Politik & Parlemen

Burnham sampaikan kemerdekaan “off limits” kepada Swinney dalam pertemuan Commonwealth Games Glasgow

×

Burnham sampaikan kemerdekaan “off limits” kepada Swinney dalam pertemuan Commonwealth Games Glasgow

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Burnham tells Swinney independence is 'off limits' at Glasgow Commonwealth Games meeting

jurnalistik.co.id – Menjelang pembukaan Commonwealth Games 2026 di Glasgow, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham melakukan serangkaian pertemuan langsung dengan para pemimpin pemerintah dari Skotlandia dan Wales. Dalam pertemuan yang berlangsung di Glasgow tersebut, Burnham berbicara dengan John Swinney dan Rhun ap Iorwerth.

Menurut keterangan dari pihak Downing Street, agenda pertemuan lintas pemerintahan itu mencakup upaya mempererat kerja sama antarpemerintah serta merumuskan model devolusi yang dinilai dapat memperbaiki kehidupan masyarakat. Namun, pembicaraan juga menyentuh hubungan antara London, Edinburgh, dan Cardiff, yang menjadi tema dominan di balik pertemuan-pertemuan itu.

Dalam pertemuan tersebut, Downing Street menyatakan Perdana Menteri menyampaikan ucapan selamat kepada Swinney dan Kota Glasgow atas kesediaannya menjadi tuan rumah Commonwealth Games 2026. Downing Street menambahkan bahwa Burnham menantikan jalannya upacara pembukaan pada sore hingga malam hari.

Di sisi isu politik dalam negeri, Downing Street kemudian menegaskan bahwa referendum kemerdekaan Skotlandia kembali dinyatakan “off limits”. Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari penetapan fokus pemerintah yang dinilai perlu diarahkan pada pertumbuhan ekonomi serta bantuan kepada keluarga terkait biaya hidup.

Sementara itu, Swinney menyampaikan bahwa Burnham telah memberi komitmen untuk tidak melompati Holyrood dalam rencana lanjutan terkait devolusi kekuasaan. Swinney juga menggambarkan bahwa dialog ke depan seharusnya berjalan bersama pemerintah Skotlandia, bukan diputuskan di luar kerangka yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, ap Iorwerth menyampaikan pandangannya bahwa Wales perlu memiliki tingkat kesetaraan kekuasaan dengan Skotlandia. Ia menyatakan hal tersebut akan ditempuh melalui rencana “Wales Bill”, dengan penekanan awal pada pendelegasian kewenangan terkait kepolisian dan peradilan, serta pembentukan skema pendanaan yang lebih adil untuk menggantikan rumus Barnett yang dinilai sudah ketinggalan zaman.

Downing Street menyebut bahwa pembicaraan kemudian beralih ke bagaimana Perdana Menteri dan pemimpin Skotlandia dapat bekerja lebih dekat untuk membangun kerangka devolusi. Dalam keterangan itu, Burnham digambarkan menaruh harapan bahwa devolusi dapat membantu proses reindustrialisasi di Inggris, termasuk lewat penciptaan lapangan kerja, perubahan pada ruang-ruang ekonomi di kota-kota, serta pemulihan ekonomi lokal.

Setelah pertemuan berlangsung, Swinney mengatakan bahwa pertemuan mereka tergolong “very constructive”. Ia menyebut topik yang mereka anggap sejalan mencakup persoalan biaya hidup serta upaya memperkuat ekonomi. Swinney juga mengatakan Burnham dipandang sebagai perdana menteri pertama yang menandai bahwa Westminster dinilai gagal dalam banyak bagian di Britania Raya, termasuk Skotlandia.

Menurut Swinney, dari sinilah muncul peluang untuk mempercepat diskusi mengenai letak kekuasaan di dalam negara. Ia menyatakan kedua pihak setuju untuk melanjutkan pembahasan tersebut sebagai langkah yang akan dikerjakan ke depan.

Swinney juga mengatakan ia menyambut keinginan Burnham untuk mendelegasikan kekuasaan lebih jauh. Ketika ditanya apakah ia bersedia mempertimbangkan pendelegasian kekuasaan dari Parlemen Skotlandia kepada otoritas lokal atau komunitas dengan model yang Burnham tawarkan di Inggris, Swinney menjelaskan bahwa komitmen yang disampaikan Burnham hari itu berkaitan dengan dialog bersama pemerintah Skotlandia.

Ia menambahkan bahwa proses itu tidak akan dilakukan “over our heads”, sebuah jaminan yang ia nilai penting dan patut disambut. Pernyataan itu menekankan bahwa pembahasan mengenai kekuasaan masa depan dan cara pendelegasiannya harus berada dalam jalur dialog pemerintah yang bersangkutan.

Bagi ap Iorwerth, pertemuan dengan Burnham juga dilakukan secara terpisah pada Kamis sore. Ia mengatakan dirinya senang dapat bertemu Perdana Menteri baru serta menyampaikan ucapan selamat atas perannya. Ia menyatakan bahwa pertemuan itu menjadi awal babak baru dalam hubungan kedua pemerintahan, berdasarkan rasa hormat bersama dan komitmen yang sama untuk menghadirkan hasil bagi masyarakat yang mereka layani.

ap Iorwerth menegaskan bahwa ia berbagi keyakinan tentang kekuatan devolusi untuk mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Ia menyampaikan bahwa dalam semangat tersebut, ia memaparkan argumen agar Wales memiliki “parity of powers” dengan Skotlandia melalui Wales Bill, dengan fokus langsung pada devolusi kepolisian dan peradilan, serta skema pendanaan yang lebih adil guna menggantikan Barnett.

Di akhir pertemuan, ap Iorwerth menambahkan bahwa pembicaraan juga mencakup penanganan krisis biaya hidup serta kebutuhan untuk mengadopsi pendekatan politik yang lebih kolaboratif. Ia menyampaikan harapannya agar diskusi lanjutan ke depan bisa menghasilkan langkah yang positif dan produktif dalam memperjuangkan keadilan serta kesetaraan bagi Wales dan seluruh komunitasnya.

Dengan pertemuan-pertemuan yang digelar tepat sebelum pembukaan Commonwealth Games 2026, percakapan lintas wilayah itu menunjukkan bahwa fokus pemerintah pusat dan devolusi menghadapi dua tuntutan sekaligus: menjaga arah ekonomi dan biaya hidup, serta merapikan kembali kerangka hubungan kekuasaan antara London, Edinburgh, dan Cardiff melalui model devolusi yang disepakati bersama.