dinas pemadam Gironde, Marc Vermeulen, menggambarkan operasi berlangsung tanpa jeda sepanjang malam. Ia memperingatkan suhu terus meningkat dan angin makin menguat, sehingga kondisi pemadaman diperkirakan makin sulit menjelang puncak pada pukul 20.00 waktu setempat.

Vermeulen menambahkan bahwa setelah waktu tersebut, penanganan harus menyesuaikan karena hembusan angin bersifat “highly variable”. Ia juga mengingatkan bahwa arah dan intensitas api sulit diprediksi, sehingga tim tidak bisa mengendur.

Kesaksian warga dan situasi akses di sekitar Lège

Salah satu warga setempat, Yassmina de Freitas (19), mengatakan ia mencium asap dan bau kebakaran pada Rabu siang. Menurutnya, menjelang sore “ash… [and] half-burned tree bark” mulai jatuh, langit menjadi “very dark”, dan asap kian “thicker and thicker”.

Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, keluarganya dievakuasi oleh aparat dan dibawa ke sebuah gymnasium di kota tetangga. De Freitas menyebut mereka sempat meninggalkan dua kucing dan empat ayam karena tidak sempat menemukannya saat kepanikan berlangsung.

Ia mengaku tidak bisa tidur sama sekali dan terbangun tiap jam untuk memantau perkembangan api. De Freitas mengatakan ia bisa melihat jumlah hektare yang terbakar terus naik secara bertahap.

Di Claouey, Jo Kent—presenter BBC South yang sedang berlibur bersama keluarga—berada di perkemahan Les Pastourelles di dekat Lège. Kent mengatakan banyak orang di lokasi itu yang sangat cemas telah lebih dulu meninggalkan area, sementara jalan utama menuju bagian selatan semenanjung yang biasanya dipenuhi kendaraan menjadi kosong.

Ia juga menggambarkan suasana supermarket “unnervingly quiet”, mencerminkan rendahnya aktivitas karena warga memilih bertahan di luar area risiko. Pada saat yang sama, di beberapa bagian lain Prancis, langkah pengamanan disesuaikan dengan proyeksi cuaca.

Di wilayah Var, warga yang dievakuasi diberi tahu bahwa mereka dapat kembali pada Kamis pagi untuk menilai potensi kerusakan. Namun otoritas tetap meminta warga membatasi pergerakan karena risiko api menyala kembali ketika angin menguat pada sore hari.

Dampak di Eropa: Spanyol dan Italia juga melaporkan evakuasi

Di tengah kondisi yang meluas, kebakaran hutan baru-baru ini juga muncul di Spanyol dan Italia. Di sekitar barat dan selatan Madrid, beberapa ribu warga diperintahkan meninggalkan rumah.

Otoritas Italia kemudian menyampaikan duka atas seorang petugas pemadam yang meninggal setelah jatuh sakit saat menangani kebakaran di Sisilia. Di sisi lain, kepala Perlindungan Sipil Sisilia melaporkan lebih dari 350 kebakaran di pulau itu pada hari-hari tersebut, termasuk 10 kebakaran besar yang memicu evakuasi pencegahan.

Mereka menyebut kebakaran berakar pada penyebab manusia dan menggambarkan pemadaman yang kini juga menghadapi tantangan sosial dan ketertiban publik. Pemimpin regional Renato Schifani menyampaikan harapan pemulihan cepat kepada petugas lain yang turut menangani operasi yang sama.

Di Spanyol, sekitar 3.500 warga komunitas Aldea del Fresno, sebelah barat Madrid, diperintahkan mengevakuasi pada Kamis karena kebakaran di dekat wilayah tersebut membesar dan sulit dikendalikan. Perintah serupa dikeluarkan sehari sebelumnya untuk warga di desa Almorox, selatan ibu kota.

Sebagian warga mulai kembali ke rumah, tetapi otoritas menegaskan api belum sepenuhnya terkendali. Mereka menyebut sekitar 890 hektare telah terbakar, sementara pekerjaan yang berjalan membuat batas kebakaran tidak bertambah luas.

Di Spanyol, suhu minimal sekitar 42C telah tercatat, dan kebakaran hutan terbesar tahun ini sejauh ini terlihat di Guadalajara, utara Madrid. Lebih dari 35.000 hektare dilaporkan hangus, meski otoritas mengatakan warga kini dapat kembali ke rumah.

Data Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa menunjukkan Spanyol mengalami lebih banyak kebakaran pada tahun ini dibandingkan total sepanjang 2025. Laporan cuaca juga menunjukkan Eropa mengalami suhu ekstrem, dan studi Copernicus pada April menyebut setidaknya 95% wilayah Eropa mengalami suhu tahunan “above average” pada 2025.

Copernicus juga menilai Eropa sebagai benua dengan pemanasan tercepat, termasuk dengan catatan bahwa luas area yang terbakar serta emisi kebakaran mencapai rekor pada tahun lalu.