jurnalistik.co.id – Samsung tampaknya makin dekat untuk menghadirkan ponsel lipat generasi terbarunya ke Indonesia. Indikasinya terlihat dari kemunculan tiga perangkat Samsung di laman sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Jejak sertifikasi TKDN
Ketiga smartphone tersebut tercatat dengan model SM-F776B, SM-F976B, dan SM-F971B. Berdasarkan pantauan, masing-masing perangkat sudah mengantongi nilai TKDN di atas ambang batas minimum 35 persen yang ditetapkan pemerintah.
Untuk rincian nilai TKDN, SM-F776B tercatat sebesar 39,03 persen. Sementara itu, SM-F976B bernilai 36,10 persen, dan SM-F971B juga tercatat sebesar 36,10 persen.
Nomor model yang terdaftar itu disebut sudah muncul dalam bocoran yang beredar di dunia maya. Dari penelusuran, ketiganya diyakini merupakan trio HP lipat Samsung generasi terbaru.
Dugaan susunan trio tersebut adalah sebagai berikut: SM-F776B disebut sebagai Galaxy Z Flip 8. SM-F976B dikaitkan dengan Galaxy Z Fold 8 (alias Galaxy Z Fold 8 Wide), sedangkan SM-F971B dikaitkan dengan Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Meskipun sudah lolos TKDN, ketiga perangkat itu belum terlihat di laman sertifikasi Postel Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dalam konteks ini, kemunculan di TKDN dapat menjadi sinyal bahwa Samsung tengah menyiapkan peluncuran suksesor Galaxy Z Flip 7 dan Galaxy Z Fold 7 di pasar Indonesia.
Skema generasi dan kemungkinan penamaan baru
Bocoran yang beredar juga menyinggung adanya perubahan pendekatan pada lini Galaxy Z Fold. Dari gambar render dan foto dummy, model bertanda “Wide” disebut terlihat sangat berbeda dibanding lini Fold sebelumnya.
Sesuai dengan namanya, perangkat ini dikabarkan membawa bodi yang lebih lebar dan lebih pendek. Secara tampilan, bentuk tersebut membuatnya terasa lebih mendekati tablet saat dibuka.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah indikasi bahwa Samsung akan menerapkan strategi penamaan baru untuk lini Galaxy Z Fold. Selama beberapa tahun terakhir, Samsung dikatakan hanya memiliki satu model Galaxy Z Fold sebagai ponsel lipat model buku premium.
Namun, menurut bocoran terbaru dari tipster Ice Universe yang dibagikan melalui media sosial, Samsung disebut bakal memperluas lini tersebut menjadi dua model. Perangkat yang selama ini dirumorkan sebagai Galaxy Z Fold Wide disebut kemungkinan dipasarkan dengan nama Galaxy Z Fold 8.
Sementara itu, penerus Galaxy Z Fold 7 versi reguler disebut bakal hadir sebagai Galaxy Z Fold 8 Ultra. Jika informasi tersebut akurat, Samsung untuk pertama kalinya disebut berpotensi memiliki dua model Galaxy Z Fold dengan posisi berbeda dalam satu generasi.
Dengan kombinasi jejak sertifikasi TKDN pada SM-F776B, SM-F976B, dan SM-F971B, plus arah perubahan penamaan dan bentuk “Wide” dalam bocoran, keseluruhan sinyalnya mengarah pada kemungkinan fase peluncuran perangkat lipat generasi berikutnya. Meski demikian, tahapan sertifikasi Postel di Komdigi disebut masih menjadi penanda lanjutan yang belum terlihat untuk ketiga model tersebut.
Temuan di TKDN juga menunjukkan bahwa perangkat lipat generasi mendatang dari Samsung sedang melewati tahapan administratif sebelum masuk ke fase pengujian dan perizinan komunikasi. Karena itu, proses yang kini terlihat dapat dibaca sebagai bagian dari rangkaian persiapan rilis di Tanah Air.
Selain nilai TKDN yang sudah melampaui ambang minimal 35 persen, perbedaan penempatan model seperti SM-F776B, SM-F976B, dan SM-F971B ikut memperkuat dugaan bahwa Samsung menyiapkan lebih dari satu varian dalam satu generasi. Pendekatan ini sejalan dengan sinyal perubahan strategi lini yang disebut dalam bocoran.
Jika benar gagasan penamaan baru dan penguatan karakter “Wide” untuk Galaxy Z Fold diterapkan, maka konsumen di Indonesia berpotensi mendapatkan opsi lipat dengan orientasi penggunaan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Namun, sampai data di Postel Komdigi muncul, jadwal dan kepastian model tetap bergantung pada tahap lanjutan sertifikasi.











