Otomotif

Skema Kredit Indomobil Emotor Sprinto, Cicilan Mulai Rp 800 Ribuan

0
×

Skema Kredit Indomobil Emotor Sprinto, Cicilan Mulai Rp 800 Ribuan

Sebarkan artikel ini
Skema Kredit Indomobil Emotor Sprinto: Angsuran Mulai Rp 800 Ribuan Otomotif 3 Juni 2026
Ilustrasi: Skema Kredit Indomobil Emotor Sprinto: Angsuran Mulai Rp 800 Ribuan

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Membawa pulang sepeda motor listrik dengan desain natural ala skutik konvensional kini tersedia dalam beberapa skema pembiayaan yang lebih fleksibel. Untuk Indomobil Emotor Sprinto, pilihan uang muka dan tenor dibuat bertingkat, sehingga konsumen bisa menyesuaikan cicilan dengan kemampuan bayar bulanan masing-masing.

Indomobil Emotor Sprinto dipasarkan dengan harga on the road Rp 25.750.000. Dari angka itu, tersedia opsi DP mulai dari Rp 2,6 juta sebagai skema paling ringan. Di sisi lain, bagi yang ingin menurunkan beban angsuran bulanan, tersedia pula pilihan uang muka yang lebih besar, yakni Rp 5,2 juta, Rp 7,8 juta, hingga Rp 10,3 juta.

Skema seperti ini memberi ruang bagi pembeli untuk memilih pendekatan yang paling sesuai. Mereka yang ingin menjaga dana awal tetap rendah bisa masuk lewat DP termurah, sementara yang ingin cicilan lebih kecil bisa memperbesar uang muka agar nominal angsuran per bulan turun. Semua opsi itu masih berada dalam paket pembiayaan yang sama, hanya berbeda pada komposisi DP dan tenor.

Skema DP paling ringan

Untuk uang muka Rp 2.600.000, simulasi angsuran yang tersedia dimulai dari tenor 11 kali. Pada pilihan ini, cicilan per bulan berada di angka Rp 2.659.000. Jika tenor diperpanjang, angkanya turun secara bertahap menjadi Rp 1.882.000 per bulan untuk 17 kali, Rp 1.465.000 per bulan untuk 23 kali, Rp 1.235.000 per bulan untuk 29 kali, dan Rp 1.091.000 per bulan untuk 35 kali.

Dengan skema DP terendah ini, beban di awal pembelian memang paling kecil. Namun, tenor yang lebih panjang tetap membuat total komitmen pembayaran berlangsung lebih lama. Karena itu, pembeli perlu menimbang kembali antara ringan di depan atau lebih panjang dalam periode pelunasan, tanpa mengubah harga OTR motor yang tercantum sebesar Rp 25.750.000.

Skema angsuran paling ringan

Jika konsumen ingin mengejar cicilan bulanan yang paling rendah, opsi DP tertinggi menjadi pilihan yang paling relevan. Dengan uang muka Rp 10.300.000, tenor 11 kali menghasilkan angsuran Rp 1.902.000 per bulan. Pada tenor 17 kali, cicilan turun menjadi Rp 1.351.000 per bulan. Lalu pada tenor 23 kali, angkanya menjadi Rp 1.074.000 per bulan.

Untuk tenor 29 kali, angsuran berada di Rp 916.000 per bulan. Sementara itu, tenor terpanjang 35 kali menghasilkan cicilan Rp 804.000 per bulan. Inilah angka terendah dalam skema yang ditawarkan, sekaligus menjadi opsi yang paling ringan secara nominal bulanan di antara pilihan yang tersedia.

Jika dibandingkan dengan skema DP paling ringan, selisih beban bulanan terlihat cukup jelas. Pada DP Rp 2,6 juta, tenor terpanjang masih berada di Rp 1.091.000 per bulan. Sementara pada DP Rp 10,3 juta, tenor 35 kali bisa ditekan hingga Rp 804.000 per bulan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa besarnya uang muka berpengaruh langsung pada jumlah cicilan per bulan.

Di luar hitungan angka, Sprinto juga diposisikan sebagai motor listrik yang cocok untuk konsumen komuter harian. Opsi cicilan yang dimulai dari Rp 804.000 per bulan dinilai menjadi salah satu pintu masuk yang rasional bagi pembeli yang ingin kendaraan listrik dengan biaya bulanan yang tidak terlalu berat. Hal itu juga selaras dengan biaya cas daya listriknya yang disebut murah.

Meski begitu, harga maupun skema pembiayaan tetap bisa berubah sewaktu-waktu. Faktor kebijakan diler dan pihak leasing dapat membuat rincian yang berlaku berbeda pada waktu dan tempat pembelian tertentu. Karena itu, calon pembeli tetap perlu memastikan kembali detail DP, tenor, dan nominal angsuran sebelum mengambil keputusan.

Dengan harga OTR Rp 25.750.000, DP mulai Rp 2,6 juta, dan angsuran terendah Rp 804.000 per bulan, Indomobil Emotor Sprinto menawarkan beberapa jalur pembelian yang cukup lentur. Pilihan itu memberi ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan pembelian sesuai kondisi keuangan, baik dengan menekan DP di awal maupun dengan memperbesar DP agar cicilan bulanan lebih ringan.