Hukum & Kriminal

Sidang dengar Adeel Khan dan Imran Chowdhury bantu Daniel Khalife kabur dari HMP Wandsworth

×

Sidang dengar Adeel Khan dan Imran Chowdhury bantu Daniel Khalife kabur dari HMP Wandsworth

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Escaped prisoner Daniel Khalife assisted by two friends, jury told

jurnalistik.co.id – Sidang di Pengadilan Snaresbrook Crown Court mendengar bahwa dua orang sahabat diduga berperan dalam kaburnya bekas prajurit Daniel Khalife dari HMP Wandsworth pada September 2023. Adeel Khan (32) dan Imran Chowdhury (26) menghadapi tuduhan membantu Khalife meloloskan diri, namun keduanya telah mengajukan tidak bersalah.

Dalam perkara ini, Khalife disebut melarikan diri dengan cara mengikat tubuhnya pada bagian bawah sebuah truk pengantar. Jaksa menyatakan tindakan tersebut tidak mungkin terjadi tanpa bantuan di dalam dan di luar penjara pada hari yang sama.

Dakwaan utama: instruktur dan “orang lapangan”

Jaksa Tom Williams menjelaskan bahwa penuntutan berpendirian Khan memberikan instruksi dari dalam Wandsworth. Sementara itu, Chowdhury diduga bertindak sebagai “man on the ground”, yaitu menyiapkan uang untuk seseorang yang telah kabur dari penjara yang sama pada pagi hari ketika pelarian terjadi.

Williams juga menggambarkan kedekatan hubungan kedua terdakwa sebagai bagian yang “penting” dalam konstruksi kasus. Ia menilai bahwa bila seseorang hendak menjalankan tugas seperti itu, pertimbangan matang diperlukan—termasuk konsekuensi jika rencana gagal atau jika pihak lain membocorkan informasi kepada orang yang keliru.

Kedua terdakwa, menurut keterangan di persidangan, tinggal berdekatan—sekitar satu mil—di wilayah London timur.

Kaitan dengan pelarian: buku catatan merah dan data yang ditemukan

Jaksa menyebut nama Khan mulai dikaitkan dengan pelarian Khalife melalui sebuah buku catatan merah (red diary) yang ditemukan dalam kepemilikan Khalife saat ia ditangkap. Dari materi yang diperlihatkan di persidangan, di dalamnya terdapat nama Khan serta nomor telepon penjara yang dinilai ilegal, nomor ponsel pribadi, dan akun Snapchat milik Khan.

Selain itu, jaksa juga menuturkan bahwa Khalife membawa uang tunai sekitar ÂŁ200 dalam pecahan ÂŁ20. Penuntutan mendalilkan uang tersebut diambil dari penarikan ÂŁ400 yang dilakukan Chowdhury di sebuah mesin ATM di Richmond pada hari kaburnya Khalife dari penjara.

Di persidangan, disebutkan Chowdhury dibayar ÂŁ120 untuk perannya tersebut.

Jaksa menambahkan bahwa Khan dan Khalife diketahui pernah bekerja bersama secara rutin di dapur penjara Wandsworth. Karena intensitas kerja itu, penuntutan menyatakan keduanya pasti saling mengenal dengan baik.

Komunikasi setelah pelarian dan pesan ke rekening bank

Williams menyampaikan bahwa pada jam-jam dan hari-hari setelah Khalife kabur, ia menghubungi Khan beberapa kali. Dalam keterangannya, Khalife menggunakan telepon yang dipinjam dari anggota masyarakat.

Dalam salah satu rangkaian peristiwa yang dibawa ke persidangan, tak lama setelah Khalife tidak berada di dalam penjara—sekitar pukul 20:41 BST—Khan mengirim pesan kepada Nazish Mahmood, mantan pacar yang saat itu menjalin hubungan dengan Chowdhury. Di pesan tersebut, Khan menyertakan rincian rekening bank Chowdhury dan meminta agar sejumlah uang dipindahkan.

Jaksa mengutip isi pesan itu sebagai permintaan agar “120£” dimasukkan ke akun yang disebutkan. Pada malam yang sama, disebut pula Khalife menelepon Khan menggunakan telepon milik anggota masyarakat, lalu keduanya berbicara sekitar satu menit.

Pertemuan dan jejak lokasi dari rekaman CCTV

Menurut penuntutan, setelah uang ÂŁ120 masuk ke rekening Barclays milik Chowdhury pada pukul 21:55, Khan dan Khalife kemudian bertemu. Williams menyatakan pertemuan tersebut digelar melalui pengaturan yang berperan penting dilakukan oleh Khan.

Kemudian, keduanya terlihat berjalan di sebuah jalan di Richmond sekitar pukul 22:38 sebelum masuk ke gang. Jaksa memaparkan bahwa rekaman CCTV diputar di pengadilan untuk menunjukkan momen tersebut.

Status perkara Khalife dan kelanjutan persidangan terdakwa

Daniel Khalife sendiri telah menjalani persidangan terpisah. Ia dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase, namun dibebaskan dari dakwaan melakukan “bomb hoax” di markas militer tempat ia bertugas sebagai prajurit.

Dalam tahapan lain, Khalife telah dijatuhi hukuman 14 tahun dan tiga bulan karena spionase untuk Iran setelah menjalani persidangan pada 2024. Di persidangan terkait pelarian, ia juga sudah mengakui kabur dari HMP Wandsworth.

Sementara itu, sidang untuk Adeel Khan dari Waltham Forest dan Imran Chowdhury dari Chingford masih terus berjalan. Jaksa dan tim pembela akan melanjutkan pembahasan peran masing-masing terdakwa dalam membantu pelarian tersebut, sesuai dengan materi yang masih dipersidangkan di pengadilan.